Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:22 WIB
Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat
Perjalanan jauh Selandia Baru dan Austrlia menuju panggung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat [Suara.coim]
Baca 10 detik
  • FIFA memantau keamanan timnas Iran di Piala Dunia 2026 pasca serangan rudal Amerika Serikat.

  • Nasib Iran di Grup G masih belum berubah meski tensi militer kedua negara memanas.

  • Sekjen FIFA Mattias Grafstrom menegaskan perlunya kajian mendalam sebelum mengambil keputusan terkait turnamen.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah politik global yang kini mulai membayangi persiapan pesta sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia 2026

Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, kini memasang mata pada dinamika keamanan antara Teheran dan Washington.

Situasi memanas ini terjadi tepat sebelum bergulirnya ajang bergengsi Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Langkah pengawasan ini merupakan respons langsung terhadap aksi militer yang diluncurkan oleh pihak Amerika Serikat.

Kekhawatiran muncul karena Amerika Serikat bertindak sebagai salah satu tuan rumah utama bersama Kanada dan Meksiko.

Tim nasional Iran sendiri sudah memegang tiket resmi untuk bertanding di putaran final turnamen tersebut.

Berdasarkan pembagian klasemen, skuad Iran direncanakan akan bertarung di Grup G yang cukup kompetitif.

Mereka dijadwalkan menghadapi tim-tim tangguh seperti Belgia, Selandia Baru, serta wakil Afrika, Mesir.

Masalah teknis muncul karena sebagian besar jadwal pertandingan grup ini berlokasi di tanah Amerika Serikat.

Baca Juga: Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Ketegangan mencapai puncaknya setelah pemimpin Amerika Serikat memberikan pernyataan resmi terkait aksi militer tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi peluncuran rudal ke wilayah Iran pada hari Sabtu lalu.

Trump secara terbuka mendeskripsikan tindakan ofensif tersebut sebagai sebuah "operasi tempur besar".

Pernyataan keras dari Gedung Putih ini langsung memicu reaksi berantai dari berbagai organisasi internasional termasuk olahraga.

Kondisi sosiopolitik ini dianggap sangat sensitif mengingat posisi Amerika Serikat sebagai penyelenggara ajang FIFA.

Dunia kini menanti bagaimana FIFA akan menyeimbangkan agenda olahraga dengan realitas konflik bersenjata yang terjadi.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, akhirnya memberikan keterangan resmi mengenai posisi federasi saat ini.

Keterangan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri agenda tahunan IFAB yang berlangsung di Cardiff, Wales.

Grafstrom menegaskan bahwa otoritas sepak bola tertinggi masih melakukan peninjauan mendalam terhadap eskalasi yang ada.

Beliau mengaku sudah mengantongi informasi terkait laporan penyerangan tersebut sejak pagi hari sebelum rapat dimulai.

Pihak FIFA saat ini belum mau terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis terkait status kepesertaan negara terkait.

“Saya membaca berita tentang Iran pagi ini seperti Anda semua,” ujar Grafstrom secara transparan kepada media.

Pihak internal federasi dikabarkan telah menggelar diskusi khusus untuk membedah potensi risiko keamanan di masa depan.

“Kami telah mengadakan pertemuan dan saat ini masih terlalu dini untuk memberikan komentar lebih rinci,” tambah Grafstrom.

FIFA menegaskan komitmennya untuk tidak abai terhadap isu kemanusiaan dan keamanan global yang sedang berkembang.

“Namun kami akan terus memantau perkembangan semua isu yang terjadi di berbagai belahan dunia," tutupnya dalam laporan ESPN.

Hingga detik ini, belum ada sinyal bahwa FIFA akan mendiskualifikasi atau mengubah status partisipasi Iran.

Federasi memilih untuk tetap konsisten mengikuti arus informasi dan perkembangan situasi di lapangan secara objektif.

Namun, publik kembali menyoroti kedekatan antara pimpinan FIFA dan kepala negara Amerika Serikat tersebut.

Perlu diingat bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino pernah memberikan apresiasi khusus kepada Donald Trump tahun lalu.

Penghargaan bertajuk “FIFA Peace Prize” tersebut diserahkan langsung kepada Trump pada bulan Desember silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI