Suara.com - Timnas Indonesia pernah di masa paling sukses melakukan naturalisasi pesepak bola. Hasil naturalisasi itu menjadikan beberapa pesepak bola berkarier cemerlang. Paling tidak ada 5 pesepak bola naturalisasi Indonesia terbaik dan sampai saat ini kariernya masih cemerlang.
Pemain naturalisasi asing pertama di Indonesia terjadi pada 2010. Sejak saat itu, ada lebih dari 30 pemain asing atau keturunan yang sudah berganti menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Sayangnya tidak semua pemain naturalisasi ini pernah merasakan bermain untuk Timnas Indonesia. Di antaranya ada Herman Dzumafo, Mahamadou Al Hadji, dan banyak pemain lainnya.
Mereka menjalani proses naturalisasi bukan karena prestasi.
Tapi, karena sudah lama tinggal di Indonesia dan memiliki istri yang berasal dari Indonesia.
Di balik itu semua, Indonesia pernah mempunyai pesepak bola naturalisasi Indonesia terbaik.
Berikut ini daftarnya:
1. Cristian Gonzales
![Mantan striker Timnas Indonesia, Cristian Gonzales (kanan). [BAY ISMOYO / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/27/49761-cristian-gonzales-timnas-indonesia.jpg)
Cristian "El-loco" Gonzales merupakan salah satu pemain naturalisasi pertama di Indonesia. Namun, dia terbilang telat menjadi pemain naturalisasi.
Saat menjadi WNI pada 2010 lalu, usia Gonzales sudah menyentuh 34 tahun. Meski begitu, Gonzales tetap bisa memberikan kontribusi untuk Timnas Indonesia dengan sumbangan 12 gol dari 29 caps.
Selain itu, Gonzales masih terus bermain di usia yang kini sudah menyentuh 46 tahun. Eks pemain Persik Kediri itu masih bermain untuk RANS Nusantara.
![Penyerang Borneo FC Samarinda, Stefano Lilipaly melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman pada laga semifinal Piala Presiden 2022 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/7/2022) malam WIB. [dok. Borneo FC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/11/26399-stefano-lilipaly-borneo-fc-samarinda.jpg)
Lilipaly ada pemain keturunan yang menjadi WNI pada 2015 lalu. Dia sempat menjadi andalan Timnas Indonesia, tapi mulai ditepikan setelah Shin Tae-yong mengambil alih kursi pelatih.
Sejauh ini Lilipaly sudah mengantongi 27 caps buat Timnas Indonesia dengan catatan 3 gol. Musim ini dia bermain untuk Borneo FC.
Lilipaly juga terbilang sebagai pemain yang sukses di liga karena mampu membawa Bali United menjadi kampiun Liga 1 selama dua musim beruntun.
3. Marc Klok

Marc Klok resmi menjadi WNI pada 2020 lalu. Sejak saat itu, dia menjadi andalan Shin Tae-yong di lini tengah Timnas Indonesia.
Marc Klok sendiri pertama datang ke Indonesia pada 2017 dengan bermain di PSM Makassar. Dia sempat bermain di Persija Jakarta dan kini membela Persib Bandung.
4. Ilija Spasojevic
![Penyerang Bali United, Ilija Spasojevic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang RANS Nusantara FC saat pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (4/8/2022) malam. [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/08/04/59614-ilija-spasojevic-bali-united.jpg)
Spasojevic bisa dibilang merupakan salah satu penyerang naturalisasi paling tajam yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Namun, dia kini ditepikan sejak Shin Tae-yong menjadi pelatih.
Spaso juga sukses di level klub dengan meraih tiga trofi juara Liga 1, pertama dengan Bhayangkara FC lalu dua kali bersama Bali United.

Sama seperti Gonzales, Beto Goncalves juga terbilang telat saat dinaturalisasi. Dia sempat menjadi pemain senior di ajang Asian Games 2018.
Tercatat dia menorehkan 12 caps dengan catatan 10 gol buat Timnas Indonesia. Saat ini Beto masih bermain dengan Madura United di usianya yang telah menyentuh 41 tahun.
Kontributor: Aditia Rizki
