Profil Lothar Matthaus, Legenda Jerman yang Digadang Jadi Calon Dirtek PSSI yang Baru

Reky Kalumata

Rabu, 05 Juli 2023 | 16:24 WIB
Profil Lothar Matthaus, Legenda Jerman yang Digadang Jadi Calon Dirtek PSSI yang Baru
Legenda sepak bola asal Jerman Lothar Matthaus (kedua kanan) berjalan di kawasan Bundaran hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (16/11). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Mengenal lebih jauh sosok Lothar Matthaus, legenda sepak bola Jerman yang digadang-gadang akan menjadi calon Direktur Teknik (Dirtek) baru PSSI.

Belum lama ini Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Zainudin Amali, memberikan bocoran terkait sosok yang akan mengisi posisi Dirtek PSSI.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu menyebutkan bahwa calon pengisi kursi yang ditinggalkan Indra Sjafri itu adalah mantan pesepak bola ternama berusia 60 tahunan.

“Mantan pemain bola terkenal, umurnya sekitar 60-an, kalian belum lahir. Posisi (waktu jadi pemain) saya tidak tahu, mantan pemain mana juga belum terkonfirmasi karena ketum (Erick Thohir) yang langsung wawancara dia," ucapnya, Selasa (4/7/2023), seperti dikutip dari Suara.com.

Mengingat bahwa posisi Dirtek akan diisi oleh sosok dari Jerman, maka nama Lothar Matthaus pun muncul dan digadang-gadang akan jadi Dirtek baru PSSI.

Pasalnya ciri-ciri yang disampaikan Zainudin Amali mirip dengan sosok Matthaus. Selain itu, ia berstatus legenda Inter Milan, tim yang pernah dikuasai oleh Erick Thohir.

Di sisi lain, Matthaus belum lama ini juga kedapatan berkunjung ke Indonesia. Tak ayal namanya pun tak ayal disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mengisi pos Dirtek PSSI tersebut.

Lantas, siapakah sosok Lothar Matthaus tersebut? Berikut Suara.com sajikan profil dari sosok yang digadang-gadang menjadi Dirtek baru PSSI tersebut.

Peraih Ballon d’Or 1990

baca juga

Lothar Matthaus adalah mantan pemain legendaris asal Jerman yang identik dengan Bayern Munich dan Inter Milan. Ia lahir di Erlangen, Jerman Barat pada 21 Maret 1961 atau 62 tahun silam.

Ia mengawali kariernya di sepak bola dengan bermain untuk tim lokal di sebuah kota kecil di Bavaria, yakni 1. FC Herzogenaurach pada awal tahun 70 an.

Usai berhasil menembus tim utama 1. FC Herzogenaurach di akhir 70 an, penampilan Matthaus mampu menarik atensi Borussia Monchengladbach pada 1979.

Ia bermain bagi Gladbach hingga tahun 1984, usai dipinang oleh Bayern Munich. Di klub berjuluk FC Hollywood itu, Matthaus bermain selama empat tahun hingga 1988.

Dalam empat tahun kariernya di Bayern Munich, Matthaus mampu meraih beragam gelar domestik dan Eropa. Setelahnya, pemain yang berposisi sebagai bek dan gelandang ini dipinang Inter Milan.

Di raksasa Italia itu, Matthaus bermain selama empat tahun hingga tahun 1992, di mana ia mampu membawa Inter Milan meraih gelar Serie A dan juga Piala UEFA.

Di Inter Milan pula Matthaus meraih prestasi individu yakni Ballon d’Or 1990 yang menjadi gelar individu tertinggi dalam kariernya.

Usai membela Inter Milan, Matthaus kembali ke Bayern Munich pada 1992 dan mampu merengkuh beragam kesuksesan hingga tahun 2000 dan pensiun di Amerika Serikat bersama New York City Metro Stars di tahun yang sama.

Pada 2018, Matthaus sempat bermain kembali bagi tim pertamanya 1. FC Herzogenaurach di usia 57 tahun, dan bermain selama 50 menit agar bisa pensiun di tim pertamanya itu.

Kiprah apik Matthaus di level klub berbanding lurus dengan kiprahnya di tim nasional. Tercatat pemilik 150 caps bersama Timnas Jerman ini mampu meraih beragam gelar.

Ia mampu menjadi aktor di balik keberhasilan Jerman meraih Euro atau Piala Eropa 1980 dan Piala Dunia 1990, yang berujung pada gelar Ballon d’Or 1990.

Usai gantung sepatu, Matthaus sempat menjalani dunia kepelatihan dengan menukang Rapid Wien, Partizan Belgrade, Atletico Paranaense, dan Maccabi Netanya.

Matthaus juga sempat menukangi Timnas Hungaria dan Bulgaria. Nahas, kiprahnya sebagai pelatih tak semulus kariernya sebagai pemain.

(Penulis: Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Sudahi Polemik JIS, Erick Thohir Ingin JIS Bisa Dipakai Piala Dunia U-17

Minta Sudahi Polemik JIS, Erick Thohir Ingin JIS Bisa Dipakai Piala Dunia U-17

Bola | Rabu, 05 Juli 2023 | 16:00 WIB

Syarat Stadion Standar FIFA: Rumput, Tribun, Fasilitas hingga Aspek Keamanan

Syarat Stadion Standar FIFA: Rumput, Tribun, Fasilitas hingga Aspek Keamanan

Bola | Rabu, 05 Juli 2023 | 15:28 WIB

Dari Oliver Kahn Hingga Oliver Bierhoff, Berikut Prediksi 4 Legenda Jerman yang Jadi Calon Dirtek PSSI

Dari Oliver Kahn Hingga Oliver Bierhoff, Berikut Prediksi 4 Legenda Jerman yang Jadi Calon Dirtek PSSI

Bola | Rabu, 05 Juli 2023 | 15:23 WIB

Terkini

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 20:14 WIB

×