Jangan Ya Dek! 3 Kerugian Timnas Indonesia Gabung Oseania

Arief Apriadi

Kamis, 17 Oktober 2024 | 12:05 WIB
Jangan Ya Dek! 3 Kerugian Timnas Indonesia Gabung Oseania
Timnas Indonesia (Instagram/sandywalsh)

Suara.com - Respons Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang dianggap lambat dan tak serius perihal protes PSSI soal kontroversi wasit Ahmed Al Kaf memunculkan wacana agar Timnas Indonesia keluar dari AFC.

Salah satu gagasan agar Timnas Indonesia meninggalkan AFC dan bergabung dengan Konfederasi Sepak bola Oseania (OFC) disampaikan oleh pengamat sepak bola Tanah Air, Justinus Lhaksana.

Menurut sosok yang akrab disapa Coach Justin itu, AFC terlalu condong membela tim-tim Timur Tengah merujuk fakta bahwa para petinggi konfederasi tersebut diisi oleh "orang dalam" di mana presidennya saat ini berasal dari Bahrain, Salman bin Ebrahim Al Khalifa.

Meski belakangan Timnas Indonesia dianggap banyak dirugikan oleh keputusan wasit saat berhadapan dengan tim-tim Asia lain, wacana untuk pindah ke OFC jelas harus dikaji lebih dalam.

Pasalnya, kepindahan Timnas Indonesia ke OFC diyakini juga memiliki dampak negatif. Berikut ulasannya.

1. Tak Punya Lawan Tangguh

AFC merupakan salah satu konfederasi dengan peta persaingan yang tinggi. Banyak dari negara-negara anggotanya yang sudah mencicipi Piala Dunia seperti Jepang, Korea Selatan, Iran hingga Arab Saudi.

Andai Timnas Indonesia meninggalkan AFC dan bergabung dengan OFC, skuad Garuda di atas kertas akan mengalami penurunan persaingan.

OFC saat ini berisikan 13 negara anggota, tetapi hanya Selandia Baru yang dianggap punya level yang bisa bersaing dengan negara-negara anggota AFC.

baca juga

Sisa tim-tim di OFC adalah American Samoa, Kepulauan Cook, Fiji, Kiribati, Kaledonia Baru, Papua Nugini, Samoa, Kepulauan Solomon, Tahiti, Tonga, Tuvalu dan Vanuatu.

2. Makin Susah ke Piala Dunia

Jika pindah ke OFC, peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia dipastikan bakal menurun drastis.

Pasalnya, OFC cuma mendapat alokasi atau jatah lolos ke Piala Dunia sebanyak 1,5 tim mulai edisi 2026.

Artinya, hanya satu negara yang berhak lolos ke Piala Dunia secara langsung lewat jalur juara dalam fase kualifikasi.

Sementara satu negara lain dalam hal ini runner-up, harus menjalani play-off inter konfederasi dengan wakil-wakil dari Asia (AFC), Afrika (CAF), Amerika Selatan (Conmebol) dan dua negara Amerika Utara (Concacaf).

3. Habiskan Ongkos Lebih Besar

Andai bergabung dengan OFC, Timnas Indonesia secara otomatis juga meninggalkan keanggotaan dari negara-negara Asia Tenggara (AFF).

Alhasil, mereka tak akan memainkan turnamen seperti Piala Asia hingga Piala AFF dan beralih ke event-event garapan OFC.

Jika itu terjadi, Timnas Indonesia jelas bakal kehilangan kesempatan menghadapi negara-negara tetangga di event resmi yang di atas kertas hanya membutuhkan "ongkos" lebih murah jika bermain tandang.

Sementara menghadapi lawan-lawan di OFC, Timnas Indonesia harus mengeluarkan biaya lebih karena jarak/lokasi lawan-lawannya cenderung lebih jauh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemain Bahrain Dapat "Hadiah" Umrah usai Ribut-ribut dengan Timnas Indonesia dan Tahan Arab Saudi

Pemain Bahrain Dapat "Hadiah" Umrah usai Ribut-ribut dengan Timnas Indonesia dan Tahan Arab Saudi

Bola | Kamis, 17 Oktober 2024 | 11:39 WIB

Media China: Shin Tae-yong Pangkal Masalah Timnas Indonesia

Media China: Shin Tae-yong Pangkal Masalah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 17 Oktober 2024 | 11:28 WIB

Daftar 12 Negara yang Akan Jadi Lawan Baru Timnas Indonesia jika Pindah ke Oseania

Daftar 12 Negara yang Akan Jadi Lawan Baru Timnas Indonesia jika Pindah ke Oseania

Bola | Kamis, 17 Oktober 2024 | 11:30 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×