Tiga dari enam gol Oxford United lahir dari tembakan luar kotak penalti dan umpan silang awal yang gagal diantisipasi barisan pertahanan.
“Yang saya khawatirkan sebenarnya bola mati. Tapi ternyata kami kebobolan dari tendangan jarak jauh dan early cross. Ini karena tekanan di lini tengah tidak konsisten,” jelasnya.
Di babak kedua, Oxford United makin menggila. Tom Bradshaw mencetak gol keempat di menit ke-53, disusul sepakan keras Przemyslaw Placheta dari luar kotak penalti pada menit ke-56 yang menjadikan skor 5-1.
Tak lama kemudian, Brian De Keersmaecker ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68, memperlebar jarak menjadi 6-1.
Meski tertinggal jauh, para pemain Liga 1 All-Star tidak menyerah begitu saja. Riko Simanjuntak sempat mencetak gol di babak pertama, memanfaatkan kesalahan pemain belakang Oxford.
Di babak kedua, Rizky Dwi dan Eksel Runtukahu menyumbang dua gol tambahan yang mengurangi margin kekalahan menjadi 3-6.
Pertandingan ini juga menjadi ajang debut striker naturalisasi Indonesia, Ole Romeny.
Sayangnya, ia belum mampu mencetak gol dan masih terlihat kesulitan menembus pertahanan solid Oxford.
Romeny sejatinya memiliki peluang emas di babak pertama, namun usahanya berhasil digagalkan oleh Reza Arya, kiper dari Oxford United yang tampil cukup impresif meski kebobolan tiga gol.
Kekalahan telak ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Rahmad Darmawan dan tim pelatih.
Meski kalah, laga ini dianggap sebagai pelajaran berharga dalam membangun mental juang dan kedisiplinan taktik pemain.
Selanjutnya, Liga Indonesia All-Star akan menghadapi Arema FC pada laga kedua Grup A yang digelar Selasa (8/7) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Mereka butuh kemenangan untuk menjaga asa lolos dari fase grup.
Susunan Pemain
Oxford United: Ingram; Helik, Kioso, Currie, Phillips; Brannagan, Sibley, Mills, Goodrham; Romeny, Harris.