Pelatih Manchester United Ruben Amorim: Saya Akan Pergi

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 22 Mei 2025 | 10:11 WIB
Pelatih Manchester United Ruben Amorim: Saya Akan Pergi
Pelatih kepala Manchester United asal Portugal Ruben Amorim (tengah) bereaksi di akhir pertandingan Liga Inggris 2024/2025 antara Ipswich Town vs Manchester United di Portman Road di Ipswich, Inggris timur pada 24 November 2024. Darren Staples / AFP

Suara.com - Ruben Amorim menegaskan bahwa dirinya tidak akan secara sukarela meninggalkan kursi pelatih Manchester United, meskipun hasil musim ini sangat mengecewakan.

Pernyataan tersebut keluar usai tim asuhannya takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur dalam laga final Liga Europa, Kamis (22/5) dini hari WIB, yang memperparah rekor buruknya bersama Setan Merah.

Pelatih asal Portugal itu menanggapi tekanan dari berbagai pihak dengan tenang, sembari menekankan bahwa ia tidak merasa perlu membuktikan apa pun kepada para pendukung.

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim bereaksi menjelang pertandingan Liga Inggris antara Wolverhampton Wanderers vs Manchester United di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris tengah pada 26 Desember 2024.HENRY NICHOLLS / AFP.
Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim bereaksi menjelang pertandingan Liga Inggris antara Wolverhampton Wanderers vs Manchester United di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris tengah pada 26 Desember 2024.HENRY NICHOLLS / AFP.

Menurutnya, selama belum ada keputusan resmi dari manajemen, ia akan tetap fokus menjalankan tugasnya di Old Trafford. Namun, Amorim juga menyatakan kesiapannya untuk hengkang jika klub atau suporter merasa dirinya bukan sosok yang tepat.

Bahkan ia menegaskan tidak akan meminta kompensasi pemutusan kontrak, asalkan keputusannya datang dari klub, bukan pengunduran diri pribadi.

"Tapi, mari kita lihat nanti. Saya selalu terbuka dengan segala kemungkinan. Jika dewan direksi dan fans merasa saya bukan sosok pelatih yang tepat, saya akan pergi tanpa membicarakan kompensasi. Tetapi saya tidak akan mundur," kata Amorim ke ESPN, dikutip Kamis (22/5/2025).

Amorim saat ini masih terikat kontrak selama dua tahun ke depan.

Ia tetap menunjukkan optimisme bahwa proyek jangka panjang yang dibangunnya di Manchester United bisa membuahkan hasil, meski awal perjalanan tidak berjalan sesuai harapan.

Namun, kegagalan demi kegagalan di lapangan membuat posisinya terus dipertanyakan.

Ruben Amorim di laga Arsenal vs Manchester United. [Dok. AFP]
Ruben Amorim di laga Arsenal vs Manchester United. [Dok. AFP]

Musim ini, Manchester United mencatatkan performa yang jauh dari ekspektasi. Kekalahan di final Liga Europa menjadi penutup yang pahit, dan semakin menegaskan kegagalan Amorim dalam mempersembahkan satu pun gelar.

Tak hanya itu, posisi MU di klasemen Liga Inggris pun memprihatinkan. Hingga pekan terakhir, Setan Merah masih berada di peringkat ke-16, terpaut tipis dari zona degradasi, dan hanya unggul satu tingkat dari Tottenham yang ironisnya mampu menaklukkan mereka di laga final.

Ruben Amorim datang ke Manchester United pada pertengahan musim 2024/2025, menggantikan Erik Ten Hag yang diberhentikan pada Oktober 2024 akibat performa buruk tim.

Keputusan mendatangkan Amorim awalnya disambut antusias oleh sejumlah pihak yang melihatnya sebagai pelatih muda potensial dengan reputasi apik saat menangani Sporting Lisbon.

Namun, harapan tinggi itu belum mampu dibuktikan sejauh ini.

Manchester United Gagal Menang, Ruben Amorim Lebih Baik Dibanding Sir Alex [Instagram]
Manchester United Gagal Menang, Ruben Amorim Lebih Baik Dibanding Sir Alex [Instagram]

Sebagai pelatih yang dikenal memiliki filosofi permainan menyerang dan progresif, Amorim dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun ulang kepercayaan diri pemain dan sistem permainan di tubuh skuad United.

Sayangnya, cedera pemain inti dan atmosfer internal yang kurang stabil ikut menghambat proses transisi.

Situasi ini memunculkan perdebatan di kalangan penggemar dan analis sepak bola Inggris.

Banyak yang mempertanyakan apakah Amorim mampu membalikkan keadaan di musim depan, atau justru klub harus segera mencari opsi pelatih baru sebelum memasuki pramusim.

Manchester United, sebagai salah satu klub tersukses di Inggris, tengah berada dalam periode tersuram dalam satu dekade terakhir.

Krisis performa yang berkepanjangan sejak era Sir Alex Ferguson belum juga teratasi meski telah berganti-ganti pelatih.

Amorim kini menjadi bagian dari daftar panjang pelatih yang harus berjibaku memulihkan kejayaan klub.

Ke depan, masa depan Ruben Amorim di Old Trafford masih menjadi teka-teki besar.

Ia memang menunjukkan integritas dengan tidak ingin mengundurkan diri, tetapi juga tidak memaksakan diri untuk bertahan jika manajemen klub dan pendukung sudah kehilangan kepercayaan.

