Suara.com - Erik ten Hag mencapai apa yang tak bisa dilakukan deretan manajer Manchester United pasca era Sir Alex Ferguson, kecuali Jose Mourinho, usai membawa Setan Merah ke final Piala Liga Inggris 2022-2023.
Juru taktik asal Belanda itu berhasil membawa Manchester United ke final Piala Liga Inggris usai mengalahkan Nottingham Forest dengan skor 2-0 dalam pertandingan leg kedua semifinal, Kamis (2/2/2023) dini hari WIB.
Dalam pertandingan di Old Trafford, dua gol Manchester United dicetak oleh Anthony Martial dan Fred. Semua gol baru tercipta di babak kedua dan cuma berselang tiga menit sejak gol pembuka Martial pada menit ke-76.

Kemenangan 2-0 membuat Setan Merah melaju ke final dengan keunggulan agregat 5-0 setelah di leg pertama sukses mempecundangi Nottingham Forest dengan skor telak 3-0.
Pencapaian itu membuat Erik ten Hag menyamai rekor yang dipegang Jose Mourinho yakni sebagai pelatih pasca era Sir Alex Ferguson yang mampu membawa MU ke final di musim perdananya membesut tim asal Manchester itu.
Sebelum Ten Hag, Mourinho mampu mempersembahkan tiga trofi sekaligus untuk Manchester United di musim perdananya yakni juara Piala Liga Inggris 2016/2017, Community Shield dan Liga Europa.

Untuk Ten Hag, sang pelatih masih berkesempatan mempersembahkan setidaknya empat trofi untuk Manchester United di musim pertamanya ini.
Selain Piala Liga Inggris, Setan Merah juga masih berada di Piala FA dan Liga Europa, serta punya kesempatan bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Inggris 2022-2023.
Di final Piala Liga Inggris, Man United sudah ditunggu Newcastle United yang melewati babak semifinal dengan menundukkan Southampton dengan skor 1-0 di leg pertama dan 2-1 di leg kedua.
“Sejujurnya, babak pertama tidak bagus,” kata Ten Hag terkait laga kontra Nottingham Forest kepada Sky Sports seperti dikutip dari ESPN, Kamis (2/2/2023).
"Saya pikir itu profesional tetapi terlalu lambat dan kami tidak menciptakan terlalu banyak peluang."
"Babak kedua jauh lebih baik, lebih banyak tempo dan kami membuat beberapa gol bagus. Kami hanya ingin berkembang setiap hari. Saya pikir kami memiliki skuat yang bagus jadi kami harus menuntut dan mengontrol standar yang tinggi."