Bhayangkara FC Pastikan Kontrak dengan Sponsor Masih Aman

Reky Kalumata
Bhayangkara FC Pastikan Kontrak dengan Sponsor Masih Aman
Skuat Bhayangkara FC sedang berlatih di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (30/1/2020). (dok. Bhayangkara FC).

Pihak sponsor masih memahami penundaan liga

Suara.com - Manajemen Bhayangkara FC menyebut kontrak bersama sponsor hingga saat ini masih aman meskipun tidak ada aktivitas kompetisi akibat PSSI dan PT LIB menunda liga akibat pandemi COVID-19.

"Sementara ini tidak ada masalah, termasuk juga dengan sponsor," ujar manajer Bhayangkara FC I Nyoman Yogi Hermawan seperti dilansir Antara, Kamis (2/4/2020).

Menurutnya, pihak sponsor masih memahami penundaan liga. Apalagi pandemi ini merupakan masalah yang dihadapi bersama-sama bukan hanya berdampak di dunia olahraga tapi seluruh sektor.

Manajer Bhayangkara FC Nyoman Yogi Hermawan (kanan) dan COO Bhayangkara FC Sumardji (kiri) saat jumpa pers perkenalan Saddil Ramdani sebagai pemain baru (suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)
Manajer Bhayangkara FC Nyoman Yogi Hermawan (kanan) dan COO Bhayangkara FC Sumardji (kiri) saat jumpa pers perkenalan Saddil Ramdani sebagai pemain baru (suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)

Dalam penundaan liga ini, klub-klub memang tengah khawatir sponsor tidak lagi memberikan suntikan dana. Terlebih, gaji para pemain sebagiannya berasal dari pemasukan sponsor.

Sementara itu, COO Bhayangkara FC Sumardji mengatakan akan terus berkoordinasi dengan para pihak sponsor serta memantau perkembangan terkini liga.

Jika nantinya status darurat virus corona diperpanjang lebih dari 29 Mei, kata dia, Bhayangkara FC tentu punya pertimbangan dengan sponsor.

"Pasti ada pertimbangan. Saya akan berbicara dengan sponsor karena kondisinya memang seperti ini. Kita akan bicara lebih lanjut dengan para sponsor," kata dia.

Selain sponsor yang menjadi beban bagi klub adalah gaji para pemain serta ofisial. Tak adanya kompetisi berarti tak ada pemasukan bagi mereka. Namun PSSI mengeluarkan keputusan soal skema pembayaran gaji maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.

Artinya, selama kompetisi dihentikan, klub diperbolehkan membayar gaji para pemain dan ofisial sebesar 25 persen saja dari nilai gaji bulanan yang tertera di kontrak.

"Kita sebagai klub mengikuti apa yang sudah diputuskan federasi. Lagipula memang saat ini tidak ada aktivitas yang dilakukan tim. Jadi kita ikuti keputusan," kata Sumardji.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS