alexametrics

Target Ambisius Claudio Ranieri, Tetap Melatih di Liga Inggris sampai Usia 80

Rully Fauzi
Target Ambisius Claudio Ranieri, Tetap Melatih di Liga Inggris sampai Usia 80
Pelatih baru Watford, Claudio Ranieri. [MIGUEL MEDINA / AFP]

Pelatih anyar Watford ini akan genap berusia 70 tahun pada 20 Oktober nanti.

Suara.com - Pelatih baru Watford, Claudio Ranieri punya target ambisius. Pelatih kawakan berjuluk The Tinkerman itu ingin mencetak rekor menjadi pelatih tertua di kancah Premier League alias Liga Inggris.

Setelah membawa Leicester City secara fenomenal merengkuh gelar Liga Inggris pada 2016 lalu, Ranieri kemudian dipecat pada awal 2017 setelah prestasi The Foxes merosot tajam.

Sempat melatih di Prancis dan Italia, Ranieri kini akhirnya kembali ke Premier League. Eks pelatih Chelsea dan Fulham tersebut didapuk sebagai pelatih anyar tim promosi Watford pada awal bulan ini, menggantikan posisi Xisco Munoz.

Usai comeback, Ranieri sendiri sesumbar bahwa dirinya ingin memecahkan rekor sebagai pelatih tertua yang menukangi tim Liga Inggris.

Ranieri berkoar bahwa dirinya ingin melatih di Premier League sampai usia 80-an!

Ranieri akan genap berusia 70 tahun pada 20 Oktober nanti. Ini berarti ia masih ingin melatih di Liga Inggris untuk satu dekade ke depan.

The Tinkerman nampaknya ingin memecahkan rekor beberapa nama manajer top macam Sir Alex Ferguson, Roy Hodgson, hingga Neil Warnock, yang sejauh ini mentok di usia 70-an saja dalam menukangi tim Premier League,

Menurut Ranieri, tidak harus ada alasan untuk menjadi pelatih tertua di Liga inggris. Ia hanya mengaku senang dengan profesinya sebagai juru taktik, dan merasa bosan ketika tidak di ranah sepakbola.

"Saya suka sepakbola, saya suka kehidupan di sepakbola. Jadi mengapa tidak, melatih di Liga Inggris sampai usia saya 80-an. Jika saya bisa dan situasinya memungkinkan, saya akan melakukannnya," ucap Ranieri seperti disadur dari The Mirror, Kamis (14/10/2021).

Apakah saya 60, 70 atau 80, mungkin saya akan menjadi manajer tertua di Inggris, mungkin dengan tongkat. Kenapa tidak?” sambungnya sedikit bergurau.

Komentar