Saat Alibi Kim Sang-sik Dibantah Media Vietnam, Sengaja Bikin Susah Timnas Indonesia?

Arief Apriadi

Kamis, 31 Juli 2025 | 10:19 WIB
Saat Alibi Kim Sang-sik Dibantah Media Vietnam, Sengaja Bikin Susah Timnas Indonesia?
Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik (thethaovanhoa.vn)

Suara.com - Final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menyisakan polemik, tak hanya soal skor akhir 1-0 untuk kemenangan Vietnam atas Indonesia, tetapi juga terkait strategi tak lazim yang digunakan kubu lawan.

Salah satu hal yang menjadi sorotan tajam adalah barisan botol air mineral di pinggir lapangan, yang dianggap sengaja disusun untuk mengganggu lemparan ke dalam jauh Robi Darwis, bek andalan Garuda Muda.

Media Vietnam The Thao Van Hoa secara gamblang menyebut susunan botol tersebut bukan sekadar tempat minum, melainkan taktik tersembunyi untuk memutus ancang-ancang pemain Indonesia dalam melakukan lemparan jauh.

Timnas Vietnam U-23 diduga melancarkan taktik licik dengan menebar botol minum di depan bangku cadangan mereka guna menyulitkan Timnas Indonesia U-23 melancarkan salah satu senjata andalan yakni lemparan "roket" Robi Darwis di final Piala AFF U-23 2025. [Dok. X/ASEAN Football]
Timnas Vietnam U-23 diduga melancarkan taktik licik dengan menebar botol minum di depan bangku cadangan mereka guna menyulitkan Timnas Indonesia U-23 melancarkan salah satu senjata andalan yakni lemparan "roket" Robi Darwis di final Piala AFF U-23 2025. [Dok. X/ASEAN Football]

“Susunan botol ini seperti pagar kecil yang membatasi ruang ancang-ancang pemain lawan,” tulis media itu dalam laporannya.

Efeknya terasa jelas di lapangan. Beberapa kali Robi Darwis terlihat kesulitan saat hendak melempar bola dari sisi lapangan. Bahkan dalam satu momen penting, ia terpaksa mengurungkan niat dan mengoper bola kembali ke kiper.

Peluang pun sirna. Ketegangan meningkat, dan puncaknya adalah insiden di masa injury time ketika staf pelatih Indonesia, Damian van Rensburg, kehilangan kesabaran.

Dalam situasi memanas itu, Damian tertangkap kamera menendang botol air di area teknikal lawan, bahkan sempat melayangkan botol ke arah pelatih Vietnam, Kim Sang-sik.

Potret laga final Piala AFF U-23 antara Timnas Indonesia kontra Vietnam. (kitagaruda.id)
Potret laga final Piala AFF U-23 antara Timnas Indonesia kontra Vietnam. (kitagaruda.id)

Aksinya berbuah kartu merah dari wasit, memicu reaksi beragam dari penonton dan pengamat sepak bola nasional.

Menanggapi tudingan bahwa Vietnam sengaja menjebak Timnas Indonesia lewat "ranjau botol", Kim Sang-sik memberi klarifikasi usai laga.

baca juga

“Cuaca sangat panas. Kami menyusun botol-botol minum seperti itu agar memudahkan pemain untuk minum, bukan tujuan lain,” tegas Kim di konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut murni untuk menjaga kebugaran pemainnya.

“Para pemain kelelahan. Saya harus melakukan sesuatu untuk memberi mereka energi untuk bertarung,” imbuh pelatih asal Korea Selatan itu.

Namun pernyataan Kim justru dipertanyakan oleh media negaranya sendiri. VnExpress dan The Thao Van Hoa justru menganggap penyusunan botol air sebagai bagian dari kecerdikan strategi.

“Kadang kemenangan tak hanya ditentukan oleh aksi di lapangan, tapi juga kecerdikan dari pinggir lapangan,” tulis The Thao Van Hoa, seolah membenarkan bahwa itu adalah siasat yang disengaja.

Dalam analisis pascalaga, VnExpress bahkan menyoroti kerasnya permainan anak-anak Vietnam dan upaya mereka memancing emosi pemain Indonesia.

“Tak mampu menyamakan kedudukan, Indonesia berkali-kali dibuat frustrasi usai tekel-tekel keras dan licik Vietnam,” tulis mereka.

Bahkan disebutkan bahwa beberapa pemain Garuda Muda sempat terpancing hingga memicu bentrokan tak perlu.

Gol tunggal kemenangan Vietnam dicetak oleh Nguyen Cong Phuong di menit ke-37, memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia.

Sementara pelatih Gerald Vanenburg tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada suporter yang telah mendukung penuh dari tribun.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marselino dan Rafael Struick Disinggung Erick Thohir Pasca Kegagalan Timnas U-23

Marselino dan Rafael Struick Disinggung Erick Thohir Pasca Kegagalan Timnas U-23

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 20:35 WIB

Janji Manis Bojan Hodak Buat Kakang Rudianto dan Robi Darwis Pasca Bela Timnas U-23

Janji Manis Bojan Hodak Buat Kakang Rudianto dan Robi Darwis Pasca Bela Timnas U-23

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:33 WIB

Siapa Ratu Tisha? Didorong Jadi Ketum PSSI Pasca Kegagalan Timnas U-23

Siapa Ratu Tisha? Didorong Jadi Ketum PSSI Pasca Kegagalan Timnas U-23

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:25 WIB

Terkini

BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:19 WIB

Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?

Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:18 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci

Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:17 WIB

Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih

Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:15 WIB

Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah

Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB

Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge

Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB

OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026

OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:06 WIB

Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba

Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:03 WIB

Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO

Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:01 WIB

Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:01 WIB

×