alexametrics

Timnas Indonesia U-16 vs UEA, Bima Sakti Sudah Kantongi Kekuatan Lawan

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Timnas Indonesia U-16 vs UEA, Bima Sakti Sudah Kantongi Kekuatan Lawan
Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti saat memimpin anak-anak asuhannya berlatih jelang menghadapi UEA pada pertandingan uji coba internasional. (dok. PSSI)

Salah satu pemain UEA yang diwaspadai oleh Bima Sakti adalah Sultan Adel Muhammad.

Suara.com - Timnas Indonesia U-16 akan melawan Uni Emirat Arab (UEA) di pertandingan kedua pada laga uji coba, Sabtu (24/10/2020). Pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, mengaku sudah mengantongi kekuatan lawan.

Hal ini setelah pada pertemuan pertama, Garuda Asia --julukan Timnas Indonesia U-16-- kalah 2-3. Padahal, Pasukan Merah Putih sempat unggul di babak pertama 2-1.

"Besok kita sudah mengantongi kelemahan mereka dan tadi kita latihan sekalian persiapan juga untuk pertandingan besok karena kita melihat memang pemain-pemain mereka memiliki kualitas bagus, kemudian memiliki striker yang bagus," kata Bima Sakti dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (24/10/2020).

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. [dok. PSSI]
Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. [dok. PSSI]

Salah satu pemain UEA yang diwaspadai oleh Bima Sakti adalah Sultan Adel Muhammad. Pemain yang berposisi sebagai striker itu mencetak hat-trick ke gawang Indonesia di pertemuan pertama.

Baca Juga: Pemain Timnas U-16 Ini Ingin Hasil Lebih Baik di Laga Kedua Kontra UEA

"Yang namanya Sultan itu kita waspadai. Selain itu pemain UEA sering terjadi crossing yang membahayakan pertahanan kita, jadi kita antisipasi, kalau bisa kita block di awal," jelas Bima Sakti.

Instruksi khusus diberikan Bima kepada anak asuhannya. Salah satu yang diminta Bima adalah mempersulit pemain UEA untuk tidak melakukan crossing.

Sebab, Bima melihat para Timnas U-16 kurang dalam hal postur tubuh. Menurutnya, itu salah satu cara antisipasi serangan-serangan UEA.

"Kalau bisa kita tutup agar mereka tidak bisa crossing atau mempersulit mereka untuk membuat crossing, sehingga pemain belakang juga lebih siap kalau terjadi crossing jangan hanya melihat bola," ungkapnya.

"Jangan hanya melihat posisi bola di mana, tetapi juga melihat di sekitar mereka, melihat lawan mereka, dan melihat posisi teman yang lain," pungkas mantan pemain Persiba Balikpapan itu.

Baca Juga: Bima Sakti akan Rotasi Kiper di Laga Kedua Timnas Indonesia U-16 Kontra UEA

Komentar