Sosok Thomas Degenaars, Kakek Buyut Ole Romeny Tewas Dibom di Dekat Medan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 12 Februari 2025 | 06:27 WIB
Sosok Thomas Degenaars, Kakek Buyut Ole Romeny Tewas Dibom di Dekat Medan
Sosok Thomas Degenaars, Kakek Buyut Ole Romeny Tewas Dibom di Dekat Medan (Kolase Suara.com/Historia/oorlogsgravenstichting.nl)

"Tidak terdapat catatan signikan tentang silsilah dari garis ayahnya. Tetapi beberapa catatan sejarah mengenai kakek buyut dari garis ibunya, yakni Thomas Degenaars," tulis Historia.

Lanjut Historia, sosok ini dikenal sebagai akuntan di perusahaan perkebunan Handeslvereniging Amsterdam (HVA) cabang Medan.

Selain berkarier di dunia keuangan, Thomas juga aktif dalam organisasi kepanduan.

Pada edisi 30 November 1937, surat kabar Deli Courant mencatat perannya sebagai sekretaris-bendahara Nederlandsch-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) cabang Medan.

Minat dalam kepanduan juga diwariskan kepada putranya, Tom, yang aktif dalam Kale Koppen Kamstam di Cimahi saat menempuh pendidikan di Bandung.

"Sebagaimana banyak anggota kepanduan, Thomas dan putranya turut dimobilisasi ke dalam Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) semasa Perang Pasik (1941-1945)."

"Thomas ditangkap pasukan Jepang di Kutacane, Aceh, medio 1942. Bersama sejumlah personel militer Belanda dan Sekutu lainnya, Thomas lalu dijebloskan ke Kamp Tawanan Perang Glugur, Medan."

Pada pertengahan 1942, pasukan Jepang menangkap Thomas di Kutacane, Aceh, dan menahannya di Kamp Tawanan Perang Glugur, Medan, bersama tentara Belanda dan Sekutu lainnya. Sementara itu, Tom ditahan di Kamp Tawanan Perang Juliana di Seram Selatan.

Putra bungsunya, Rob, yang masih bersekolah menengah, bersama anggota keluarga lainnya dimasukkan ke dalam kamp interniran di Belawan.

baca juga

Para tawanan itu dikumpulkan di Pelabuhan Belawan untuk diberangkatkan ke Pekanbaru sebagai pekerja paksa dalam proyek pembangunan jalur kereta api.

Mereka diangkut menggunakan Harugiku Maru, kapal kargo bekas milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yang telah diambil alih oleh Jepang. Kapal ini berlayar pada 26 Juni 1944 dalam konvoi kecil, menyusuri Selat Malaka.

Namun, perjalanan mereka berujung tragedi. Kapal selam Inggris HMS Truculent mendeteksi keberadaan konvoi tersebut di perairan Tanjungbalai.

"Torpedo-torpedo Truculent telak mengenai beberapa kapal perusak dan kapal penyapu ranjau Jepang. Hariguku Maru kemudian turut jadi mangsanya. Serangan torpedo-torpedo Truculent membuat Harugiku Maru meledak dan terbelah jadi dua. Hanya dalam waktu 15 menit dari serangan torpedo pertama, kapal itu tenggelam ke dasar Selat Malaka," tulis Historia lagi.

Dituliskan, dari insiden tersebut, hanya 540 tawanan yang berhasil diselamatkan. Sementara itu, sekitar 180 tawanan, termasuk Thomas Degenaars, kehilangan nyawa di lautan.

Profil Thomas Degenaars

Masih dari tulisan Historia, Thomas Degenaars lahir di Doordrecht, Belanda, pada 3 Juni 1895. Dia dikenal sebagai sosok yang berperan dalam dunia kepanduan dan militer di Hindia Belanda.

Putra dari pasangan Leendert Degenaars dan Barbara van Zijst ini memulai petualangan barunya di tanah kolonial setelah merantau ke Hindia Belanda pada tahun 1918.

Sebagai kepala keluarga, Thomas menikah dengan Trintje Degenaars dan dikaruniai tiga anak: Tom yang lahir pada 30 Oktober 1921, Helene Wilhelmina pada 2 April 1923, serta Robert Degenaars pada 2 Mei 1925.

