Alasan Keputusan PSSI Fokus Timnas Bukan Liga Bisa Jadi Bom Waktu

Arief Apriadi

Senin, 04 Agustus 2025 | 13:59 WIB
Alasan Keputusan PSSI Fokus Timnas Bukan Liga Bisa Jadi Bom Waktu
Alasan Keputusan PSSI Fokus Timnas Bukan Liga Bisa Jadi Bom Waktu. (Instagram/erickthohir)

"Sampai saya bilang di PSSI, 'Oh, ini baru duduk udah pengumuman lagi ya'. Tim U-20 putri ya. Hah? Baru duduk, 'Oh U-17 kita udah ada Piala Kemerdekaan yang untuk persiapan November ya'," pungkasnya.

Meski demikian, pendekatan ini dikhawatirkan akan menjadi ancaman bagi masa depan sepak bola nasional jika tak dibarengi dengan pembenahan akar rumput (grassroots) dan liga.

Pasalnya, bukan rahasia bahwa Timnas yang kuat tak bisa terus-menerus ditopang lewat naturalisasi atau pembinaan instan.

Sebuah riset berjudul "Grassroots Football Development: Pathway to National Success", yang ditulis Pius Chukwunwike Ndubuokwu dan Mahmud Oluwalose dari Ohio University, secara tegas menunjukkan bahwa kunci utama suksesnya tim nasional justru bermula dari sistem pembinaan akar rumput dan kompetisi yang terstruktur.

Studi ini merujuk pada model pengembangan pemain dari negara-negara maju seperti Jerman, Spanyol, Argentina, dan Nigeria.

Riset tersebut menemukan bahwa negara-negara sukses di level internasional memiliki kesamaan pola: investasi besar pada akademi, kompetisi usia dini yang terstruktur, pelatih bersertifikasi, serta jalur yang jelas antara klub dan tim nasional.

Sebaliknya, negara seperti Amerika Serikat justru tertinggal meski punya basis grassroots besar karena sistem yang terfragmentasi dan pendekatan pay-to-play yang membatasi akses pemain dari kelas bawah.

Kondisi yang dijelaskan riset ini bisa menjadi cermin bagi Indonesia. Jika liga terus terpinggirkan dan pembinaan usia dini tidak digarap serius, maka regenerasi pemain akan terhambat.

Pada akhirnya, ketergantungan terhadap pemain naturalisasi bisa menjadi solusi jangka pendek yang tidak berkelanjutan.

baca juga

Lebih jauh, riset itu juga menegaskan pentingnya sinergi antara liga, akademi, dan federasi nasional. Tanpa keterpaduan sistem, tim nasional hanya akan menjadi panggung sementara yang rapuh secara fundamental.

Merujuk temuan riset tersebut, kebijakan PSSI yang terlalu fokus pada Timnas tanpa menguatkan fondasi kompetisi dan pembinaan usia muda, bisa menjadi bom waktu yang siap meledak.

Timnas memang penting, tapi liga dan grassroots adalah pondasi yang menopangnya. Tanpa fondasi yang kuat, mimpi tampil reguler di Piala Dunia bisa buyar hanya dalam hitungan generasi.

"Model sepak bola akar rumput global memberikan wawasan penting untuk memperkuat sistem [grassroots] di AS," tulis riset tersebut dikutip dari World Journal of Advanced Research and Reviews, Senin (4/8/2025).

"Eropa menekankan akademi yang terorganisir dan pengembangan yang dipimpin klub, Amerika Selatan berkembang pesat berkat permainan kasual dan struktur klub yang kuat, sementara Afrika diuntungkan oleh kepanduan swasta dan hubungan dengan Eropa."

"AS memiliki masalah seperti bayar untuk bermain, standar kepelatihan yang bervariasi, dan jalur perkembangan [pemain] yang terfragmentasi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duel Panas Persija vs Persib Digelar di Ujung Musim Super League, Ada Apa?

Duel Panas Persija vs Persib Digelar di Ujung Musim Super League, Ada Apa?

Bola | Senin, 04 Agustus 2025 | 13:58 WIB

Penyesuaian Jadwal Super League, Demi Timnas Indonesia di SEA Games 2025

Penyesuaian Jadwal Super League, Demi Timnas Indonesia di SEA Games 2025

Bola | Senin, 04 Agustus 2025 | 13:16 WIB

Timnas Irak Pusing, Nasib 5 Pemainnya Tak Jelas Menjelang Lawan Timnas Indonesia

Timnas Irak Pusing, Nasib 5 Pemainnya Tak Jelas Menjelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 04 Agustus 2025 | 13:35 WIB

Terkini

Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah

Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:09 WIB

Iran Gugat FIFA! Protes Aturan Diskriminatif yang Rugikan Tim di Piala Dunia 2026

Iran Gugat FIFA! Protes Aturan Diskriminatif yang Rugikan Tim di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:47 WIB

Haiti Jadi Negara Pertama yang Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Usai Digilas Timnas Brasil

Haiti Jadi Negara Pertama yang Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Usai Digilas Timnas Brasil

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:41 WIB

Sejarah Baru! Brasil Salip Jerman Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia Usai Lumat Haiti 3-0

Sejarah Baru! Brasil Salip Jerman Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia Usai Lumat Haiti 3-0

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:26 WIB

Fakta Gila Maroko vs Skotlandia: Ismael Saibari Samai Rekor Mo Salah di Piala Dunia 2026

Fakta Gila Maroko vs Skotlandia: Ismael Saibari Samai Rekor Mo Salah di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:19 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Ngamuk Hajar Haiti 3-0, Matheus Cunha Cetak Dua Gol

Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Ngamuk Hajar Haiti 3-0, Matheus Cunha Cetak Dua Gol

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:53 WIB

Gol Kilat Ismael Saibari Bawa Maroko Tundukkan Skotlandia, Selangkah Lagi Lolos ke 32 Besar

Gol Kilat Ismael Saibari Bawa Maroko Tundukkan Skotlandia, Selangkah Lagi Lolos ke 32 Besar

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:32 WIB

Pelatih Pantai Gading Peringatkan Jerman: Kami Datang untuk Menang!

Pelatih Pantai Gading Peringatkan Jerman: Kami Datang untuk Menang!

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58 WIB

Herve Renard: Saya Bukan Penyihir

Herve Renard: Saya Bukan Penyihir

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:46 WIB

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:38 WIB