Keyakinan Solskjaer ini didasarkan kepada pencapaian pasukannya belakangan ini.
10 pertandingan liga terakhir yang tak terkalahkan yang membuat mereka menduduki urutan kedua klasemen dan sekaligus menyamai koleksi poin Liverpool sebanyak 33 poin serta berpeluang menyalip si juara bertahan di puncak klasemen kala dijamu Burnley pada 12 Januari, sudah pasti membuat Solskjaer yakin kali ini United akan berhasil.
"Kami sudah berkembang dalam 12 bulan terakhir sejak semifinal terakhir dalam Piala Liga, jadi ini bukan cuma soal memenangkan semifinal," kata Solskjaer kepada wartawan seperti dikutip Antara dari Reuters.
"Kami percaya diri, tengah dalam performa bagus, jadi tidak ada alasan. Anda bermain guna meraih trofi dan itu membuat Anda lapar memenangkan lebih banyak lagi. Skuad ini sudah fokus dan siap berbuat sesuatu," tandas Solskjaer.
United imbang 0-0 saat menjamu City dalam pertandingan liga mereka bulan lalu. City mendominasi penguasaan bola. Tapi setelah menyaksikan Chelsea digebuk City 3-1, Solskjaer kini mencermati formasi serangan balik Guardiola.
"Anda tak pernah tahu sistem apa yang akan dia gunakan tetapi Anda harus bertahan dengan baik. Sulit sekali mempertahankan bola di separuh lapangan mereka, kami harus berani, kompak," sambung Solskjaer. "Dan kami sudah menemukan keseimbangan itu."
Kevin De Bruyne sudah pasti bakal diawasi khusus oleh Solskjaer karena pemain inilah yang menjadi otak pemainan City.
Dia bermain cemerlang dengan posisi interimnya sebagai penyerang tengah saat melawan Chelsea yang dilapis oleh Ilkay Gundogan sebagai pengatur lalu lintas di tengah.
Solskjaer juga harus memperhatikan duet John Stones dan Ruben Dias yang bahu membahu menjadi bendungan bagi derasnya serangan lawan.
Manajer asal Norwegia ini kemungkinan memasang line-up hampir sama dengan skuad yang dipasang saat mengalahkan Aston Villa, kecuali mungkin Paul Pogba.
Saat melawan Villa itu, MU memasang formasi 4-2-3-1 di mana Luke Shaw, Harry Maguire, Eric Bally dan Aaron Wan-Bissaka menjadi trio pertahanan yang disangga dua gelandang bertahan Scott McTominay dan Fred yang juga bisa membantu serangan yang akan diujungtombaki kembali oleh Anthony Martial.
Trio Marcus Rashford, Bruno Fernandes dan Mason Greenwood kemungkinan dipasang melapis Martial. Keempatnya bisa membuat sibuk John Stones dan Ruben Dias.
![Manajer Manchester City Josep Guardiola memberikan selamat kepada manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer usai pertandingan Liga Inggris yang berakhir 2-0 bagi tuan rumah di Old Trafford, Minggu (8/3/2020). [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/03/09/87360-josep-guardiola.jpg)
Manchester City Tergerus COVID-19, Guardiola Tetap Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata
Manajer Manchester City Pep Guardiola mengaku skuadnya sudah berkurang banyak saat laga Kamis dini hari nanti itu, gara-gara digerus oleh wabah COVID-19 yang menerjang klub Etihad ini.
Serangan COVID-19 ini sampai memaksa City menunda pertandingan liga menghadapi Everton yang harusnya 28 Desember.
Saat menghadapi Chelsea dalam pertandingan liga Minggu pekan lalu, Guardiola terpaksa tak bisa memasang tujuh pemain intinya akibat COVID-19.
Ternyata penderitaan ini berlanjut saat bertandang ke Old Trafford nanti karena City masih tak bisa membawa enam pemainnya karena positif COVID-19 saat menang 3-1 dalam pertandingan melawan Chelsea itu.
"Kami tak punya banyak pemain," kata Guardiola kepada Sky Sports seperti dikutip Reuters.
"Tak apa kalau cuma memainkan satu atau dua pertandingan, tetapi jika terus-terusan untuk waktu yang lama, dan Anda hanya bisa menggunakan 14 atau 15 pemain, maka itu lebih menyulitkan."
Ederson, Kyle Walker, Eric Garcia dan Gabriel Jesus absen saat mengalahkan Chelsea karena positif terpapar virus corona, sedangkan Ferran Torres tengah menjalani isolasi mandiri. Nathan Ake dan Aymeric Laporte absen dalam laga di Stamford Bridge karena cedera.
"Kami harus menyesuaikan diri sebisa mungkin. Kami tidak punya pilihan. Yang penting para pemain yang tertular COVID segera pulih dan pemain lain sebisa mungkin berusaha menghindarinya (COVID-19)," sambung Guardiola.
Pep sudah membuktikan timnya bisa mengakali keterbatasan itu. Sewaktu melawan Chelsea itu City yang biasanya mendominasi penguasaan bola terungguli The Blues dalam soal ini.
Tapi jangan lupa, waktu itu Guardiola memasang strategi baru yang agak bertumpu kepada serangan balik yang super maut. Skema ini ditopang oleh kuatnya pertahanan mereka yang merupakan satu dari tiga tim Liga Premier selain Liverpool dan Aston Villa yang kebobolan paling sedikit musim ini.
Jadi kalaupun skuadnya menyusut, City tetaplah City yang agresif dan sangat menyakitkan saat menyerang, terlebih yang dihadapi musuh sekota. Pasti ada dimensi dan semangat lain yang memperbesar nafsu dan adrenalin para pemain Guardiola.
Dan Pep kemungkinan mempertahankan skuad yang menelan Chelsea itu, dengan sedikit modifikasi dalam starternya, termasuk memasang sejak awal Sergio Aguero.
Zack Steffen bakal tetap menjaga gawang City. Trio pertahanan Joao Cancelo, Dias, dan Stones tetap melapis Steffen, namun Oleksandr Zinchenko kemungkinan diganti Benjamin Mendy.
Fernandinho dan Gundogan akan ditugaskan beroperasi di tengah sebagai jembatan baik untuk empat bek maupun trio Riyad Mahrez, Kevin De Bruyne, Phil Foden, dan ujung tombak Aguero.
