Suara.com - Cuaca panas jadi tantangan tersendiri bagi timnas Indonesia jelang tampil di Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait. Irfan Jaya pun menyebut dia dan rekan-rekannya harus segera beradapatasi.
Irfan Jaya menerangkan Kuwait memiliki cuaca yang lebih panas dari Indonesia. Bahkan, penggawa timnas lainnya, Marc Klok sempat mengunggah bahwa cuaca di Kuwait menyentuh angka 40 derajat celcius.
Meski diteror hawa panas baik siang ataupun malam, Irfan Jaya menyebut skuad Garuda tetap antusias menjalani persiapan. Mereka juga terus mempercepat proses adaptasi.
![Para pemain Timnas Senior Indonesia. [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/06/03/54046-timnas-indonesia-timnas-senior-indonesia.jpg)
"Kalau cuaca harus adaptasi juga ya, soalnya cuaca di sini sedikit panas. Lebih panas dari di Indonesia, hawanya panas. Jadi kita harus adaptasi dari sekarang," kata Irfan Jaya dilansir dari kanal YouTube PSSI.
"Meskipun kita latihan malam, tapi hawanya panas," tambah mantan pemaib Persebaya Surabaya dan PSS Sleman tersebut.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A pada Kualifikasi Piala Asia 2023 bersama Kuwait, Yordania dan Nepal.
Timnas Indonesia akan melawan tuan rumah Kuwait pada Rabu (8/6/2022) untuk kemudian Yordania 11/6/2022) dan Nepal (14/6/2022).
Pelatih Shin Tae-yong membawa 23 pemain ke ajang ini. Beberapa nama langganan timnas seperti Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri dicoret karena tengah cedera.
Sementara rencana Shin Tae-yong untuk menggunakan jasa pemain keturunan yakni sandy Walsh dan Jordi Amat juga gagal. Pasalnya, naturalisasi kedua pemain belum rampung.