Manchester United (MU) harus mengubur ambisi meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025. Dalam final di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB, Setan Merah takluk 0-1 dari Tottenhan Hotspur. [Instagram @europaleague]
Manchester United (MU) harus mengubur ambisi meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025. Dalam final di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB, Setan Merah takluk 0-1 dari Tottenhan Hotspur. [Instagram @europaleague]

Sikap ini menunjukkan profesionalisme, namun sekaligus menyoroti kondisi krisis di dalam tubuh Manchester United.

Jika klub memilih untuk mempertahankan Amorim, maka dibutuhkan perubahan signifikan baik dari sisi strategi transfer, mentalitas pemain, hingga dukungan manajemen.

Namun bila sebaliknya, maka musim panas ini bisa menjadi awal baru bagi Manchester United untuk kembali menyusun ulang proyek besar mereka.

Spur juara

Tottenham menjuarai Liga Europa 2024/25 seusai menaklukkan Manchester United dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion San Mames, Bilbao, Kamis dini hari WIB.

Pada pertandingan ini kemenangan Tottenham atas Manchester United hadir berkat gol semata wayang dari Brennan Johnson di babak pertama, demikian catatan UEFA.

Tottenham Hotspur meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025.Gelar juara itu didapatkan setelah mengalahkan Manchester United (MU), 1-0, dalam final di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB. [Instagram @europaleague]
Tottenham Hotspur meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025.Gelar juara itu didapatkan setelah mengalahkan Manchester United (MU), 1-0, dalam final di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB. [Instagram @europaleague]

Ini menjadi gelar ketiga Liga Europa Tottenham Hotspur setelah sebelumnya berhasil mereka menangkan pada musim 1971/72 dan 1983/84 silam, sekaligus menyudahi dahaga 17 tahun tanpa gelar, setelah terakhir kali mengangkat Piala Liga Inggris musim 2007/08.

Di sisi lain, ini menjadi kegagalan Manchester United untuk kembali meraih gelar juara Liga Europa setelah pada musim 2020/21 lalu takluk dari Villarreal lewat adu penalti di partai final.

Secara statistik sebenarnya Manchester United unggul dengan 73 persen penguasaan bola dan melepaskan 16 tendangan yang enam di antaranya tepat sasaran, namun Tottenham dapat tampil efektif.

MU mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan Amad Diallo yang masih menyamping dari gawang Tottenham.

Amad Diallo kembali menciptakan peluang lewat tendangannya dari luar kotak penalti, akan tetapi kali ini bola masih mengarah ke pelukan kiper Tottenham Guglielmo Vicario.

Selanjutnya Tottenham yang lebih sering memberikan ancaman ke lini pertahanan MU dan mampu membuahkan hasil pada menit 42 setelah umpan dari Pape Matar Sarr dapat dikonversikan menjadi gol oleh Brennan Johnson sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Pada sisa babak pertama, MU berupaya untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga turun minum skor 1-0 untuk keunggulan Tottenham tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, MU mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan memiliki peluang lewat sundulan Rasmus Hojlund yang masih dapat dihalau oleh tendangan bek Tottenham Micky van de Ven.

MU kembali mencitptakan peluang melalui tendangan yang dilepaskan oleh Bruno Fernandes, akan tetapi bola masih menyamping ke sisi kanan gawang dari Tottenham.

Selanjutnya giliran Alejandro Garnacho yang menciptakan peluang untuk MU, akan tetapi tendangannya masih dapat diselamatkan oleh Vicario.

MU terus berupaya untuk menyamakan kedudukan, dan sempat memiliki peluang melalui lewat sundulan Luke Shaw yang masih dapat ditepis oleh Vicario.

Pada waktu yang tersisa, MU terus menggempur lini pertahanan Tottenham, akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Tottenham tetap bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Juara Liga Europa, Son Heung-min: Mimpi Jadi Kenyataan

Juara Liga Europa, Son Heung-min: Mimpi Jadi Kenyataan

Bola | Kamis, 22 Mei 2025 | 06:24 WIB

Mirip Rencana PT LIB, Nasib 'Tragis' Son Heung-min Usai Juara Liga Europa

Mirip Rencana PT LIB, Nasib 'Tragis' Son Heung-min Usai Juara Liga Europa

Bola | Kamis, 22 Mei 2025 | 05:38 WIB

Oh Nasibmu MU: Tak Pernah Kalah, Sekali Tumbang Justru di Laga Final

Oh Nasibmu MU: Tak Pernah Kalah, Sekali Tumbang Justru di Laga Final

Bola | Kamis, 22 Mei 2025 | 05:09 WIB

Terkini

Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...

Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:15 WIB

Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa

Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:53 WIB

Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia

Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB

Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia

Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:57 WIB

Semakin Canggih, Ranking FIFA akan Diperbarui Real Time Mulai Maret 2026

Semakin Canggih, Ranking FIFA akan Diperbarui Real Time Mulai Maret 2026

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:40 WIB

Seleksi Lebih dari 170 Orang, 10 Pemain Ini Wakili Indonesia di Ajang Piala Dunia Anak Jalanan 2026

Seleksi Lebih dari 170 Orang, 10 Pemain Ini Wakili Indonesia di Ajang Piala Dunia Anak Jalanan 2026

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:35 WIB

Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK

Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia

Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:14 WIB

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Bek Persib Bandung Rela Korbankan Kepentingan Pribadi

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Bek Persib Bandung Rela Korbankan Kepentingan Pribadi

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:30 WIB

Persib Bandung di Ambang Hattrick Juara, Bojan Hodak: Jangan Bicara Terlalu Jauh

Persib Bandung di Ambang Hattrick Juara, Bojan Hodak: Jangan Bicara Terlalu Jauh

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB