Persija Diterpa Isu Pengaturan Skor, Rohit dan Escobar Tak Peduli

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Persija Diterpa Isu Pengaturan Skor, Rohit dan Escobar Tak Peduli
Pemain Persija Rohit Chand dalam jumpa pers jelang laga melawan Home United (dok. Media Persija)

Kedua pendatang baru hanya fokus bermain baik bagi Persija.

Suara.com - Pendatang baru Persija Jakarta, Rohit Chand mengaku tidak terlalu mempedulikan isu match fixing atau pengaturan skor yang menghantui timnya saat ini. Pemain asal Nepal itu mengaku hanya ingin fokus membantu Persija di setiap pertandingan.

Isu match fixing atau pengaturan skor yang diduga dilakukan Persija tengah disorot setelah perangkat pertandingan yang identitasnya dirahasiakan membeberkan kebobrokan sepak bola Indonesia dalam sebuah acara talk show di televisi swasta.

Perangkat pertandingan itu menyebut laga Persija vs Mitra Kukar di laga pamungkas Liga 1 2018 sudah diatur. Laga tersebut pun berakhir dengan kemenangan Persija dengan skor 2-1. Kemenangan yang menjadikan Macan Kemayoran kampiun Liga 1 2018.

"Ya saya dengar Persija diisukan match fixing, tapi saya tidak tahu tentang ini. Mungkin banyak orang yang lebih tau tentang ini. Saya tidak tahu, karena saya hanya melihat beberapa di berita saja," kata Rohit Chand di Lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Sabtu (23/2/2019).

Pemain anyar Persija Jakarta Silvio Escobar [Suara.com/Adie Prasetyo]
Pemain anyar Persija Jakarta Silvio Escobar [Suara.com/Adie Prasetyo]

Senada dengan Rohit, rekrutan anyar Persija lainnya Silvio Escobar tidak mempedulikan isu match fixing Persija.

"Saya tidak tahu itu, tidak fokus ke berita-berita itu. Saya fokus ke depan bukan yang sudah lewat. Kita fokus ke AFC sekarang. Biar kita kasih yang terbaik di pertandingan," ujar Escobar.

Sebagai informasi, Rohit dan Escobar dikontrak selama satu musim oleh manajemen Persija. Rohit didatangkan untuk menggantikan Jakhongir Abdumuminov yang penampilannya dinilai kurang memuaskan.

Sementara Escobar direkrut untuk mengisi posisi Marko Simic yang tengah terjerat hukum di Australia. Simic didakwa melakukan tindakan pelecehan seksual, sehingga harus menetap di Australia hingga sidang kedua pada 9 April 2019.

Terdekat, Persija akan melakoni laga perdana Grup G Piala AFC 2019 menghadapi Becamex Binh Duong. Pertandingan itu bakal digelar Selasa (26/2/2019) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS