Suara.com - Lionel Messi disebut sebagai kambing hitam di balik tidak harmonisnya ruang ganti Barcelona. Sebab, pemain asal Argentina itu pernah mengeluarkan pernyataan yang dirasa meremehkan rekan setimnya.
Pada bursa transfer musim panas kemarin, Lionel Messi sempat menyatakan ingin pergi dari Camp Nou. Namun, pada akhirnya Lionel Messi tetap bertahan karena Barcelona ngotot membanderol Messi dengan harga yang sangat tinggi.
Setelah memutuskan bertahan, Lionel Messi tetap mengkritik manajemen klub. Messi mengatakan bahwa dirinya seperti berjuang sendirian untuk mengangkat performa Barcelona.
Dilansir dari laporan Mundo Deportivo pada Sabtu (12/12/2020), komentar Messi tersebut adalah pemicu perpecahan di skuat Barcelona. Dalam laporan itu disebutkan bahwa sebagian pemain tidak senang karena diremehkan Messi.
![Megabintang Barcelona, Lionel Messi. [LLUIS GENE / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/03/83195-lionel-messi-fc-barcelona.jpg)
Rekan setimnya di Barcelona merasa bahwa kontribusinya untuk klub tidak dianggap lagi. Hal itu dinilai menjadi faktor menurunnya performa Barcelona di musim ini, meski Lionel Messi tetap bertahan.
Nyatanya, sejauh ini Barcelona masih tercecer di posisi ke-9 klasemen sementara LaLiga Spanyol dengan koleksi 14 poin dari 10 pertandingan. Mereka juga kalah saing dengan Juventus di fase grup Liga Champions.
Sementara itu, masa depan pemain berusia 33 tahun itu terus menjadi topik pembicaraan klub setelah dia minta untuk dilepaskan menyusul musim 2019/20 yang penuh konflik dan gejolak bagi Barcelona.
Messi dirumorkan akan bereuni dengan mantan pelatihnya, Pep Guardiola di Manchester City sebelum memutuskan bertahan di Spanyol, meski ia juga sempat dikait-kaitkan dengan Paris Saint-Germain, dan Inter Milan.