- Erick Thohir menilai absennya Achmad Maulana akibat cedera ACL berdampak besar bagi Timnas Indonesia U-23 dan persiapan SEA Games 2025.
- Erick menekankan perlunya peningkatan sport science agar kasus cedera ACL tidak terus berulang pada pemain Indonesia.
- Pelatih Gerald Vanenburg tak bisa membawa Achmad di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa absennya bek muda Arema FC, Achmad Maulana, akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL) memberi dampak besar bagi Timnas Indonesia U-23.
Pemain berusia 20 tahun itu harus menepi hingga sembilan bulan sehingga dipastikan tak bisa memperkuat Garuda Muda dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 maupun SEA Games 2025 di Thailand.
“Kita tahu kita baru kehilangan Maulana dari Arema, ACL. Jadi kan kita juga kehilangan pemain muda buat persiapan U-23 kita, buat SEA Games juga,” ujar Erick saat ditemui wartawan di pameran foto dan tulisan 90’ & Beyond di Mal Sarinah, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Cedera tersebut membuat pelatih Gerald Vanenburg tak dapat menyertakan Achmad dalam daftar skuad untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 3–9 September. Dari Arema, hanya Arkhan Fikri dan Salim Tuharea yang akhirnya masuk tim.
Erick menambahkan, kasus cedera ACL yang berulang di kalangan pemain Indonesia menjadi perhatian serius. Ia menekankan perlunya peningkatan sport science agar kejadian serupa bisa diminimalisasi di masa mendatang.
“Saya sudah bicara sama Technical Director tadi, Alex. Sport science kita harus ditingkatkan ke depan. Jadi kendala-kendala cedera ACL yang sering terjadi di pemain kita juga harus kita perhatikan,” ucapnya.
Selain itu, Erick juga menyebut bahwa Direktur Teknik baru, Alexander Zwiers, diberi waktu 100 hari pertama untuk beradaptasi sekaligus menata struktur organisasi timnas bersama Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji.
Adapun dalam babak kualifikasi nanti, Timnas Indonesia U-23 bertindak sebagai tuan rumah Grup J bersama Laos, Makau, dan Korea Selatan. Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Laos pada 3 September, melawan Makau pada 6 September, lalu ditutup dengan duel kontra Korea Selatan pada 9 September.
Hanya juara grup serta empat runner-up terbaik yang berhak melaju ke putaran final di Arab Saudi pada Januari 2026.
Baca Juga: Cedera Achmad Maulana Dorong PSSI Tingkatkan Sport Science dan Kesiapan Pemain U-23
(Antara)