Pelatih PSS Sleman: Timnas Indonesia U-23 Tak Lebih Penting dari Masa Depan Klub di BRI Liga 1!

Arief Apriadi

Senin, 08 April 2024 | 14:30 WIB
Pelatih PSS Sleman: Timnas Indonesia U-23 Tak Lebih Penting dari Masa Depan Klub di BRI Liga 1!
Striker PSS Sleman dan Timnas Indonesia, Hokky Caraka (kanan). [dok. PSS]

Suara.com - Pelatih PSS Sleman, Risto Vidakovic memberikan komentar keras terkait pemanggilan striker mudanya, Hokky Caraka ke Timnas Indonesia U-23 untuk Piala Asia U-23 2024.

Menurut Risto Vidakovic, kehilangan Hokky Caraka akan berdampak negatif bagi PSS Sleman yang masih berjuang untuk terhindar dari terkaman degradasi di BRI Liga 1 2023-2024.

Tanpa Hokky, PSS Sleman disebut akan kehilangan salah satu striker terbaiknya dalam misi meraih hasil positif di sisa kompetisi.

Baca juga: Pemain Rp 104,29 Miliar Beri Kode untuk Dinaturalisasi Jadi WNI, Bakal Jadi yang Termahal Sepanjang Sejarah

“Bagi saya, hal terpenting dan tersulit adalah kehilangan pemain penting. Hokky bagi kami adalah pemain penting, dia bermain di setiap pertandingan, dia selalu masuk sebelas pertama," kata RIsto dikutip dari laman resmi PSS Sleman, Senin (8/4/2024).

"Bagi saya, hal terpenting dan tersulit adalah kehilangan pemain penting. Hokky bagi kami adalah pemain penting, dia bermain di setiap pertandingan, dia selalu masuk sebelas pertama."

“Kami masih berjuang untuk lolos dari degradasi. Bagi kami, Hokky adalah pemain yang sangat penting, tanpa dia saya pikir kami akan kehilangan banyak hal,” tambahnya.

Pelatih kepala Borneo FC, Risto Vidakovic. [HO/Borneofc.id]
Pelatih kepala PSS Sleman, Risto Vidakovic. [HO/Borneofc.id]

Pelatih asal Montenegro itu pun mempertanyakan keputusan PSSI memanggil Hokky Carakan memperkuat Timnas Indonesia U-23 2024. Apalagi, event tersebut tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.

PSS Sleman pada akhirnya melepas Hokky setelah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan sementara Liga 1 sebelum secara mendadak kembali melanjutkannya mulai 15 April mendatang.

baca juga

Risto pun menekankan bahwa masa depan PSS Sleman untuk bertahan di Liga 1 lebih penting dibanding Timnas Indonesia U-23 yang akan bermain di luar kalender resmi FIFA.

Baca juga: Full Senyum, Momen Gelandang Premier League saat Bertemu Kakeknya di Indonesia

“Begitu juga keputusan-keputusan seperti itu yang tidak dapat saya pahami karena ini tidak masuk dalam agenda FIFA," kata Risto.

"Saya pikir pada kasus ini harus berpikir proporsional. Pada kasus ini masa depan klub lebih penting daripada Timnas U23,” tambahnya.

PSS Sleman saat ini menduduki peringkat 14 klasemen Liga 1 2023-2024 dengan koleksi 32 poin dari 30 pertandingan.

Mereka cuma terpaut satu poin dari Arema FC yang menduduki peringkat 16 klasemen alias posisi teratas zona degradasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Indonesia U-23 vs UEA: Garuda Muda Harus Belajar dari Thailand

Timnas Indonesia U-23 vs UEA: Garuda Muda Harus Belajar dari Thailand

Bola | Senin, 08 April 2024 | 13:40 WIB

Menebak Calon Mesin Pencetak Gol Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024

Menebak Calon Mesin Pencetak Gol Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024

Bola | Senin, 08 April 2024 | 13:35 WIB

STY Dapat Tambahan Dua Tenaga Jelang Timnas Indonesia U-23 vs UEA Malam Ini

STY Dapat Tambahan Dua Tenaga Jelang Timnas Indonesia U-23 vs UEA Malam Ini

Bola | Senin, 08 April 2024 | 12:49 WIB

Terkini

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:53 WIB

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 10:49 WIB

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:45 WIB

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 10:42 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 10:41 WIB

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:40 WIB

Berita Buruk Bukan Sekadar Kabar: Di Balik Layar Ada Orang yang Menderita

Berita Buruk Bukan Sekadar Kabar: Di Balik Layar Ada Orang yang Menderita

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:30 WIB

4 Rekomendasi Cushion Anti Gesekan Helm Motor untuk Komuter, Sudah Ada SPF-nya

4 Rekomendasi Cushion Anti Gesekan Helm Motor untuk Komuter, Sudah Ada SPF-nya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 10:27 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Bukti Aliran Uang Korupsi Ditemukan!

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Bukti Aliran Uang Korupsi Ditemukan!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:19 WIB

Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis

Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:15 WIB

×