alexametrics

Konyol! Niat Belasungkawa Korban Covid-19, Everton Malah Pasang Foto Mangsa Nazi

Rauhanda Riyantama
Konyol! Niat Belasungkawa Korban Covid-19, Everton Malah Pasang Foto Mangsa Nazi
Everton sukses mengalahkan Southampton 3-1 di pekan perdana Liga Inggris 2021/2022. (LINDSEY PARNABY / AFP)

Everton salah pasang foto korban kekejaman Nazi yakni seorang gadis 15 tahun.

Suara.com - Kejadian konyol dilakukan Everton dalam pemberian penghormatan untuk para korban Covid-19 jelang melakoni laga kontra Southampton di pekan perdana Liga Inggris musim 2021/2022.

Para penggemar Liga Inggris khususnya fan Everton dibuat geleng kepala setelah penghormatan belasungkawa korban Covid-19 salah pasang foto.

Melalui sebuah video yang diputar lewat videotron di Stadion Goodison Park, pihak Everton justru menampilkan Anne Frank yang merupakan korban Nazi.

Sontak video yang berdurasi empat menit dan diputar jelang pertandingan laga pekan perdana The Toffes di Liga Inggris musim ini membuat fan terhenyak.

Baca Juga: Laga Tottenham Vs Manchester City Diwarnai Ucapan Dirgahayu Indonesia ke 76

Dilansir dari The Sun, Anne Frank meninggal di kamp kematian Nazi pada 1945 saat usianya masih 15 tahun setelah mencoba bersembunyi di Amsterdam.

Foto yang memperlihatkan Anne Frank muncul selama satu menit 50 detik dalam video tersebut, hal inilah yang membuat para suporter terheran.

Everton salah pasang foto korban Nazi. (The Sun)
Everton salah pasang foto korban Nazi. (The Sun)

Para fan yang terjun ke media sosial pun tak mampu menahan kekesalan dengan menunjukkan kesalahan pihak Everton dalam video tersebut.

Termasuk menyoroti beberapa nama yang dinilai asal dimasukkan dalam video dan mengada-ada, salah satunya Fay Knewse.

"Ini adalah sentuhan yang indah dari Everton. Tapi ada foto Anne Frank yang disertakan di dalamnya," tulis seorang netizen.

Baca Juga: Tottenham Taklukkan Man City di Laga Pembuka Liga Inggris, Begini Komentar Nuno Santo

"Hebat, Everton melakukan ini untuk memberi penghormatan pada suporter yang meninggal. Tetapi mereka tidak memeriksa nama dengan cukup teliti," tulis lainnya.

Komentar