Bagi James, ini pengalaman perdana tampil di level antarklub Eropa.
Ia menyusul jejak Mees Hilgers dan Kevin Diks yang lebih dulu tampil di Liga Europa.
Kesempatan ini jadi pembuktian bahwa pemain diaspora bisa bersaing di level tinggi.
Di fase liga, 36 tim akan bermain delapan kali.
Tim yang finis di posisi 1-8 langsung ke 16 besar.
Sementara peringkat 9-24 mesti lewat playoff 16 besar.
Prestasi Jonathans dan James jelas patut diapresiasi.
Di saat sejumlah diaspora memilih pulang ke Asia, mereka tetap bertahan di Eropa.
Kini publik menanti kiprah keduanya membawa harum nama Indonesia di panggung Eropa.
Baca Juga: 4 Pemain Timnas Indonesia Putri Ikut Bersuara atas Kematian Affan Kurniawan
Kontributor : Imadudin Robani Adam