alexametrics

Kerja Sama dengan Polri, PSSI: Jangan Macam-macam, Tidak Boleh Lagi Atur Skor dan Suap

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Kerja Sama dengan Polri, PSSI: Jangan Macam-macam, Tidak Boleh Lagi Atur Skor dan Suap
Ketum PSSI Mochamad Iriawan disela acara kongres tahunan PSSI yang berlangsung di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

PSSI dan Polri sepakat berantas mafia bola.

Suara.com - PSSI dan Polri sepakat menjalin kerja sama dalam rangka penerbitan rekomendasi atau pemberian izin kompetisi, bantuan pengamanan, kesehatan, dan hubungan luar negeri. Selain itu, dari sektor penegakan hukum PSSI dan Polri juga sepakat untuk memerangi mafia pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Kerja sama tersebut tertuang pada Nomor: 12/PSSI/VII-2021 dan Nomor: PKS/27/VII/2021 tentang Penerbitan rekomendasi dan/atau pemberian izin bantuan pengamanan, penegakan hukum, kesehatan, dan hubungan luar negeri dalam kegiatan PSSI.

Kerja sama itu ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan serta Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops Kapolri) Irjen Pol Imam Sugianto.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita (kiri) sebelum Rapat Koordinasi Pengkajian Terhadap Usulan Kompetisi Sepak bola Liga 1 dan 2 di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (10/2/2021). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita (kiri) sebelum Rapat Koordinasi Pengkajian Terhadap Usulan Kompetisi Sepak bola Liga 1 dan 2 di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (10/2/2021). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Lewat kerja sama ini PSSI merupakan satu-satunya organisasi sepak bola yang bersifat nasional dan berwenang mengatur, mengurus serta menyelenggarakan semua kegiatan atau kompetisi sepak bola di Indonesia yang sesuai dengan FIFA, AFC, dan ASEAN Football Federation (AFF).

Baca Juga: Ngebet Buang Griezmann, Barcelona Tawari Man City Tukar Guling 4 Pemain, Termasuk Mahrez

Sedangkan Kepolisian merupakan unsur pengawas dan pembantu pimpinan dalam bidang manajemen operasional kepolisian yang bekerja sama dengan Kementerian atau Lembaga yang berada di bawah Kapolri dan Kemenpora.

"Ini menunjukkan komitmen dari PSSI dan Mabes Polri dalam memajukan sepak bola nasional agar bersih, enak ditonton, dan menjadi industri agar bisa bersaing dengan negara lain," kata Iriawan dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (23/7/2021).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Satgas Antimafia Bola kembali dilanjutkan. Nantinya, akan ada perwakilan PSSI dan kepolisian dalam Satgas Antimafia Bola untuk melakukan pengawasan, pemantauan, dan pencegahan.

Kepolisian bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan dukungan PSSI terhadap oknum tertentu yang terlibat dalam kegiatan pengaturan skor, suap maupun kegiatan lain yang dapat berakibat merugikan pertandingan sepak bola.

"Jadi jangan macam-macam sekarang. Tidak boleh lagi yang namanya pengaturan skor, suap, maupun kegiatan lain yang merugikan sepak bola itu sendiri. Ini komitmen saya sejak ditunjuk menjadi Ketua Umum PSSI pada Kongres di Jakarta pada 2019" jelas Iriawan.

Baca Juga: Direktur Barcelona Relakan Miralem Pjanic dan Samuel Umtiti Pergi

Sementara kaitannya dengan perizinan event internasional atau nasional akan dikeluarkan oleh Mabes Polri berdasarkan rekomendasi dari Polda setempat.

Komentar