BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34 WIB
BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka
BPS menyatakan perubahan rentang desil di situs DTSEN bertujuan memberikan kenyamanan serta menghindari prasangka masyarakat. [Suara.com/Nurhadi]
baca 10 detik
  • Sekretaris Utama BPS Zulkipli menyatakan perubahan rentang desil di situs DTSEN bertujuan memberikan kenyamanan serta menghindari prasangka masyarakat.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Zulkipli di Balai Kota DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2026 yang lalu.
  • BPS menegaskan bahwa kebijakan rentang desil bukan karena data salah dan penargetan metode proksi ditargetkan selesai tahun ini.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan alasan mengubah tampilan informasi kesejahteraan yang ditampilkan di situs web Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) dtsen-form.bps.go.id menjadi rentang desil. Kebijakan ini diklaim dilakukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus menghindari prasangka masyarakat terhadap posisi desil masing-masing.

Sekretaris Utama BPS RI Zulkipli mengatakan, data pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebelumnya hanya menggunakan tingkat satu hingga empat. Sementara, desil pada DTSEN dibuat dari 1 sampai 10.

Karena itu, dengan menampilkan rentang, maka pengelompokkannya akan lebih kecil.

Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Yogyakarta, hidup sebatang kara yang tercatat desil 10 (Suara.com/Hiskia)
Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Yogyakarta, hidup sebatang kara yang tercatat desil 10 (Suara.com/Hiskia)

"Jadi sebenarnya dari awal DTKS itu kan hanya ada satu sampai empat. Nah, penggabungan-penggabungan ini supaya kita itu tidak terlalu berprasangka dari desil yang enam sampai 10 itu. Sehingga kita bikin rentang dulu, supaya kita artinya lebih nyaman melihatnya gitu," kata Zulkipli di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026).

Ia menyebut rentang tersebut juga dibuat karena desil satu sampai lima digunakan sesuai kebutuhan pemerintah dalam pemberian bantuan.

"Jadi di dalam desil yang kita punya, satu sampai lima, itu memang sesuai dengan, dengan kebutuhan yang saat ini untuk pemerintah untuk memberi bantuan," ujarnya.

Zulkipli menyatakan, penggunaan rentang desil bukan disebabkan banyaknya data masyarakat yang tidak sesuai. Ia mengatakan masyarakat yang merasa data desilnya tidak tepat tetap memiliki mekanisme untuk melakukan verifikasi.

"Sebenarnya kalau kita tidak sesuai kita kan bisa langsung saja kita difasilitasi, karena ada fasilitas, verifikasi dari Cek Bansos. Jadi nggak ada masalah sebenarnya," ujarnya.

Tampilan informasi desil kesejahteraan masyarakat menjadi sorotan setelah sejumlah masyarakat mengeluhkan posisi desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

baca juga

Zulkipli mengatakan BPS saat ini masih melakukan pengkajian terkait metode atau proksi yang akan digunakan dalam penentuan desil. Tim khusus telah dibentuk untuk mencari metode yang dinilai paling tepat.

"Ini sedang rapat-rapat terus ini dengan tim. Kita bentuk tim untuk bagaimana nanti proksi yang terbaik, yang mudah-mudahan semuanya bisa menjadi nyaman, ya, dengan, analisa-analisa berikutnya dari BPS," ucapnya.

Menurut Zulkipli, pengkajian tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini.

"Tahun ini harus kita selesaikan," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Bisa Protes Jika Data Desil Tak Sesuai, Begini Caranya

Masyarakat Bisa Protes Jika Data Desil Tak Sesuai, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Metodologi BPS Jadul, DPR Minta Data Desil Bansos Dievaluasi!

Metodologi BPS Jadul, DPR Minta Data Desil Bansos Dievaluasi!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:40 WIB

BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap

BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:48 WIB

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Terkini

BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka

BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?

Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Kramat Jati Bersolek, Pramono Anung: Pedagang Kaki Lima Resmi Direlokasi ke Dalam Pasar

Kramat Jati Bersolek, Pramono Anung: Pedagang Kaki Lima Resmi Direlokasi ke Dalam Pasar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Jaringan Layanan Motor Listrik OMOWAY Kini Jangkau Berbagai Kota Besar di Indonesia

Jaringan Layanan Motor Listrik OMOWAY Kini Jangkau Berbagai Kota Besar di Indonesia

Otomotif | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:22 WIB

KPK Periksa Pejabat Bogor Terkait Dugaan Kasus Korupsi

KPK Periksa Pejabat Bogor Terkait Dugaan Kasus Korupsi

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Kepuasan Publik Turun, Pemerintah Diminta Fokus Benahi Ekonomi

Kepuasan Publik Turun, Pemerintah Diminta Fokus Benahi Ekonomi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Dari De Britto, Urban Social Forum 12 Bayangkan Kota Ramah dan Manusiawi

Dari De Britto, Urban Social Forum 12 Bayangkan Kota Ramah dan Manusiawi

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:15 WIB

'Rereongan Sangkan Waluya', Jargon Hilal Firmansyah yang Kian Memikat

'Rereongan Sangkan Waluya', Jargon Hilal Firmansyah yang Kian Memikat

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Dua Warga Bali Laporkan Dugaan Penipuan Investasi Bitcoin, Kerugian Capai Rp19 Miliar

Dua Warga Bali Laporkan Dugaan Penipuan Investasi Bitcoin, Kerugian Capai Rp19 Miliar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×