alexametrics

Fakta Baru Kematian Diego Maradona: Dimakamkan Tanpa Jantung

Arief Apriadi
Fakta Baru Kematian Diego Maradona: Dimakamkan Tanpa Jantung
Iglesia Maradoniana, agama yang memuja Diego Maradona.[Twitter]

Diego Maradona meninggal dunia di usianya yang ke-60 akibat gagal jantung pasca operasi akibat pembekuan darah di otak.

Suara.com - Kematian Diego Maradona, selaku legenda sepak bola Argentina menyisakan misteri. Kini, satu fakta baru terkuak di mana sang legenda dimakamkan tanpa jantung.

Diego Maradona meninggal dunia di usianya yang ke-60, akibat gagal jantung pasca menjalani operasi akibat pembekuan darah di otaknya.

Di balik kabar mengejutkan itu, terdapat fakta mencengangkan terkait proses pemakamakan Diego Maradona pada November tahun lalu.

Dilansir dari Insider, Diego Maradona ternyata dimakamkan tanpa jantung. Organ tubuh sang legenda lebih dulu diamankan pihak berwenang.

Baca Juga: Napoli akan Resmikan Patung Maradona saat Hadapi Lazio

Jantung Maradona diangkat sebelum jasadnya dimakamkan karena adanya kabar bahwa sekelompok penggemar klub Gimnasia berniat untuk mencuri jantung mantan pemain Napoli dan Barcelona tersebut.

Maradona dan Gimnasia memang memiliki keterikatan. Pemilik gol Tangan Tuhan itu pernah menukangi klub asal La Plata pada 2019 sebelum ajal menjemput.

"Terdapat sekelompok fan yang berencana mencuri dan mengangkat jantungnya," ucap dokter sekaligus jurnalis Nelson Castro kepada stasiun televisi Argentina, El Trece.

"Hasil dari penyelidikan mengetahui bahwa ada rencana terkait pencurian jantung Maradona. Hal itu menjadi alasan mengapa jantungnya diangkat [sebelum dikubur]."

"Meskipun tindakan itu belum terjadi, karena memang itu sangat berani. Namun rencana itu sudah terdeteksi," imbuhnya.

Baca Juga: Bawa Argentina ke Piala Dunia 2022, Lionel Messi Rengkuh Ballon d'Or Ketujuh?

Sementara itu menurut laporan Marca, para pelaku mengurungkan niat karena rencana mereka sudah tercium oleh pihak kepolisian.

Selain untuk mencegah pencurian, jantung Maradona diangkat juga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kematiannya.

Kontributor: Eko Isdiyanto.

Komentar