Melihat Peluang Timnas Indonesia Kalahkan Jepang dengan Skuad Timpang

Arief Apriadi Suara.Com
Sabtu, 24 Mei 2025 | 21:22 WIB
Melihat Peluang Timnas Indonesia Kalahkan Jepang dengan Skuad Timpang
Melihat Peluang Timnas Indonesia Kalahkan Jepang dengan Skuad Timpang. [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan besar saat bertandang ke Jepang dalam laga pamungkas putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 10 Juni mendatang. Namun, situasinya bisa jadi berbeda dibanding pertemuan sebelumnya.

Jepang secara mengejutkan memilih untuk merombak besar-besaran skuad mereka untuk menghadapi Australia dan Indonesia.

Pelatih Hajime Moriyasu memutuskan memanggil mayoritas pemain lapis kedua, bahkan menyertakan tujuh debutan yang belum pernah tampil untuk timnas senior sebelumnya.

Sebagian besar dari mereka berasal dari J1 League, kompetisi kasta tertinggi di Jepang, seperti Koki Kumasaka (Kashiwa Reysol), Kota Tawaratsumida (FC Tokyo), hingga Ryunosuke Sato (Fagiano Okayama).

Langkah ini diambil lantaran Jepang sudah memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Di Grup C, mereka telah mengumpulkan 20 poin dari delapan pertandingan dan tidak bisa lagi dikejar oleh Australia yang berada di peringkat kedua dengan 13 poin.

Dengan status tersebut, dua laga tersisa hanya menjadi formalitas bagi Samurai Biru.

Dari total 27 pemain yang dipanggil, hanya segelintir yang merupakan langganan starter di tim utama Jepang: Zion Suzuki (Parma), Wataru Endo (Liverpool), dan Takefusa Kubo (Real Sociedad).

Nama-nama seperti Daichi Kamada (Crystal Palace) dan Keito Nakamura (Stade de Reims) juga masih berada di skuad, namun sebagian besar lainnya adalah wajah baru di panggung internasional.

Baca Juga: Ada Pemain Berstatus Kriminal di Skuat Jepang, Timnas Indonesia Menang WO?

Selebihnya adalah pemain-pemain muda dan minim pengalaman, seperti Yu Hirakawa (Bristol City), Shunsuke Mito (Sparta Rotterdam), dan Junnosuke Suzuki (Shonan Bellmare).

Artinya, ada peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk mencuri hasil di Suita City Football Stadium.

Terlebih, banyak nama beken Jepang tidak disertakan dalam skuad ini. Di antaranya adalah Kaoru Mitoma, Ritsu Doan, Takumi Minamino, Hiroki Ito, dan Ayase Ueda.

Absennya para pemain andalan ini membuat lini serang dan pertahanan Jepang kehilangan sejumlah pilar penting.

Bahkan, beberapa pemain kunci Jepang juga harus absen karena cedera, seperti Takehiro Tomiyasu dan Koki Ogawa.

Hal ini semakin mempertegas bahwa kekuatan penuh Jepang tidak akan diturunkan dalam laga melawan Indonesia.

Kondisi ini membuat Jepang tampil tidak dengan kekuatan terbaiknya.

Meski tetap berbahaya karena memiliki talenta-talenta muda yang menjanjikan, soliditas tim mereka bisa diuji, terutama dalam aspek kekompakan dan pengalaman bermain bersama.

Bagi Timnas Indonesia, ini adalah peluang yang terlalu berharga untuk dilewatkan. Pasukan Patrick Kluivert membutuhkan hasil positif untuk menjaga asa lolos ke putaran keempat.

Saat ini Indonesia mengoleksi 9 poin, unggul tipis dari Bahrain dan China. Satu kemenangan atau hasil imbang di laga terakhir bisa menjadi penentu nasib Garuda di babak kualifikasi ini.

Secara teknis, menghadapi Jepang tetaplah ujian berat. Namun, dengan komposisi tim lawan yang tidak ideal dan tekanan hasil yang lebih besar berada di pihak Indonesia, skenario kejutan bukan hal mustahil.

Rotasi yang dilakukan Moriyasu bisa menjadi celah bagi Indonesia untuk memanfaatkan kekurangan koordinasi antarpemain Jepang.

Kunci keberhasilan Indonesia terletak pada efektivitas lini depan, disiplin pertahanan, dan keberanian untuk menekan sejak awal.

Kluivert bisa memanfaatkan kelemahan komunikasi di lini belakang Jepang yang diperkuat pemain muda seperti Kota Takai (Kawasaki Frontale) atau Junnosuke Suzuki.

Pengalaman melawan tim besar macam Australia dan pertemuan pertama melawan Jepang bisa menjadi bekal penting dalam mengantisipasi permainan solid dan agresif dari Jepang.

Meski tampil dengan pemain pelapis, Jepang tetap dikenal dengan sistem permainan kolektif dan pressing ketat, sehingga kesiapan taktik dan mental akan sangat menentukan.

Selain itu, rotasi pemain akan sangat krusial. Kluivert memegang peran penting dalam menentukan pemain yang akan turun demi bisa meraup hasil positif di markas Jepang.

Pemilihan starting XI yang tepat serta pergantian pemain yang cermat dapat membuat perbedaan besar.

Dukungan mental juga penting. Bermain di hadapan publik Jepang bisa jadi tekanan, tapi juga bisa jadi motivasi.

Jika Indonesia mampu tampil lepas dan percaya diri, hasil positif bukan sekadar mimpi—namun bisa menjadi kenyataan yang membawa Garuda selangkah lebih dekat ke Piala Dunia 2026.

Kontributor: Aditia Rizki

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI