Suara.com - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, tengah bersiap menghadapi dua laga kandang yang krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sikap santainya bikin publik bingung, padahal dia bakal menghadapi timnas paling kuat di Asia.
Duel kontra Jepang dan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Garuda.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Paes mengungkapkan antusiasmenya menyambut dua laga kandang tersebut.
Ia menyebut pekan ini sebagai pekan yang penting bagi Timnas Indonesia.
"Minggu yang penting dengan 2 pertandingan besar di GBK. Saatnya untuk bersenang-senang," kata Maarten Paes dikutip dari laman Instagram pribadinya.
Unggahannya pun langsung dibanjiri dukungan dari rekan-rekannya di Timnas Indonesia.
Sebagai benteng terakhir Timnas Indonesia, Paes diharapkan mampu tampil gemilang dan memberikan kontribusi besar bagi tim.

Refleks dan kemampuannya dalam mengantisipasi serangan lawan akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam meraih poin penuh.
Saat ini, Timnas Indonesia masih berjuang untuk memperbaiki posisi di klasemen Grup C.
Skuad Garuda saat ini berada di posisi kelima dengan tiga poin dari empat pertandingan.
Sementara itu, Jepang kokoh di puncak klasemen dengan 10 poin, diikuti oleh Australia dan Arab Saudi yang sama-sama mengoleksi lima poin.
Laga kandang melawan Jepang dan Arab Saudi tentu akan menjadi tantangan berat bagi Timnas Indonesia.
Namun, dengan dukungan penuh dari para pemain dan seluruh rakyat Indonesia, skuad Garuda optimis bisa meraih hasil maksimal.
Jelang laga ini, Timnas Indonesia dan Jepang sama-sama memanggil total 27 pemain yang akan diandalkan guna bertarung di GBK.
Hanya saja, Jepang punya skuad yang lebih mewah dengan total Market Value sebesar 289,3 juta euro (Rp4,8 triliun), unggul 10 kali lipat dari Indonesia dengan 27,48 juta euro (Rp46,8 miliar).
Market Value yang dimiliki Jepang tak lepas dari banyaknya bintang di skuadnya. Total ada 22 pemain yang berkiprah di Eropa bersama klub ternama, seperti Liverpool, Celtic, dan AS Monaco.
Sementara dari kubu Indonesia, hanya ada 16 pemain yang berkarir di luar negeri dan ada yang bermain di klub-klub kasta kedua maupun di klub Asia.
Jomplangnya kualitas pemain Indonesia dan Jepang juga terlihat dari pemain termahalnya. Dari skuad Garuda, pemain termahal adalah Mees Hilgers dengan 10 juta euro (Rp168 miliar).
Sementara dari kubu Jepang, Takefusa kubo menjadi pemain termahal dengan 50 juta euro (Rp840 miliar). Bahkan harga Mees Hilgers itu menjadi harga tertinggi ke-11 di skuad Samura Biru saat ini.
Dengan perbedaan kualitas yang jomplang itu, Jepang pun mampu unggul di ranking FIFA ketimbang Timnas Indonesia.
Saat ini, Jepang menjadi tim Asia dengan peringkat tertinggi di ranking FIFA, yakni berada di peringkat ke-15 dunia.
Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-130 dunia, alias terpaut 115 peringkat dari Kaoru Mitoma dkk.
Perbedaan ranking ini tak lepas dari kiprah Jepang yang mampu menunjukkan progress apik di tim nasionalnya.
Sementara Indonesia sempat mengalami kemunduran usai masuk 100 besar ranking FIFA di awal tahun 2000 an, yang dimulai pada 2006 dan berlanjut hingga 2016 akibat adanya dualisme dan sanksi FIFA.
