Pihak FIFA menyampaikan terima kasih telah berkomunikasi dan koordinasi dengan baik kepada semua pihak yang telah menunjukkan kinerjanya dengan baik, setelah mendengarkan paparan persiapan Stadion Manahan dari PLN, Kemen PUPR, Kemen PUPR, Pemerintah Kota Surakarta dan PSSI di Stadion Manahan.
Hasil pemeriksaan dari FIFA ada beberapa hal yang perlu perbaikan di Stadion Manahan, misalnya soal rumput, toilet difabel, perbaikan toilet, penambahan CCTV, pemasangan karpet antiselip, juga ada tambahan untuk akses masuk bus yang membawa pemain ke dalam stadion, dan ada pembatas penghalang di tribun harus dihilangkan.
FIFA menghendaki akses masuk bus pemain sudah dalam rencana pekerjaan renovasi, yakni pintu di luar stadion akan digeser lurus dengan pintu yang di dalam. Jadi pemain langsung diturunkan di pintu dalam.
Selain itu, rumput lapangan di Stadion Manahan juga menjadi agenda pekerjaan dalam renovasi sebelum digunakan pertandingan Piala Dunia. Lampu penerangan stadion sudah sesuai standart internasional, tetapi listrik perlu dinaikkan menjadi 630 KVA untuk bisa mencapai beban puncak. Listrik di Stadion Manahan Solo, sekarang 555 KVA sudah cukup.
Kegiatan pengerjaan renovasi Stadion Manahan Solo, sudah dimulai sejak tanggal 16 Februari hingga waktu akhir Maret oleh Kemen PUPR. Memasuki April harus sudah steril semuanya, karena pada Mei dan Juni akan digunakan Piala Dunia U-20.
Pada intinya, FIFA menyampaikan apresiasi di Stadion Manahan Solo persiapan sudah baik dan berterima kasih pada semua tim dalam mempersiapkan venue ini. Tim FIFA juga melakukan pengecekan empat lapangan pendukung untuk latihan pemain peserta Piala Dunia U-20.
Renovasi Venue
Pemerintah Kota Surakarta berkoordinasi dengan Kemen PUPR telah melakukan renovasi untuk perbaikan-perbaikan di Stadion Manahan Solo dan empat lapangan pendukung untuk latihan tim peserta Piala Dunia U-20 sebelum digelar.
Pengerjaan perbaikan telah dilaksanakan untuk persiapan piala dunia ini mulai Januari 2023 hingga selesai diperkirakan pada akhir Maret mendatang. Perbaikan tersebut meliputi lima venue.
Untuk panitia dan keperluan lain, tuan rumah dari tingkat kota mempunyai kewajiban atas itu, sedangkan untuk konstruksi dikerjakan oleh Kementerian PUPR.
Persiapan Piala Dunia U-20 Stadion Manahan Solo, yakni renovasi venue sudah berjalan dan akan selesai pada akhir Maret 2023.
Renovasi Stadion Manahan Solo meliputi peningkatan kualitas rumput lapangan, penambahan anti slippery floor, pemasangan rumput sintetis di sekeliling FOP, perbaikan area toilet penonton pria, wanita, dan disabilitas, perbaikan media tribun, pembuatan kamera platform, penambahan CCTV, pembongkaran pagar tribun yang menghalangi pandangan penonton, penambahan flagpole, penataan kawasan, test commissioning lampu lapangan atau dikerjakan dua bulan sebelum pertandingan, perbaikan lampu area parkir dan garis parkir.
.
Untuk lapangan pendukung latihan tim peserta Piala Dunia U-20 di Banyuanyar, renovasi itu meliputi pemeliharaan rumput lapangan, penambahan lapisan antislip, penataan kawasan, test commissioning lampu FOP atau dikerjakan dua bulan sebelum pertandingan. Lapangan Kota Barat meliputi pemeliharaan rumput lapangan, penambahan lapisan antislip, penataan kawasan, penambahan jumlah CCTV, pemasangan signage, test commissioning lampu FOP atau dikerjakan dua bulan sebelum pertandingan.
Lapangan pendukung lainnya Stadion Sriwedari pengerjaan meliputi pemeliharaan rumput lapangan, penambahan lapisan antislip, penggantian lampu FOP, termasuk test commissioning, penataan kawasan. Lapangan Sriwaru adalah pemeliharaan rumput lapangan, penambahan lapisan antislip, penataan kawasan, perbaikan pagar, test commissioning lampu FOP atau dikerjakan dua bulan sebelum pertandingan.
Ada beberapa perbaikan serta peningkatan kualitas, tetapi sifatnya hanya minor. Intinya renovasi hanya dilakukan perbaikan kecil-kecil, bukan berupa konstruksi besar.
Stadion Manahan Solo sebelum dilakukan perbaikan digunakan berbagai kegiatan, antara lain pertandingan sepak bola Liga 1 putaran pertama dan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. Namun, perbaikan peningkatan sifatnya kecil-kecil.
Bahkan, Pemerintah Kota Surakarta juga telah melakukan penataan di kawasan Stadion Manahan Solo dengan mempercepat penyelesaian selter, sehingga menjadi rapi dan asri. Kawasan Stadion Manahan semakin bagus, sebelah pintu utara juga berdiri Monumen APG 2022 dan penataan selter UMKM juga sudah tertata rapi.
Sambut Piala Dunia
Dukungan masyarakat Solo menjadi tuan rumah Piala Dunia ini. Hal itu, terlihat dari antusias masyarakat sangat besar dan Pemkot Surakarta kini sedang menunggu koordinasi dengan pihak panitia. Karena, sebelum piala dunia dimulai dipastikan ada sosialisasi pra-event, yang waktunya masih menunggu informasi, termasuk soal pengenalan maskot Piala Dunia U-20.
Kota Solo, Jawa Tengah, sebelumnya menjadi tuan rumah ASEAN Para Games (APG) 2022 dan dari sukarelawan serta semuanya telah menunjukkan dukungannya. Piala Dunia ini merupakan ajang yang lebih besar dan tamunya banyak serta negara yang berpartisipasi lebih besar. Harapannya ajang piala dunia berjalan lancar, seperti pada pelaksanaan APG.
Setelah ajang Piala Dunia U-20, venue bisa digunakan oleh warga atau untuk umum. Hal itu untuk menjawab pertanyaan masyarakat yang selama ini bertanya apakah lapangan boleh dipakai untuk umum.
Menyinggung soal pembukaan Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta sudah berkoordinasi dengan Wisnutama, yang bertanggung jawab pada pembukaan dan penutupan ajang tersebut.
Solo akan menjadi tuan rumah yang baik, karena suporter Pasoepati, Surakartan, dan Garis Keras, selama ini dikenal sangat tertib, terutama saat tim Persis bertanding.
Suporter Solo sudah terbiasa, misalnya tidak boleh menyalakan flare dan tidak boleh melempar botol saat pertandingan.
Stadion Manahan Solo sudah siap semua, hotel, sekretariat panitia dan sukarelawan juga sudah siap. Solo sudah terbiasa menggelar kegiatan, baik nasioanl maupun internasional. Jika melihat ajang APG, tingkat kesulitannya tentu lebih tinggi dibanding piala dunia ini karena banyak cabang yang dipertandingkan.
[Antara]