Bob Bradley
Kiprah Bob Bradley bersama Swansea City juga menjadi kisah kepelatihan yang singkat dalam sejarah sepak bola Inggris.
Setelah menjabat sebagai pelatih Swansea, 11 pertandingan tim berjulukan The Swans itu di bawah asuhan Bob sangat memprihatinkan.
Sebab, hanya 10 poin yang sukses diraih. Akhirnya, ia terdepak dari jabatannya itu setelah mendudukinya selama 84 hari.
![Rene Meulensteen. [LINDSEY PARNABY / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/15/97588-rene-meulensteen.jpg)
Rene Meulensteen
Rene Meulensteen sebetulnya menjadi salah satu asisten kepercayaan Sir Alex Ferguson di jajaran staf pelatih Manchester United.
Namun, saat memulai kiprahnya sebagai manajer bersama Fulham, ternyata kiprah impresif Rene Meulensteen tak bisa berlanjut.
Sebab, setelah ditunjuk pada November 2013, dia hanya mampu bertahan selama 75 hari di jajaran pelatih kepala Fulham. Pada Februari 2014, posisinya digantikan Felix Magath.
Frank de Boer
Nasib Frank de Boer bersama Crystal Palace pada musim 2017/2018 bisa dibilang tragis. Seusai ditunjuk sebagai manajer, performa awalnya memang terbilang buruk.
Sebab, anak asuhnya menelan empat kekalahan beruntun. Yang lebih memprihatinkan, Crystal Palace juga sama sekali tak bisa mencetak gol.
Akhirnya, setelah sempat menjadi pelatih selama 77 hari, ia dipecat dari Crystal Palace. Posisinya saat itu digantikan oleh Roy Hodgson.
Tony Adams
Tony Adams memang memiliki rekam jejak yang cukup memukau sebagai seorang pemain sepak bola. Namun, kiprahnya saat melanjutkan karier di dunia racik strategi tak semulus yang diharapkan.
Salah satu kiprahnya yakni menjadi pelatih seumur jagung Portsmouth saat ditunjuk pada Oktober 2008.
Saat menggantikan posisi yang ditinggalkan Harry Redknapp, ia hanya sempat membimbing anak asuhnya menjalani 16 laga. Namun, hasilnya terhitung buruk. Sebab, timnya hanya mampu meraup 10 poin.
Akhirnya, Tony terdepak dari jabatannya itu setelah menjalani masa kerja selama kurang lebih 106 hari bersama Portsmouth.

Claudio Ranieri
Fulham pernah berganti-ganti pelatih sebanyak tiga kali dalam satu musim. Momen itu terjadi pada kompetisi musim 2018/2019.
Salah satu pelatih yang saat itu mendapat tugas di Fulham ialah Claudio Ranieri. Soal kiprahnya bersama klub itu, Ranieri harus gigit jari.
Sebab, hanya ada tiga kemenangan yang sukses diraih Fulham saat berada di bawah asuhan Ranieri dari total 17 pertandingan yang dijalani.
Akhirnya, kebersamaan Ranieri harus berakhir setelah menjabat sebagai pelatih selama tiga setengah bulan, atau tepatnya 106 hari.
[Penulis: Muh Adif Setiawan]
