"Apalagi kalau saya kepentingannya, mohon maaf. Tiba-tiba (pemain) timnasnya cedera semua. Pengganti yang nggak ada talent pool kita baru tipis, nah ini realita gitu loh," ucapnya.
"Jadi piala Indonesia silakan kalau masuk kalendernya. Nah tapi yang tadi, saya tidak takut dihujat. Karena saya percaya proses," pungkasnya.
Dengan padatnya jadwal kompetisi domestik dan internasional, tantangan utama memang terletak pada perencanaan yang matang.
PSSI bersama PT LIB harus benar-benar memperhitungkan berbagai faktor, mulai dari kepentingan liga, agenda tim nasional, hingga kesiapan infrastruktur dan finansial klub-klub di berbagai kasta.
Sejauh ini, belum ada kepastian kapan Piala Indonesia akan kembali digelar.
Meskipun banyak pihak merindukan turnamen ini karena memberikan kesempatan bagi klub-klub kecil untuk unjuk gigi, namun realitas di lapangan masih menyulitkan untuk merealisasikannya dalam waktu dekat.
PSSI masih terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap format kompetisi nasional agar bisa berjalan selaras, adil, dan berkelanjutan.
Termasuk mempertimbangkan kemungkinan menghidupkan kembali Piala Indonesia dengan skema yang lebih efisien dan tidak memberatkan semua pihak yang terlibat.
PSSI masih terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap format kompetisi nasional agar bisa berjalan selaras, adil, dan berkelanjutan.
Termasuk mempertimbangkan kemungkinan menghidupkan kembali Piala Indonesia dengan skema yang lebih efisien dan tidak memberatkan semua pihak yang terlibat.
Di sisi lain, perhatian utama saat ini masih tertuju pada pembenahan liga dan penguatan tim nasional.
Fokus PSSI juga tercurah untuk memastikan klub-klub Indonesia dapat tampil kompetitif di level Asia, yang membutuhkan manajemen waktu dan sumber daya secara optimal.