Suara.com - Langkah Timnas Spanyol di Euro 2020 akhirnya terhenti di babak semifinal usai dikalahkan Italia dalam drama adu penalti di Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB. Penyerang Alvaro Morata jadi sorotan dalam kekalahan La Furia Roja --julukan Timnas Spanyol-- ini.
Turun sebagai pemain pengganti, Morata sejatinya sempat memperpanjang napas Spanyol dengan golnya di menit ke-80, yang membuat skor jadi 1-1 dan memaksa laga dilanjut ke babak perpanjangan waktu.
Skor 1-1 tak berubah di extra-time dan pemenang laga Italia vs Spanyol pun harus ditentukan lewat adu penalti. Spanyol kalah 2-4 di babak tos-tosan ini, dengan Morata menjadi salah satu eksekutor La Furia Roja yang gagal mencetak angka.
Sepakannya mendatarnya ke pojok kanan bawah gawang Italia relatif lemah dan bisa dibendung kiper Gianluigi Donnarumma.
Terkait kegagalan Morata ini, pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique, mengungkapkan jika ia tidak bisa menolak keinginan sang penyerang untuk jadi salah eksekutor di babak tos-tosan ini.
![Gestur pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique pada laga semifinal Euro 2020 kontra Italia di Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB. [FACUNDO ARRIZABALAGA / POOL / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/07/56984-luis-enrique-timnas-spanyol.jpg)
Menurut Enrique, penyerang Juventus itu memang bersikeras untuk jadi salah satu eksekutor penalti Spanyol.
Sebelum laga semifinal ini, Morata sendiri sempat dihujani kritikan setelah Spanyol nyaris gagal lolos dari fase grup Euro 2020.
Penyerang 28 tahun itu gagal memaksimalkan rebound penalti Gerard Moreno pada laga kontra Polandia.
Terkait penalti, Morata juga sebelumnya gagal mengonversi tendangan 12 pas menjadi gol di laga lawan Slovakia lalu. Meski Spanyol menang telak 5-0 laga pamungkas Grup E itu, sebuah penalti Morata berhasil ditepis Martin Dubravka.
Karena itu, banyak pihak yang ragu, termasuk tentunya fans Spanyol sendiri, saat Morata maju sebagai salah satu eksekutor penalti di laga semifinal lawan Italia.
Dan benar saja, Morata kembali gagal menjalankan tugasnya dan kini Spanyol akhirnya tersingkir.
"Pertama-tama, saya pikir para pemain saya pantas disebut luar biasa. Saya tidak punya kritikan, termasuk kepada Alvaro yang nyata-nyata menyelamatkan kami," tutur Enrique seperti dimuat football-espana, Rabu (7/7/2021).
"Jika dia tidak mencetak gol, maka Spanyol akan kalah di waktu normal," sambung eks pelatih Barcelona dan AS Roma itu.
"Alvaro memiliki masalah (cedera) otot adduktor. Tapi, dia masih ingin mengambil penalti. Ya, dia sebelumnya gagal mengambil penalti di Euro (2020) ini (lawan Slovakia), tapi dia masih bersikeras untuk mengambil penalti di laga semifinal ini, untuk membayar tuntas kesalahannya. Sayang memang ia kembali gagal," celoteh Enrique.
"Ya, ini inisiatifnya sendiri saat saya menentukan penendang sebelum babak adu penalti ini. Dia bersikeras jadi penendang penalti," ungkap mantan gelandang Real Madrid dan Barcelona itu.