Kehidupan keluarga ini berakar kuat di Hindia Belanda, di mana Thomas menjalani profesinya sebagai akuntan di Handeslvereniging Amsterdam (HVA), sebuah perusahaan perkebunan ternama yang memiliki cabang di Medan.

Kedalaman Skuad Timnas Semakin Mumpuni

Kehadiran Ole Romeny menjadi angin segar bagi sektor serang Indonesia yang sebelumnya hanya mengandalkan Dimas Drajad dan Ramadhan Sananta sebagai striker murni.

Dengan tambahan opsi di lini depan, pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, kini memiliki lebih banyak pilihan strategi dalam merancang pola serangan.

Dari sisi adaptasi, Ole Romeny diprediksi tidak akan mengalami kesulitan berarti. Kehadirannya di skuad Garuda didukung oleh keberadaan sejumlah pemain keturunan Belanda lainnya yang telah lebih dulu berkontribusi di Timnas Indonesia. Faktor ini diharapkan mampu mempercepat proses adaptasinya di dalam tim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Thom Haye Jujur Bongkar Kondisi Timnas Indonesia Setelah Ditinggal STY: Saya Pikir...

Thom Haye Jujur Bongkar Kondisi Timnas Indonesia Setelah Ditinggal STY: Saya Pikir...

Bola | Selasa, 11 Februari 2025 | 18:35 WIB

Head To Head Timnas Indonesia vs Timnas Iran di Piala Asia U-20 2025, Misi Balas Dendam 50 Tahun Lalu

Head To Head Timnas Indonesia vs Timnas Iran di Piala Asia U-20 2025, Misi Balas Dendam 50 Tahun Lalu

Bola | Selasa, 11 Februari 2025 | 17:44 WIB

Eks 'Monster' Shin Tae-yong Percaya Rezeki Dipanggil Patrick Kluivert Diatur Tuhan

Eks 'Monster' Shin Tae-yong Percaya Rezeki Dipanggil Patrick Kluivert Diatur Tuhan

Bola | Selasa, 11 Februari 2025 | 16:28 WIB

Terkini

Bawa Norwegia ke 32 Besar, HaalandSamai Catatan Messi dan Mbappe di Piala Dunia 2026

Bawa Norwegia ke 32 Besar, HaalandSamai Catatan Messi dan Mbappe di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:21 WIB

3 Fakta Menarik Jelang Kolombia vs Kongo di Piala Dunia 2026, Strategi Bertahan ke Fase Gugup

3 Fakta Menarik Jelang Kolombia vs Kongo di Piala Dunia 2026, Strategi Bertahan ke Fase Gugup

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:20 WIB

Bersih-bersih Usai Juara! Persib Bandung Depak Striker Spanyol

Bersih-bersih Usai Juara! Persib Bandung Depak Striker Spanyol

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:01 WIB

Prediksi Skor Panama vs Kroasia: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Panama vs Kroasia: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:59 WIB

4 Fakta Menarik Jelang Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Ronaldo dalam Tekanan Mental

4 Fakta Menarik Jelang Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Ronaldo dalam Tekanan Mental

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:51 WIB

Daftar Rekor Lionel Messi di Piala Dunia Hingga 2026, Jarang Diketahui Publik

Daftar Rekor Lionel Messi di Piala Dunia Hingga 2026, Jarang Diketahui Publik

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:38 WIB

Harry Kane Diambang Pecahkan Rekor David Beckham Jelang Inggris vs Ghana

Harry Kane Diambang Pecahkan Rekor David Beckham Jelang Inggris vs Ghana

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:35 WIB

Piala Dunia 2026 Dibanjiri Gol Bunuh Diri, Rekor 2018 Terancam Pecah

Piala Dunia 2026 Dibanjiri Gol Bunuh Diri, Rekor 2018 Terancam Pecah

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01 WIB

Persija Jakarta Dikaitkan dengan Gelandang Jepang dan Eks Kiper Persib

Persija Jakarta Dikaitkan dengan Gelandang Jepang dan Eks Kiper Persib

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pelatih Portugal Belum Mau Cadangkan Ronaldo saat Lawan Uzbekistan: Dia Mau Berkontribusi

Pelatih Portugal Belum Mau Cadangkan Ronaldo saat Lawan Uzbekistan: Dia Mau Berkontribusi

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:38 WIB