DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi

Muhamad Yasir

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:23 WIB
DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi
Fenomena alam El Nino dengan kekuatan super ekstrem (Freepik)
baca 10 detik
  • Anggota DPR Obet Rumbruren mengingatkan fenomena El Nino berpotensi memicu masalah kesehatan serius seperti dehidrasi dan ISPA.
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino.
  • Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memitigasi risiko krisis air bersih, gagal panen, serta kebakaran hutan.

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Obet Rumbruren mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mewaspadai dampak El Nino terhadap lingkungan dan pertanian.

Menurutnya, fenomena tersebut juga berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari heat stroke, dehidrasi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan gizi.

Obet mengatakan fenomena El Nino yang menyebabkan suhu udara lebih panas dan musim kemarau berkepanjangan harus menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam melindungi kelompok rentan.

"Kondisi alam yang demikian, hendaknya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan dan langkah antisipatif sejak dini untuk melindungi kelompok yang paling rentan terdampak," ujar Obet kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Obet, El Nino terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memicu penurunan curah hujan dan musim kemarau lebih panjang di Indonesia. Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai ancaman kesehatan.

Ia menyebut masyarakat perlu mewaspadai risiko heat stroke dan dehidrasi akibat paparan suhu ekstrem dalam waktu lama, meningkatnya kasus ISPA karena kualitas udara yang memburuk dan asap kebakaran hutan, hingga penyakit yang bersumber dari air seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis akibat krisis air bersih.

Selain itu, El Nino juga berpotensi memicu gangguan gizi karena terganggunya ketahanan pangan, meningkatkan tekanan kesehatan jiwa pada masyarakat terdampak kekeringan dan gagal panen, serta memperburuk akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan rawan bencana.

Obet menilai kelompok yang paling rentan menghadapi dampak tersebut adalah lansia, balita, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses air bersih dan fasilitas kesehatan.

Karena itu, ia menyerukan sejumlah langkah antisipatif seperti perbanyak konsumsi air putih dan menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada jam-jam terpanas, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, menjaga kebersihan air minum dan sanitasi lingkungan agar dampak El Nino tidak berkembang menjadi krisis kesehatan.

baca juga

"Kesadaran dan tindakan sejak dini dari seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak El Nino terhadap kesehatan masyarakat," tegasnya.

Foto udara sawah yang terdampak kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/YU]
Foto udara sawah yang terdampak kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/YU]

Pemerintah Siaga Hadapi El Nino

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah menginstruksikan seluruh kepala daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan paling terasa pada musim kemarau Juli hingga Oktober 2026.

Instruksi tersebut disampaikan setelah BMKG memprakirakan fenomena El Nino berlangsung sejak Mei 2026 hingga Mei 2027, dengan puncak dampak terjadi pada pertengahan hingga akhir musim kemarau.

Pemerintah menilai El Nino berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, serta mengganggu sektor pertanian, perkebunan, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Karena itu, seluruh pemerintah daerah diminta segera berkoordinasi dengan BPBD, dinas pertanian, dinas pengairan, serta instansi terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing.

Selain itu, sinergi dengan Forkopimda, TNI, Polri, penyuluh pertanian, pemadam kebakaran, hingga pemerintah desa juga diperkuat agar dampak El Nino dapat diantisipasi lebih cepat dan efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman El Nino Sangat Kuat, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Akurat Mitigasi

Ancaman El Nino Sangat Kuat, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Akurat Mitigasi

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:18 WIB

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:19 WIB

Mendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino

Mendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:10 WIB

Terkini

5 Buku Rekomendasi Wonwoo SEVENTEEN, Ada yang Sudah Kamu Baca?

5 Buku Rekomendasi Wonwoo SEVENTEEN, Ada yang Sudah Kamu Baca?

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026, Cek Tarif per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan

Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026, Cek Tarif per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:17 WIB

Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar

Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Kesan Pertama Jajal Langsung Kia Sonet di GIIAS 2026

Kesan Pertama Jajal Langsung Kia Sonet di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:14 WIB

SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau

SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:09 WIB

7 Tanda Kulit Rusak Akibat Tidak Memakai Sunscreen secara Rutin

7 Tanda Kulit Rusak Akibat Tidak Memakai Sunscreen secara Rutin

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta

Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Hadir dengan Pesan Moral Paling Menyentuh

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Hadir dengan Pesan Moral Paling Menyentuh

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Serangan Monyet Liar di Tembilahan Lukai Warga, Penembak Dikerahkan

Serangan Monyet Liar di Tembilahan Lukai Warga, Penembak Dikerahkan

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Puluhan Tahun Jadi Sineas, Christopher Nolan Takut Garap Film Bergenre Ini

Puluhan Tahun Jadi Sineas, Christopher Nolan Takut Garap Film Bergenre Ini

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:55 WIB

×