Indra: Piala AFF Medan Menggembleng Kesiapan Timnas Indonesia U-22

Rizki Nurmansyah
Indra: Piala AFF Medan Menggembleng Kesiapan Timnas Indonesia U-22
Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (kedua kanan) memberikan intruksi kepada pemain saat sesi latihan di Lapangan Madya, Komplek SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (8/1/2019). [Antara/Putra Haryo Kurniawan]

Pada Piala AFF, Timnas Indonesia U-22 tergabung di Grup B bersama Malaysia, Myanmar dan tuan rumah Kamboja.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri menegaskan ajang Piala AFF U-22 di Kamboja merupakan medan yang paling tepat untuk menggembleng kesiapan anak asuhnya menghadapi dua turnamen penting berikutnya.

"Saya percaya ini adalah panggung terbaik bagi kami untuk menyiapkan skuat di kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2019," kata Indra dalam konferensi pers bersama seluruh pelatih peserta Piala AFF U-22 di Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (16/2/2019), dilansir Antara.

Indonesia bakal menjalani fase kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam pada 22-26 Maret 2019.

Tim asuhan Indra tergabung dalam Grup K bersama Thailand, Brunei Darussalam dan tuan rumah Vietnam, memperebutkan tiket ke putaran final Piala Asia 2020 di Thailand.

Sementara di SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Manila, Filipina, Indra dibebani target maksimal meraih medali emas, prestasi yang terakhir kali dicapai pada 1991 silam.

Sebelum menghadapi kedua turnamen tersebut, Indra terlebih dulu mendampingi skuat Garuda Muda bersaing dalam Piala AFF U-22 di Kamboja pada 17-26 Februari 2019.

Berada di Grup B, Indonesia bergabung dengan Malaysia, Myanmar dan tuan rumah Kamboja.

Indonesia bakal melakoni laga pertama menghadapi Myanmar pada, Senin (18/2/2019), di Stadion Nasional, Phnom Penh.

Indonesia dihadapkan pada rintangan absennya sejumlah pemain andalan seperti Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk, Polandia), Ezra Walian (RKC Waalwijk, Belanda) dan Saddil Ramdhani (Pahang FA, Malaysia).

Ketiganya tak diizinkan meninggalkan klub masing-masing lantaran Piala AFF U-22 tak tercantum sebagai turnamen kalender FIFA.

"Kami membawa pemain-pemain terbaik yang paling mungkin dibawa. Sebagaimana dikatakan banyak pihak sebelumnya, semua tim telah mengalami perkembangan pesat," tutur Indra.

PSSI beberapa waktu lalu telah berusaha meminta bantuan kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) agar bisa membuat Pahang memberikan izin Saddil bergabung dengan Timnas Indonesia U-22.

Pasalnya, perlakuan Pahang terhadap Saddil begitu berbeda dengan keputusan mereka untuk melepas tiga pemain Dinesh Rajasingam, Kogileswaran Raj Mohana Raj dan Faisal Halim untuk memperkuat Malaysia di Piala AFF U-22.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS