Tampil Apik di Liga Champions, Manchester United Capai Keseimbangan?

Syaiful Rachman

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 19:51 WIB
Tampil Apik di Liga Champions, Manchester United Capai Keseimbangan?
Gelandang serang Manchester United, Juan Mata (kiri) merayakan gol bersama rekan-rekannya, dalam laga Piala Liga Inggris 2020/2021 kontra Brighton di AMEX Stadium, Sussex, Kamis (1/10/2020) dini hari WIB. [ANDY RAIN / POOL / AFP]

Suara.com - Setelah menang 5-0 melawan RB Leipzig dalam pertandingan grup Liga Champions dan tak kebobolan dalam dua pertandingan terakhir, manajer Ole Gunnar Solksjaer dan bek Victor Lindelof sama-sama yakin Manchester United tengah mencapai keseimbangan dan menemukan ritmenya.

Lebih dari tiga pekan lalu setelah diluluhlantakkan 1-6 Tottenham Hotspur, Setan Merah dianggap sudah habis oleh banyak kalangan dan kata krisis pun dilabelkan kepada Setan Merah.

Manakala Solskjaer ngotot menurunkan lagi kapten Harry Maguire untuk melawan Newcastle United, suara sumbang serempak mencibir keputusan itu.

Bagaimana bisa biang keladi kebobolan banyak gol Setan Merah dan juga faktor di balik tumbangnya Inggris di tangan Denmark tetap ditunjuk menjaga benteng yang tak bisa dia jaga dengan baik bahkan nyaris dikoyak tim sekecil Brighton.

Ternyata yang terjadi di St James' Park membantah semua cibiran dan segala keraguan.

Bek Manchester United, Harry Maguire (kiri) berduel dengan pemain Southampton, Stuart Armstrong pada laga Liga Inggris 2019/2020 di Old Trafford, Selasa (14/7/2020) dini hari WIB. [Clive Brunskill / POOL / AFP]
Bek Manchester United, Harry Maguire (kiri) berduel dengan pemain Southampton, Stuart Armstrong pada laga Liga Inggris 2019/2020 di Old Trafford, Selasa (14/7/2020) dini hari WIB. [Clive Brunskill / POOL / AFP]

Sang kapten menjawab langsung segala omongan miring kepada dia dengan mengawali pesta gol 4-1 pada menit ke-23 atau 20 menit setelah bunuh diri Luke Shaw yang sempat menguatkan dugaan bahwa Setan Merah lagi ditimpa krisis.

Maguire lagi dirundung masalah di luar lapangan akibat insiden di Yunani, balik mencibir mereka yang menganggap United sedang krisis.

"Gila!", kata Maguire kepada Sky Sports ketika ditanya apakah MU sedang krisis.

"Baru juga empat pertandingan sudah disebut krisis besar, cuma gara-gara dua kali kalah dari empat laga."

baca juga

Melawan Newcastle itu MU tak membumbui kemenangannya dengan gol penalti yang selama ini menjadi bahan ejekan termasuk oleh manajer Spurs Jose Mourinho yang menyebut Setan Merah diuntungkan penalti secara beruntun.

Banyak kalangan tetap menganggap remeh kemenangan atas Newcastle itu karena lawan dianggap lebih lemah.

Namun di Parc des Princes, Paris, tiga hari setelah itu pada 21 Oktober, MU membuktikan hasil di St James' Park itu bukan karena skala lawan. Melainkan karena keadaan domestik United yang perlahan menanjak, mulai dari strategi lapangan sampai performa pemain.

Menang 2-1 melawan Paris Saint Germain yang finalis Liga Champions musim lalu dalam kompetisi seangker Liga Champions adalah jawaban bahwa ini bukan lagi soal kebetulan.

Okelah kemenangan itu terjadi setelah strategi meredam tekanan lawan dengan cara menumpuk pemain di daerah pertahanan sendiri. Tetapi itu kan bagian dari strategi agar menang.

Lagi pula statistik pertandingan menunjukkan baik MU maupun PSG sama-sama melepaskan 14 percobaan gol.

Dan fakta PSG cuma bisa mengandalkan gol bunuh diri Anthony Martial telah menyimpulkan pejalnya barisan belakang United ketika mereka dibombardir oleh trio predator paling ganas di Eropa: Neymar, Kylian Mbappe, dan Angel di Maria.

Pemain MU Marcus Rashford menendang bola ke gawang RB Leipzig dalam pertandingan matchday kedua Grup H Liga Champions yang berlangsung di Old Trafford, Kamis (29/10/2020). [AFP]
Pemain MU Marcus Rashford menendang bola ke gawang RB Leipzig dalam pertandingan matchday kedua Grup H Liga Champions yang berlangsung di Old Trafford, Kamis (29/10/2020). [AFP]

Gonta ganti formasi

Gol penentu kemenangan dari Marcus Rashford juga menyiratkan tajamnya barisan serang United sekalipun menghadapi kiper sekaliber Keylor Navas dan bek-bek tangguh seperti Presnel Kimpembe dan Layvin Kurzawa.

Saat itu Solksjaer kembali bereksperimen dengan memasukkan pemain baru atau pemain non reguler Alex Telles dan Axel Tuanzebe.

Para pemain MU bekerja disiplin, tenang dan sabar menunggu peluang. David de Gea juga masih jauh disebut sudah mendekati ujung karirnya karena berulang kali mementahkan peluang-peluang emas PSG.

Barisan tengah dan pertahanannya cerdas membaca waktu untuk memutuskan kapan harus turun dan kapan harus naik. Mereka menjadi lebih berani bertarung mengendalikan tempo permainan.

Tuanzebe bahkan disiplin mempersempit gerak duo bomber Neymar-Mbappe. Meski demikian, ada kesempatan turut membangun serangan.

Orkestra Paris berlanjut di Old Trafford ketika Chelsea menjajal Setan Merah di pertandingan liga.

Tak lagi memasang 3-4-1-2 yang efektif meredam Neymar-Mbappe-Di María, Solskjaer kembali menurunkan formasi baru dan komposisi pemain yang berbeda.

Sekali lagi, terutama barisan pertahanannya, efektif menjinakkan trisula maut Chelsea yang terdiri dari Hakim Ziyech, Timo Werner dan Kai Havertz. Front-three Chelsea ini tak kalah berbahaya dari trio bomber PSG yang sudah mereka jinakkan di Paris sebelumnya.

Tak hanya itu, untuk kesekian kalinya United memamerkan skema serangan balik mematikan.

Rashford, Mason Greenwood dan Edinson Cavani, selain para gelandang mulai Juan Mata sampai Bruno Fernandes, bisa sangat menyengat.

14 percobaan gol mereka ciptakan dalam laga di Old Trafford itu, sedangkan Chelsea cuma bisa mengirim 4 percobaan gol. Hanya karena Edouard Mendy yang tangguh mengawal gawang Chelsea yang membuat United tak bisa mengonversi peluang-peluang itu.

Kemudian pada pertandingan terakhirnya Kamis (29/10/2020) dini hari WIB, Solksjaer kembali memasang formasi yang berbeda saat menjamu RB Leipzig.

Rashford, Fernandes, dan Scott McTominay disimpan di bangku cadangan.

Greenwood diturunkan lagi sebagai starter, demikian pula Paul Pogba, sedangkan Donny van de Beek membuat debut sebagai starter di luar pertandingan Piala Liga. Pertahanan tetap menjadi otoritas Aaron Wan-Bissaka, Maguire, Lindelof dan Shaw.

Lagi-lagi pertahanan Setan Merah sulit ditembus tim Jerman yang tengah memuncaki klasemen Bundesliga itu.

Dan itu memberi kepercayaan besar kepada para gelandang dan striker untuk fokus gentayangan di separuh lapangan berikutnya.

Gelandang Manchester United Bruno Fernandes (kiri) merayakan golnya ke gawang Brighton and Hove Albion dengan Paul Pogba saat laga lanjutan Liga Inggris di American Express Community Stadium. Alastair Grant / POOL / AFP
Gelandang Manchester United Bruno Fernandes (kiri) merayakan golnya ke gawang Brighton and Hove Albion dengan Paul Pogba saat laga lanjutan Liga Inggris di American Express Community Stadium. Alastair Grant / POOL / AFP

Sama berkualitasnya

Tetap bertumpu pada serangan balik, Solskjaer yang telah menggunakan empat sistem berbeda dalam empat laga berturut-turut, menempatkan pemain-pemainnya dalam posisi yang sabar menunggu lawannya yang agresif itu untuk membuat kesalahan, persis kala menghadapi PSG.

Kali ini di Old Trafford, United sudah tahu betul bagaimana mengeksploitasi kedahsyatan barisan serangnya.

Pogba dengan cerdas mengumpan Greenwood yang bergerak cepat untuk menciptakan gol pembuka. Setelah gol ini United kembali memancing Leipzig membuat kesalahan dan dibuat terlena oleh keasyikan meneror pertahanan Setan Merah.

Namun begitu Solskjaer memasukkan McTominay, Rashford dan Fernandes. Kelengahan Leipzig karena fokus menyerang menjadi malapetaka. Empat gol tambahan pun tercipta yang tiga di antaranya disarangkan Rashford, semuanya dari permainan terbuka.

Kemenangan besar 5-0 atas Leipzig itu bisa menyimpulkan Solskjaer telah sukses menarik pelajaran dari kekalahan mengerikan 1-6 dari Tottenham. Ternyata kekalahan itu bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah baru.

