Striker Timnas Indonesia Melempem di Piala Asia 2023, Liga 1 Diminta Ubah Regulasi

Arief Apriadi

Senin, 29 Januari 2024 | 07:08 WIB
Striker Timnas Indonesia Melempem di Piala Asia 2023, Liga 1 Diminta Ubah Regulasi
Arsip - selebrasi Dimas Drajad (tengah) usai mencetak gol ke-5 Timnas Indonesia di laga kontra Brunei Darussalam. (pssi.org)

Suara.com - Striker Timnas Indonesia melempem di Piala Asia 2023 meski skuad Garuda berhasil mencatatkan sejarah di ajang tersebut. Liga 1 selaku kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air pun diminta mengubah regulasi untuk mengakomodir munculnya talenta berbakat.

Timnas Indonesia terhenti di 16 besar Piala Asia 2023 usai dibantai Australia dengan skor 0-4 dalam pertandingan yang berlangsung pada Minggu (28/1/2024) malam WIB.

Meski gagal melangkah ke babak selanjutnya, lolos ke 16 besar merupakan pencapaian tersendiri bagi Timnas Indonesia.

Baca juga: Shin Tae-yong Keberatan Australia Ikut Piala AFF, Kenapa?

Untuk pertama kali dalam sejarah, skuad Garuda mampu melangkah ke fase gugur Piala Asia setelah dalam empat edisi sebelumnya selalu terhenti di fase grup pada 1996, 2000, 2004 dan 2007.

Meski memberikan hasil cukup baik, striker Timnas Indonesia jadi sorotan karena sama sekali tidak mencetak gol selama Piala Asia 2023.

Dari tiga gol yang dilesakkan Timnas Indonesia di fase grup, semuanya dicetak oleh pemain non-striker yakni gelandang Marselino Ferdinan, bek Asnawi Mangkualam dan bek Sandy Walsh.

Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick (kiri) tampil di Piala Asia 2023 Qatar. [KARIM JAAFAR / AFP]
Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick (kiri) tampil di Piala Asia 2023 Qatar. [KARIM JAAFAR / AFP]

Bahkan, striker lokal seperti Dendi Sulistyawan, Dimas Drajad dan Ramadhan Sananta kalah saing dari Rafael Struick yang merupakan pemain keturunan selama Piala Asia 2023.

Situasi tersebut pun jadi sorotan termasuk oleh legenda sepak bola nasional Peri Sandria. Dia menyebut PSSI harus memikirkan regulasi Liga 1 yang bisa memastikan pemain muda lokal khususnya striker mendapat banyak menit bermain.

baca juga

"Pemain muda kita banyak yang berpotensi bagus. Namun, mereka butuh jam terbang, butuh pengalaman," ujar Peri dikutip dari Antara, Senin (29/1/2024).

Menurut Peri, Timnas Indonesia idealnya diisi oleh para pesepak bola berkualitas yang bermain di kasta tertas liga.

Namun, dalam kenyataannya, Timnas Indonesia semakin bergantung dengan talenta naturalisasi di mana dalam skuad Piala Asia 2023, pelatih Shin Tae-yong membawa delapan pemain keturunan.

Naturalisasi, kata penyerang peraih medali emas SEA Games 1991 itu, bukanlah hal buruk. Namun, penerapannya disebut tak boleh mengubur talenta-talenta lokal di liga.

Baca juga: Timnas Indonesia Disingkirkan Australia di Babak 16 Besar Piala Asia 2023, Shin Tae-yong Bilang Begini

Menurut Peri, para pesepak bola lokal, khususnya yang berposisi sebagai striker, kurang mendapat kesempatan bermain di Liga 1.

Hal itu tak lepas dari regulasi yang memberi setiap klub jatah enam pemain asing, di mana hampir seluruh tim peserta Liga 1 kini mengandalkan talenta impor untuk pos lini depan.

Peri, yang sempat memegang rekor pencetak gol terbanyak dalam satu musim Liga Indonesia dengan 34 gol pada 1994-1995 itu, menilai era keemasan striker Indonesia telah berakhir usai Bambang Pamungkas pensiun.

Setelah Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, Peri menganggap belum ada striker yang mampu menyamai kualitas dari eks penyerang legendaris Persija Jakarta itu.

Menyitat Antara, terakhir kali pemain Indonesia berstatus sebagai penyerang tersubur di Liga Indonesia terjadi tahun 2013, atas nama Boaz Solossa (25 gol).

Sementara pemain lokal terakhir yang mampu merebut gelar pemain terbaik liga adalah Ferdinand Sinaga pada tahun 2014.

Sejak dimulainya kompetisi Liga 1 Indonesia pada tahun 2017, terdapat perubahan signifikan terkait kuota pemain asing di setiap klub.

Pada awalnya, dalam Liga 1 Indonesia 2017, format kuota pemain asing adalah 2+1+1, yang berarti setiap tim dapat mengontrak dua pemain asing dari mana saja, satu pemain Asia, dan satu "marquee player" yang berlaga di Piala Dunia edisi 2006-2014.

Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi peningkatan jumlah kuota pemain asing dalam Liga 1 Indonesia. Pada musim 2023-2024, kuota pemain asing per klub meningkat menjadi enam, dengan rincian empat pemain asing dari negara manapun, satu pemain dari Asia, dan satu pemain dari Asia Tenggara.

Meski regulasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas permainan, tetapi kehadiran banyak pemain asing secara tak langsung juga berpotensi mengurangi menit bermain talenta lokal, terkhusus striker.

"Setelah itu, pemain terbaik selalu pemain asing, begitu juga 'top scorer'," tutur Peri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Indonesia Tersingkir di Piala Asia, PSSI Diminta Selektif Naturalisasi Pemain

Timnas Indonesia Tersingkir di Piala Asia, PSSI Diminta Selektif Naturalisasi Pemain

Bola | Senin, 29 Januari 2024 | 06:26 WIB

BRI Liga 1: Hadapi Persebaya, PSIS Semarang Boyong 21 Pemain ke Surabaya

BRI Liga 1: Hadapi Persebaya, PSIS Semarang Boyong 21 Pemain ke Surabaya

Bola | Senin, 29 Januari 2024 | 04:50 WIB

Erick Thohir: Kali Ini Timnas Indonesia Masuk 16 Besar, Berikutnya Harus Lebih Tinggi

Erick Thohir: Kali Ini Timnas Indonesia Masuk 16 Besar, Berikutnya Harus Lebih Tinggi

Bola | Senin, 29 Januari 2024 | 00:08 WIB

Terkini

Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan

Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 17:31 WIB

Toyota Tanggapi Penjualan Mobil China yang Mengintai Pasar Nasional

Toyota Tanggapi Penjualan Mobil China yang Mengintai Pasar Nasional

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 17:30 WIB

Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas

Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 17:28 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

Banten | Jum'at, 18 September 2026 | 17:27 WIB

Java United Was-was Persija Racikan Shin Tae-yong

Java United Was-was Persija Racikan Shin Tae-yong

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 17:25 WIB

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 17:23 WIB

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:22 WIB

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 17:19 WIB

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:16 WIB

365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist

365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 17:10 WIB

×