- Mikel Arteta menuntut efisiensi tinggi bagi Arsenal saat menjamu Bayer Leverkusen di leg kedua UCL, pasca hasil imbang 1-1.
- Arteta mengkritik timnya kebobolan dari sepak pojok, menyoroti kurangnya urgensi dan kesalahan antisipasi pemain Arsenal.
- Hasil imbang Arsenal menandai tren buruk klub Inggris di leg pertama UCL; tidak ada satupun yang menang tandang.
Suara.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, meminta timnya tampil lebih efisien saat menghadapi Bayer Leverkusen pada leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League yang akan digelar di Emirates Stadium, Rabu (18/3/2026).
Permintaan tersebut disampaikan Arteta setelah Arsenal hanya bermain imbang 1-1 pada leg pertama yang berlangsung di BayArena, Kamis dini hari WIB. Arsenal menyamakan kedudukan lewat penalti Kai Havertz pada menit ke-89 setelah sebelumnya tertinggal oleh gol Robert Andrich pada menit ke-46.
"Kami akan melihat hal-hal yang sudah kami perbaiki, situasi-situasi yang bisa kami ciptakan, dan mencoba untuk jauh lebih efisien terutama dalam banyak hal sederhana yang hari ini tidak kami lakukan dengan baik," kata Arteta, dikutip dari laman resmi Arsenal, Kamis.
Arteta juga menyoroti proses terjadinya gol Leverkusen yang berasal dari situasi sepak pojok. Padahal, menurutnya, skema bola mati justru selama ini menjadi salah satu kekuatan Arsenal.
Ia menilai ada dua faktor yang menyebabkan timnya kebobolan dalam situasi tersebut. Pertama, kualitas lawan dalam memanfaatkan peluang. Kedua, kelengahan dari para pemain Arsenal sendiri.
"Selalu ada dua sisi dalam situasi seperti itu. Yang pertama adalah faktor dari lawan, bahwa mereka memanfaatkan kelemahan dan kurangnya perhatian atau urgensi dari kami dalam dua situasi tersebut," kata pelatih asal Spanyol itu.
"Yang kedua adalah dari kami sendiri, karena kami sudah tahu. Kami bahkan menunjukkan tiga klip kepada para pemain dari pertandingan akhir pekan lalu dengan tiga variasi berbeda, tetapi kami tetap tidak siap dan akhirnya kami kecolongan," tambahnya.
Hasil imbang Arsenal juga menjadi bagian dari catatan kurang memuaskan klub-klub Inggris pada leg pertama Liga Champions musim ini. Tidak ada satu pun wakil Inggris yang meraih kemenangan.
Selain Arsenal, Newcastle United juga bermain imbang 1-1 melawan Barcelona. Sementara itu, empat klub Inggris lainnya mengalami kekalahan, yakni Liverpool yang kalah 0-1 dari Galatasaray, Tottenham Hotspur yang takluk 2-5 dari Atletico Madrid, Chelsea yang kalah 2-5 dari Paris Saint-Germain, serta Manchester City yang tumbang 0-3 dari Real Madrid.
Baca Juga: Dorong Ball Boy, Pemain Chelsea Terancam Sanksi UEFA
Tottenham, Chelsea, dan Manchester City bahkan kalah dengan selisih tiga gol pada leg pertama tersebut.
"Ya, dan juga betapa sulitnya menang melawan siapa pun di kompetisi ini, terutama saat bermain tandang. Ada faktor besar di sana," ujar Arteta.
"Mungkin saat itu Anda menyadari apa yang telah kami lakukan dengan memenangkan delapan pertandingan beruntun di kompetisi ini, karena itu sangat sulit sampai belum ada yang pernah melakukannya sebelumnya. Kami sepenuhnya menyadari hal itu," lanjutnya.
Sebelum menjalani leg kedua melawan Leverkusen, Arsenal terlebih dahulu akan memainkan laga Premier League melawan Everton di Emirates Stadium pada Minggu (15/3) pukul 00.30 WIB.
Pemain seperti Bukayo Saka dan rekan-rekannya diharapkan bisa tampil maksimal pada dua pertandingan penting tersebut.
(Antara)