Solskjaer juga yakin dia telah memiliki skuad yang merata kualitasnya. Dia bisa mengubah-ubah sistem sekaligus bongkar pasang pemain sampai lama kelamaan memiliki kualitas hampir sama.

Keputusannya memasang McTominay, Rashford dan Fernandes sebagai cadangan yang ditempuh sebagai persiapan menghadapi Arsenal Minggu pekan ini, berbuah sukses.

Sejak menang melawan Newcastle, United bisa dibilang berhasil dalam metode gonta ganti sistem dan bongkar pasang pemain yang ternyata memberi kesempatan besar kepada Solksjaer untuk terus memberikan waktu bermain yang cukup kepada seluruh anggota skuad serta menilai kelebihan dan kekurangan pemain-pemainnya.

Agaknya inilah misi utama Solksjaer terus gonta ganti formasi tim, terlebih pada musim ini ketika jadwal pertandingan menjadi padat dan melelahkan bagi pemain akibat kacaunya jadwal event-event sebelumnya gara-gara pandemi sehingga tak bisa terus menurunkan pemain yang itu-itu saja.

Dengan rotasi pemain seperti ini semua pemain pun menjadi siap diturunkan, mengurangi kesenjangan kualitas antar pemain inti dan cadangan, serta menghindarkan ketergantungan kepada pemain bintang manakala cedera.

Ini persis terjadi pada Liverpool dan Manchester City sekarang atau saat masa keemasan Setan Merah ketika di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Solksjaer yang kerap menjadi pemain pengganti semasa Sir Alex itu tahu betul bahwa kala itu United adalah tim yang merata kekuatannya. Inilah yang mungkin hendak dikembalikan Solksjaer ke tim MU saat ini.

Namun metode ini masih perlu pembuktian lagi kala melawan tim-tim besar Liga Inggris termasuk Arsenal akhir pekan ini, setelah cuma bisa memetik 0-0 melawan Chelsea.

Jika hasil laga melawan Arsenal nanti berpihak kepada United maka Setan Merah memang mungkin telah mencapai ekuilibriumnya.

Seandainya tren itu berlanjut, maka Solksjaer tidak salah mengatakan bahwa MU sudah memiliki kedalaman skuad yang artinya baik pemain inti maupun pemain pelapis sama-sama berkualitas seperti era Sir Alex.

Tetapi jika pertandingan melawan Arsenal itu malah memberi luka lagi kepada United, maka Solksjaer terlalu cepat menilai diri. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling

Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:57 WIB

Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United

Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:41 WIB

Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi

Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:48 WIB

Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United

Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:48 WIB

Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak di Atalanta hingga 2031

Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak di Atalanta hingga 2031

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:20 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Ruben Amorim Ungkap Momen Penyesalan di Manchester United, Kini Siap Move On Bareng AC Milan

Ruben Amorim Ungkap Momen Penyesalan di Manchester United, Kini Siap Move On Bareng AC Milan

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:43 WIB

Manchester United Rekrut Andrey Santos dari Chelsea, Rogoh Kocek Rp1,05 Triliun!

Manchester United Rekrut Andrey Santos dari Chelsea, Rogoh Kocek Rp1,05 Triliun!

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:22 WIB

Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik

Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:43 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kini Berlaku Sistem Buka-Tutup

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kini Berlaku Sistem Buka-Tutup

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:54 WIB

Promo Belanja Lipstik di Guardian dari BRI, Cek Syaratnya!

Promo Belanja Lipstik di Guardian dari BRI, Cek Syaratnya!

Bri | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:54 WIB

5 HP Murah dengan Kamera Video Stabilizer Terbaik, Hasil Rekaman Makin Mulus

5 HP Murah dengan Kamera Video Stabilizer Terbaik, Hasil Rekaman Makin Mulus

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:50 WIB

Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?

Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:50 WIB

Tak Menyerah pada Keadaan, Anak Buruh Bangunan Ini Berhasil Meraih Kartika Astha Brata

Tak Menyerah pada Keadaan, Anak Buruh Bangunan Ini Berhasil Meraih Kartika Astha Brata

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:47 WIB

Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix

Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:45 WIB

Nostalgia Hadir sebagai Tren Baru: Mengapa Gen Z Merindukan Era 2000-an?

Nostalgia Hadir sebagai Tren Baru: Mengapa Gen Z Merindukan Era 2000-an?

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:45 WIB

Deddy Sitorus dari Partai Apa? Anggota DPR Sebut Wartawan 'Rombongan Sirkus'

Deddy Sitorus dari Partai Apa? Anggota DPR Sebut Wartawan 'Rombongan Sirkus'

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:42 WIB

Veronica Tan Minta P3MI Stop Kirim WNI Tanpa Jaminan Keamanan: Nyawa Pekerja Bukan Taruhan

Veronica Tan Minta P3MI Stop Kirim WNI Tanpa Jaminan Keamanan: Nyawa Pekerja Bukan Taruhan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:41 WIB

Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet

Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:40 WIB

×