Liga indonesia 6 Februari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 6 Februari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 2 Februari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 2 Februari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 1 Februari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 1 Februari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 31 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 31 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 31 Januari 2026 | 13:30 WIB
Liga indonesia 30 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 30 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 26 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 25 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 25 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 24 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 24 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 24 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 24 Januari 2026 | 13:30 WIB
Liga indonesia 23 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 23 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 12 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 12 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 11 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 11 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 11 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 10 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 10 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 9 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 9 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 5 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 5 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 4 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 4 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 4 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 4 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 3 Januari 2026 | 19:00 WIB
Liga indonesia 3 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 3 Januari 2026 | 15:30 WIB
Liga indonesia 30 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 29 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 29 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 29 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 28 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 28 Desember 2025 | 13:30 WIB
Liga indonesia 27 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 27 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 23 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 23 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 22 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 22 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 21 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 21 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 21 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 20 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 20 Desember 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 14 Desember 2025 | 13:30 WIB
Liga indonesia 6 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 5 Desember 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 30 November 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 30 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 29 November 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 29 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 29 November 2025 | 13:30 WIB
Liga indonesia 28 November 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 28 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 27 November 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 27 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 23 November 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 23 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 22 November 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 22 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 22 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 21 November 2025 | 19:00 WIB
Liga indonesia 21 November 2025 | 15:30 WIB
Liga indonesia 20 November 2025 | 19:00 WIB

Simon Tahamata Kecewa dengan Belanda: Orang Maluku Berjuang untuk Mereka, tapi...

Arief Apriadi Suara.Com
Selasa, 04 Februari 2025 | 15:59 WIB
Simon Tahamata Kecewa dengan Belanda: Orang Maluku Berjuang untuk Mereka, tapi...
Simon Tahamata eks Ajax dirumorkan jadi Dirtek Timnas Indonesia. Dia sempat mengaku kecewa dengan Belanda, negara yang membesarkan namanya itu. [Instagram Simon Tahamata]

Suara.com - Eks Timnas Belanda dan Ajax Amsterdam berdarah Indonesia, Simon Tahamata, diam-diam menyimpan kekecewaan besar terhadap Negeri Kincir Angin.

Meski mendapat popularitas setelah membela klub raksasa Ajax dan Timnas Belanda, sosok yang digadang-gadang menjadi Direktur Teknik PSSI itu memiliki kenangan pahit dengan Belanda.

Ya, sebagai orang Maluku asli yang lahir dari kedua orang tua Indonesia, Simon melihat bagaimana komunitasnya kesulitan di "negeri orang".

Menyitat media Belanda, Vanderleymedia, sebanyak 12.500 warga Maluku Selatan kabur ke Belanda pada 1951.

Mereka meninggalkan Indonesia buntut dari konflik yang terjadi setelah memproklamirkan negara Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon pada 1950.

Simon Tahamata dikabarkan akan segera menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia.
Simon Tahamata dikabarkan akan segera menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia.

Dua dari 12.500 orang Maluku yang mengungsi ke Belanda diketahui merupakan orang tua dari Simon Tahamata.

Ayahnya diketahui merupakan tentara KNIL alias angkatan bersenjata Hindia Belanda di masa penjajahan.

Simon sendiri pada akhirnya lahir di Vught, Belanda pada 26 Mei 1956. Dia dan keluarganya sempat tak memiliki paspor alias warga tak bernegara, sebelum karier sepak bola membuatnya mendapat kewarganegaraan Belanda pada 1976.

Sebelum dan sesudah menjadi warga negara Belanda, Simon menyaksikan bagaimana orang-orang Maluku yang tinggal di Negeri Kincir Angin, sejatinya sempat punya konflik dengan Belanda.

Baca Juga: Ole Romeny Masih Puasa Gol, Erick Thohir: Dia Dibutuhkan Patrick Kluivert

"Setelah menduduki kedutaan besar Indonesia di Wassenaar pada tahun 1970 (satu orang tewas), sekelompok pemuda Maluku dari wilayah utara negara itu membajak sebuah kereta api dua kali," tulis Vanderleymedia.

"Pada tahun 1975, tiga orang tewas di dekat Wijster. Pada tahun 1977, dua sandera dan enam pembajak tewas di dekat De Punt setelah tentara menyerbunya."

"Penyanderaan sekelompok anak sekolah di Bovensmilde berakhir tanpa pertumpahan darah. Kekerasan itu menyebabkan ketegangan sosial yang besar antara Belanda dan orang-orang Maluku."

Simon Tahamata mengaku paham bahwa tindakan yang dilakukan orang-orang Maluku tidak datang tanpa sebab, melainkan buah dari perlakuan tidak baik negara Belanda terhadap orang-orang Maluku.

"Itu semua ada hubungannya dengan cara pemerintah Belanda memperlakukan ayah kami," kata Tahamata.

Menurutnya, orang-orang Maluku di Belanda merasa kecewa karena saat jaman penjajahan Hindia Belanda, mereka membela Negeri Kincir Angin tetapi tidak diberikan perhatian saat masa-masa sulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI