Suara.com - Seiring kepindahannya ke Manchester United, Cristiano Ronaldo mengutamakan masalah keselamatan keluarga yang ikut dibawanya ke Inggris.
Hal itu membuat Cristiano Ronaldo berani keluar dana sedikit lebih banyak untuk menyewa tim keamanan selama 24 jam di kediaman barunya.
Keputusan tersebut diambil Cristiano Ronaldo setelah merasa khawatir keluarganya bakal menjadi sasaran kejahatan.
Guna menghindari tindak kejahatan yang bakal menyasar keluarganya, Cristiano Ronaldo lebih memilih untuk memiliki pengamanan pribadi.
Dilansir dari Dailystar, Kamis (9/9/2021) Ronaldo sebelumnya dikabarkan meminta Man United untuk menyediakan tim keamanan untuk ibu dan keluarganya.
Usut punya usut, penyerang 36 tahun itu kabarnya sudah menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan saat ia meninggalkan Manchester pada 2009 silam.
"Cristiano sudah diperingatkan sejak meninggalkan Manchester pada 2009 silam, ia menjadi magnet bagi geng kriminal," tulis Dailystar.
"Sekarang dia akan merasa sebagai target nomor satu. Geng-geng kejam ini menjadi makin kejam, karena mereka akan menggeledah rumah."
"Geng ini juga akan melakukan teror terhadap keluarga pemain, properti rumah menjadi sasaran jika tak ketemu dengan penghuninnya."
"Selain itu kelompok tersebut lebih dulu memantau target selama berminggu-minggu sebelum melancarkan aksinya," imbuhnya.
Ronaldo memang diketahui belum memiliki rumah lagi setelah hunian lamannya di Alderley Edge dijual pada 2009 silam.
Meski begitu, Ronaldo dikabarkan segera mendapat rumah mewah yang tengah diincarnya, di wilayah Segitiga Emas Wlimslow, Alderley Edge hingga Presbury.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang sumber kepada The Sun, yang juga membocorkan bagaimana sistem kemanan ketat di kediaman Ronaldo nanti.
Kontributor: Eko Isdiyanto