Polemik Kelayakan JIS, Siapa Benar Antara PSSI dan JakPro Menurut Standar FIFA?

Arief Apriadi

Sabtu, 10 September 2022 | 16:15 WIB
Polemik Kelayakan JIS, Siapa Benar Antara PSSI dan JakPro Menurut Standar FIFA?
Logo FIFA di markas besar badan sepak bola dunia di Zurich. Michael Buholzer / AFP

Itu sebabnya, fasilitas parkir di JIS daya tampungnya terbatas agar penonton atau suporter yang berkunjung ke stadion lebih mengutamakan menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi.

Saat ini JIS, sudah terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT) dan selanjutnya akan terintegrasi juga dengan Commuter Line dan LRT Jakarta. Untuk mendukung hal tersebut, JIS hanya menyiapkan 1,200 kantong parkir untuk bus dan kendaraan pribadi.

"Stadion modern standar FIFA kini dirancang untuk masa depan yang perlu memperhatikan keberlanjutan. Salah satunya mengupayakan untuk terintegrasi dengan angkutan publik. Stadion di Eropa pun demikian, Santiago Bernabeu pasca direnovasi hanya menyisakan kurang lebih 500 kantong parkir bus dan kendaraan pribadi," terang Arry.

"Bahkan stadion bersejarah di pusat Eropa yakni Wembley di London menyarankan seluruh penonton yang hadir mengoptimalkan alat transportasi umum yang tersedia," jelasnya.

Standar FIFA

Logo FIFA. [OZAN KOSE / AFP]
Logo FIFA. [OZAN KOSE / AFP]

Perdebatan PSSI dan JakPro terkait standar FIFA di JIS mungkin bisa diuraikan dengan merujuk langsung aturan dari FIFA itu sendiri yakni "FIFA Stadium Safety and Security Regulations".

Berdasarkan polemik di atas, mayoritas poin-poin perdebatan tersebut sudah tercantum dalam regulasi FIFA keamanan dan keselamatan stadion. Berikut uraiannya:

Infrastruktur dan Keamanan

Akses Keluar-Masuk Stadion

baca juga

Terkait hal ini, FIFA dalam regulasinya tidak menyebut secara spesifik apakah sebuah stadion harus memiliki akses keluar-masuk yang berbeda untuk menghindari terbentuknya kerumunan.

Namun, dalam poin IV Nomor 23 terkait "Calculating the maximum safe capacity", disebutkan bahwa kapasitas masuk dan keluar stadion memang harus lancar dalam jangka waktu satu jam.

Menurut FIFA, faktor yang memengaruhi kelancaran masuknya penonton diantaranya jumlah dan penyebaran pintu putar/titik masuk, kecukupan informasi dan komunikasi terarah dan keakraban penonton dengan tata letak stadion, pembagian kategori entri hingga desain, jenis dan kondisi pintu putar/titik masuk.

Sementara terkait akses keluar, FIFA menyebut para penonton harus bisa keluar dengan aman dalam jangka waktu wajar tidak lebih dari 10 menit.

Faktor-faktor yang menurut mereka memengaruhi adalah jumlah, ukuran dan penyebaran gerbang keluar, kecukupan informasi dan komunikasi terarah dan keakraban penonton dengan tata letak stadion, hingga lebar dan distribusi tangga, eskalator serta gangway.

Kantung Parkir

Terkait kantung parkir, FIFA dalam "FIFA Stadium Safety and Security Regulations" tak membahas secara jelas terkait standar kapasitas parkir sebuah stadion. Namun, mereka menyebut stadion memang "harus mencakup semua fasilitas parkir."

Dalam "Football Stadiums Guidelines 2022" milik FIFA, disebutkan bahwa mereka menekankan lokasi sebuah stadion harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Idealnya, rancangan stadion bisa memfasilitasi transportasi umum atau parkir mobil dengan fungsi lain.

"Ini membantu untuk mempromosikan penggunaan multifungsi, terlepas dari apakah hari pertandingan berlangsung atau tidak," demikian FIFA.

Akses VIP

PSSI menyebut akses VIP di JIS belum layak karena kendala infrastruktur dalam hal ini plafon yang rendah bakal menyulitkan bus tim untuk menurukan pemain dan staf di tempat yang terpisah dengan akses umum.

