facebook

Alexandre Polking Bela Jonathan Khemdee Provokator 3 Kartu Merah Pemain Timnas Indonesia U-23

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Alexandre Polking Bela Jonathan Khemdee Provokator 3 Kartu Merah Pemain Timnas Indonesia U-23
Pelatih Timnas Thailand, Alexandre Polking. (Instagram/changsuek)

Jonathan Khemdee terlihat banyak menyulut emosi pemain-pemain Timnas Indonesia U-23

Suara.com - Pelatih Thailand, Alexandre Polking membela anak asuhnya Jonathan Khemdee usai disebut-sebut menjadi provokator dikartu merahnya tiga pemain Timnas Indonesia U-23. Ia tidak percaya anak asuhnya melakukan permainan kotor.

Seperti diketahui, tiga pemain Timnas Indonesia U-23 yakni Firza Andika, Ricky Kambuaya, dan Rachmat Irianto diganjar kartu merah saat melawan Thailand dalam semifinal cabang olahraga SEA Games 2021, Kamis (19/5/2022) sore. Memang kartu merah yang dikeluarkan wasit ada andil dari Khemdee.

Jonathan Khemdee terlihat banyak menyulut emosi pemain-pemain Timnas Indonesia U-23 khususnya di masa perpanjangan waktu 2x15 menit. Ini bermula ketika Khemdee bereaksi berlebihan kepada wasit saat Firza Andhika melanggar salah satu pemain Thailand.

Kondisi itu membuat Irianto nampak kesal hingga mendapat kartu kuning kedua. Ia pun memprovokasi wasit agar Ricky Kambuaya juga diganjar kartu.

Baca Juga: Jumpa Timnas Indonesia U-23 di Perebutan Medali Perunggu, Pelatih Malaysia Pusingkan Cedera

Momen ini terjadi di akhir-akhir pertandingan perpanjangan waktu. Saat itu, Thailand sudah unggul 1-0 dan tidak lama langsung memastikan kemenangannya.

"Saya tidak percaya Jonathan (Khemdee) adalah aktor dari keributan. Jonathan memang bermain seperti itu sebagai quarterback. Ia menunjukkan diri sebagai seorang petarung dan itu sudah seharusnya begitu,” kata Alexandre Polking dikutip Matichon Online, Jumat (20/5/2022).

"Mungkin dia menunjukkan determinasi ini di lapangan seperti menyulut api bagi para pemain lain di tim untuk menunjukkan determinasi yang sama," terangnya.

Kekalahan dari Thailand di semifinal ini memperpanjang puasa medali emas Indonesia dari cabang olahraga sepakbola putra. Kali terakhir Indonesia mendapatkannya pada 1991.

Timnas Indonesia U-23 masih menyisakan satu pertandingan lagi untuk perebutan medali perunggu melawan Malaysia. Duel akan tersaji pada Minggu (22/5/2022).

Baca Juga: Curhatan Marc Klok usai Timnas Indonesia U-23 Gagal Tembus Final SEA Games 2021

Komentar