BOPI Berperan Selamatkan Uang Negara

Syaiful Rachman | Suara.com

Jum'at, 29 Januari 2016 | 18:00 WIB
BOPI Berperan Selamatkan Uang Negara
Ilustrasi bola indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengklaim berperan menyelamatkan uang negara setelah terlibat dalam pengawasan ketat, cermat dan intensif di antaranya terkait sepak bola dengan berlandaskan regulasi standar linsensi klub profesional yang dikeluarkan FIFA.

Sekjen BOPI Heru Nugroho dalam keterangan pers yang diterima media di Jakarta, Jumat pagi menjelaskan, khusus untuk sepak bola selama ini pihaknya bertugas sesuai tupoksi dengan menindak klub yang tidak mempunyai akte pendirian PT, NPWP hingga yang mengemplang pajak. Begitu juga dengan soal kontrak dan gaji pemain.

"Kami berperan besar menertibkan klub-klub sepak bola profesional yang tidak punya NPWP dan mengemplang pajak. Selain itu, kami juga menjaga dan mengawasi hak-hak pemain yang terabaikan bahkan tertunggak sampai berbulan-bulan yang jumlahnya miliaran," katanya.

BOPI, kata dia, bahkan sangat tegas dengan tidak memberikan rekomendasi pertandingan selama persyarakatan profesional yang selama ini justru diabaikan oleh induk organisasi sepak bola Indonesia atau PSSI selama bertahun-tahun.

Tidak hanya itu, mantan staf khusus menpora era Roy Suryo menjelaskan selain fokus dengan sepak bola pihaknya juga melakukan fungsi pembinaan, pengembangan, pengawasan dan pengendalian terhadap setiap olahraga profesional di Indonesia yang selama ini kurang dijalankan dengan baik oleh KONI maupun KOI.

Selain sepak bola dalam hal ini Indonesia Super League (ISL), cabang olahraga profesional di Indonesia yang terus mendapatkan pantauan dari BOPI diantaranya adalah tinju, golf, muaythai, bola basket profesional dan liga voli profesional.

Meski BOPI dinilai telah berperan besar dalam olahraga profesional Indonesia, lembaga yang dipimpin Noor Aman ini direkomendasikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) untuk dibubarkan bersama dengan 13 lembaga non struktural lainnya dengan alasan tumpang tindih dan serta tidak mengedepankan efektivitas dan efisiensi.

Dengan alasan tersebut, kata Heru, pihak Kemenpan-RB terkesan dibuat-buat karena BOPI dinilai termasuk lembaga yang sangat efektif dan efisien dalam menjalankan tugas dan penggunakaan anggaran. Pada 2014 BOPI mendapatkan anggaran Rp1,5 miliar dan terserap Rp750 juta. Tahun berikutnya mendapatkan anggaran Rp1,38 miliar. Anggaran ini dinilai minim jika dilihat dengan banyaknya tugas.

"BOPI dibentuk dengan aturan yang jelas. Bila BOPI dibubarkan kami tak masalah. Itu hak prerogratif Presiden tentunya berdasarkan hasil telaah. Tapi, Negara juga harus melihat dalam kaca mata yang lebih luas. Betapa banyak uang negara yang terselamatkan lewat peran dan fungsi BOPI," kata Heru menerangkan.

Sementara itu, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto menjelaskan pembubaran BOPI termasuk lembaga lainnya memang belum final karena masih akan dirapatkan lagi dengan pihak kementerian dalam rapat koordinasi khusus bersama dengan Menkopulkam. "BOPI sejauh ini sangat berperan besar menjalankan fungsi dan tugas pengawasan terhadap olahraga profesional di Indonesia. Bahkan sangat membantu tugas Kemenpora," katanya.

Selain BOPI, lembaga dibawah kendali Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang terancam dibubarkan adalah Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) yang baru saja terbentuk berdasarkan Keppres No 170 Tahun 2015 tertanggal 4 November 2015. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes

Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:30 WIB

Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!

Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:22 WIB

Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa

Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:12 WIB

Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus

Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:33 WIB

Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola

Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:25 WIB

Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot

Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:59 WIB

Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen

Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:42 WIB

Jelang Final Piala Liga, Mikel Arteta Singgung Hubungan Pep Guardiola

Jelang Final Piala Liga, Mikel Arteta Singgung Hubungan Pep Guardiola

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:29 WIB

Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an

Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR

Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:05 WIB