Dalam "FIFA Stadium Safety and Security Regulations" tepatnya di Poin IV Nomor 33 (Special security provisions for teams, offi cials and VIPs/VVIPs), disebutkan bahwa akses umum dan VIP/VVIP memang harus terpisah.

"Pendekatan jalan dan titik masuk/keluar untuk tim, pejabat dan VIP/VVIP harus dipisahkan dari yang untuk penonton," demikian FIFA.

Jadi, pendapat siapa yang benar terkait standar FIFA di JIS, PSSI atau JakPro?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blunder Sebut JIS Tak Layak Gelar Laga FIFA Matchday, PSSI Ubah Judul Artikel di Laman Resmi

Blunder Sebut JIS Tak Layak Gelar Laga FIFA Matchday, PSSI Ubah Judul Artikel di Laman Resmi

Bola | Sabtu, 10 September 2022 | 15:43 WIB

JakPro Sentil Balik PSSI: JIS Sudah Standar FIFA

JakPro Sentil Balik PSSI: JIS Sudah Standar FIFA

Bola | Sabtu, 10 September 2022 | 15:23 WIB

Ini Calon Stadion yang Dipakai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

Ini Calon Stadion yang Dipakai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

Bola | Sabtu, 10 September 2022 | 14:24 WIB

PSSI Beberkan Alasan Kenapa Jakarta International Stadium Belum Layak untuk FIFA Matchday

PSSI Beberkan Alasan Kenapa Jakarta International Stadium Belum Layak untuk FIFA Matchday

Semarang | Sabtu, 10 September 2022 | 08:33 WIB

PSIS Hajar Persikabo 3-2, Riyan Ardiansyah Bintang Lapangan

PSIS Hajar Persikabo 3-2, Riyan Ardiansyah Bintang Lapangan

Purwokerto | Jum'at, 09 September 2022 | 22:02 WIB

PSSI Anggap JIS Belum Layak Gelar FIFA Matchday, Ini Alasannya

PSSI Anggap JIS Belum Layak Gelar FIFA Matchday, Ini Alasannya

Purwokerto | Jum'at, 09 September 2022 | 18:37 WIB

Terkini

Setting Powder Bisa Jadi Finishing Powder? Kenali Perbedaannya agar Gak Salah Pakai

Setting Powder Bisa Jadi Finishing Powder? Kenali Perbedaannya agar Gak Salah Pakai

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:49 WIB

Moisturizer Scora untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihannya Lengkap dengan Review Pembeli

Moisturizer Scora untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihannya Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:47 WIB

Jelang Hadapi Malaysia, John Herdman Terima Kabar Buruk dari Jerman

Jelang Hadapi Malaysia, John Herdman Terima Kabar Buruk dari Jerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 11:47 WIB

Motul Perkuat Komitmen Kompetensi Bengkel Lokal di Indonesia

Motul Perkuat Komitmen Kompetensi Bengkel Lokal di Indonesia

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 11:44 WIB

MTI Dukung Rencana KAI Impor KRL Bekas Jepang, Ini Alasannya

MTI Dukung Rencana KAI Impor KRL Bekas Jepang, Ini Alasannya

News | Senin, 28 September 2026 | 11:43 WIB

9 Pilihan E-MTB Sepeda Gunung Listrik United dan Polygon Terbaik Tahun Ini

9 Pilihan E-MTB Sepeda Gunung Listrik United dan Polygon Terbaik Tahun Ini

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:41 WIB

Greenpeace: BPGMN Akan Sia-sia Tanpa Komitmen Lindungi Gambut

Greenpeace: BPGMN Akan Sia-sia Tanpa Komitmen Lindungi Gambut

News | Senin, 28 September 2026 | 11:41 WIB

Panen Cuan Konser Musik, Jakarta Raup Rp250 Miliar Hanya dalam Dua Hari

Panen Cuan Konser Musik, Jakarta Raup Rp250 Miliar Hanya dalam Dua Hari

News | Senin, 28 September 2026 | 11:36 WIB

Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 11:36 WIB

8 Sunscreen Mengandung Kolagen untuk Usia 50 Tahun, Wajah Kencang Tanpa Kerutan

8 Sunscreen Mengandung Kolagen untuk Usia 50 Tahun, Wajah Kencang Tanpa Kerutan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:35 WIB

×