Tersingkir di Liga Champions, AS Roma Pecat Di Francesco

Reky Kalumata
Tersingkir di Liga Champions, AS Roma Pecat Di Francesco
Reaksi pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco saat skuatnya menghadapi Porto di Olimpico di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Andreas SOLARO / AFP

Eusebio Di Francesco dipecat tidak berapa lama setelah AS Roma disingkirkan Porto di babak 16 besar Liga Champions.

Suara.com - Karir Eusebio Di Francesco bersama AS Roma berakhir sudah. Klub Liga Italia itu akhirnya memecat Di Francesco dari posisinya sebagai pelatih AS Roma menyusul tersingkir skuatnya di Liga Champions.

Di Francesco sudah harus kehilangan jabatannya tidak lama setelah AS Roma kalah 1-3 dari Porto di leg kedua babak 16 besar, Kamis (7/3/2019) dini hari WIB. Hasil itu membuat AS Roma harus tersingkir setelah kalah agregat 3-4.

Posisi Di Francesco memang sudah dalam tekanan menyusul hasil kurang memuaskan baik dalam penampilan skuatnya di Liga Italia dan Coppa Italia. Tersingkirnya Roma dari Liga Champions membuat klub memutuskan memecat Di Francesco.

Meski mengakhiri hubungannya, namun klub AS Roma tetap berterima kasih atas pekerjaannya dan komitmen yang diberikan Di Francesco sejak mantan pemainnya ini sejak menangani Roma pada 2017. .

Reaksi Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco saat menyaksikan permainan timnya di leg kedua semifinal Liga Champions kontra Liverpool di Stadio Olimpico, Kamis (3/5/2018) [AFP]
Reaksi Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco saat menyaksikan permainan timnya di leg kedua semifinal Liga Champions kontra Liverpool di Stadio Olimpico, Kamis (3/5/2018) [AFP]

"Atas nama saya sendiri dan semua orang di AS Roma, saya ingin mengucapkan terima kasih pada Eusebio atas kinerja dan komitmennya," ujar presiden AS Roma, James Pallotta seperti dilansir Scoresway.

"Sejak kembali ke klub, Eusebio selalu bertindak profesional dan menempatkan keinginan klub di depan keinginannya. Kami semua mendoakan yang terbaik baginya di masa depan," lanjutnya.

Sejak menangani Roma, Di Francesco memiliki catatan 46 kali menang, 18 seri, dan 23 kalah dari 87 laga. Musim lalu dia sukses membawa Roma hingga semifinal Liga Champions, salah satunya dengan comeback luar biasa melawan Barcelona.

Namun demikian, itu akan menjadi prestasi yang akan selalu diingat oleh para suporter AS Roma, karena itu adalah pencapaian terjauh mereka di kompetisi elit Eropa sejak 1984.

Sementara klub AS Roma kabarnya akan segera menunjuk pelatih gaek Claudio Ranieri sebagai pengganti sementara Di Francesco hingga akhir musim ini.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS