Pelatih yang pernah membesut PSMS Medan itu menyayangkan keputusan PSSI tersebut karena yang bersangkutan dinilai masih kurang pas untuk menjadi pelatih kepala. Butler menyebut McMenemy tak punya lisensi UEFA Pro yang menjadi lisensi tertinggi di profesi kepelatihan.
![Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy. [@simonmcmenemy / Instagram]](https://media.bolatimes.com/thumbs/2019/06/12/58290-simon-mcmenemy/730x480-img-58290-simon-mcmenemy.jpg)
Fakta tersebut di kemudian hari dibenarkan Kepala Direktur Humas dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo. Meski begitu ia berkilah bahwa berdasar aturan AFC dan AFF tidak ada yang mengharuskan pelatih timnas punya lisensi AFC Pro.
Diketahui saat ini McMenemy memegang lisensi A AFC yang didapatnya pada 2010 silam. Lisensi itu diketahui lebih rendah dari dua asistennya di Timnas Indonesia yakni Yeyen Tumena dan Joko Susilo.
Keduanya diketahui sudah memiliki lisensi AFC Pro. Yeyen dan Joko sudah mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro sejak April 2018 dan berakhir pada Maret 2019 lalu.
Gaji McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia cuma kalah dari Luis Milla
Simon McMenemy ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Bima Sakti yang gagal total di AFF 2018.
Eks pelatih Bhayangkara itu dikontrak selama dua tahun untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF 2020.
Yang menarik yakni bandrol gaji yang diberikan oleh PSSI. Federasi sepakbola tanah air itu dikabarkan memberikan gaji sekitar Rp2-3 miliar per tahun.
Jumlah nominal itu memang tak terlampau besar jika dibanding dengan pendahulunya yakni Luis Milla Aspas yang digaji PSSI hingga Rp2 Miliar per bulan.
Namun jika dibanding dengan para pelatih Timnas Indonesia lainnya, McMenemy tercatat menjadi yang termahal.
Alfred Riedl yang mampu membawa skuat Garuda sampai ke final Piala AFF 2016 hanya bergaji Rp1,2 miliar per tahunnya atau sekitar Rp100 jutaan.
Lalu sebelum itu ada pula nama Peter Withe. Pelatih yang mengantarkan Timnas Indonesia ke final Piala AFF 2004 itu punya gaji sekitar Rp146 juta per bulannya atau Rp1,7 miliar per tahunnya.
Pernah bikin sensasi dengan artis hot Indonesia
Sosok Simon McMenemy sebetulnya sudah sangat familiar di tanah air sejak 2010 atau tepatnya setahun sebelum mulai melatih di Indonesia.
Namanya bikin geger setelah kepergok sedang asyik nongkrong di sebuah kelab malam bersama sosok artis Indonesia yang bekalangan diketahui sebagai Rahma Azhari.
Dalam foto yang tersebar di jagat maya, McMenemy tampak sedang merangkul dua wanita yang salah satunya adalah Rahma Azhari.
Kedekatan keduanya ternyata tak hanya menyedot perhatian di Indonesia, media Filipina yakni ABS-CBNNews juga mengulas tentang kemesraan antara McMenemy dengan Rahma Azhari.
Menjawab rumor yang beredar kala itu, Rahma pun sempat memberikan klarifikasinya. Ia menyebut bahwa hubungannya dengan McMenemy hanya sebatas teman saja.
Kekalahan beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2022
Akar dari pemecatan Simon McMenemy tak lain lantaran performa Timnas Indonesia yang memble di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Di empat laga awal, skuat Garuda tak sekalipun meraih poin. Setelah kalah 2-3 dari Malaysia, Timnas Indonesia dibantai Thailand 0-3.
![Penyerang naturalisasi Timnas Indonesia, Osas Saha (tengah) melepaskan tembakan dalam laga putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/9/2019). [Suara.com/Arya Manggala]](https://media.bolatimes.com/thumbs/2019/09/11/31979-penyerang-naturalisasi-timnas-indonesia-osas-saha-tengah-melepaskan-tembakan/730x480-img-31979-penyerang-naturalisasi-timnas-indonesia-osas-saha-tengah-melepaskan-tembakan.jpg)
Setelah itu, mereka digelontor lima gol tanpa balas saat bertandang ke markas Uni Emirat Arab.
Kembali ke kandang, menjamu Vietnam, Stefano Lilipaly dkk dihajar 1-3.
Hasil ini menempatkan Timnas Indonesia di posisi paling buncit klasemen sementara Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.