- Sejumlah pemain Timnas Indonesia, termasuk Ivar Jenner menunjukkan solidaritas atas situasi saat ini.
- Klub Persis Solo juga ikut bersuara dengan mengenakan pita hitam dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC
- Aksi unjuk rasa yang dipicu kebijakan pemerintah menaikkan pajak dan gaya hidup mewah para wakil rakyat semakin memanas setelah tewasnya Affan Kurniawan
Suara.com - Solidaritas terhadap kondisi Indonesia saat ini disuarakan dengan lantang sejumlah penggawa Timnas Indonesia.
Salah satu pemain keturunan Indonesia, Ivar Jenner di akun Instagram miliknya unggah postingan terkait hal itu.
Serupa dengan Rizky Ridho beberapa jam sebelumnya, Ivar Jenner di Instastory, satu jam lalu unggah postingan, RIP Indonesia's Democracy.
![Affan Kurniawan Dibunuh Polisi, Pemain Timnas Indonesia: Demokrasi Indonesia Mati! [Tangkap layar Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2025/08/29/92105-postingan-ivar-jenner.jpg)
Sebelumnya, bek Persija Jakarta, Rizky Ridho juga unggah postingan yang sama. Pemain Persib Bandung, Beckham Putra pun melakukan hal sama.
Pemain muda, Muhamad Zahaby Gholy yang pernah perkuat Timnas Indonesia U-17 juga ikutan. Pun sejumlah penggawa Timnas Putri Indonesia.
Bentuk solidaritas juga ditunjukkan klub BRI Super League, Persis Solo saat menghadapi Bhayangkara FC. Para pemain Persis kenakan pita hitam saat melawan Bhayangkara FC.
Postingan RIP Indonesia's Democracy disuarakan publik di platform sosial media sebagai bentuk protes terhadap kondisi Indonesia akhir-akhir ini.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari ke belakang aksi unjuk rasa dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat lainnya.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan massa rakyat ini tak lepas dari kemarahan mereka kepada pemerintah dan DPR.
Baca Juga: Affan Kurniawan Dilindas Brimob, Raksasa Liga Prancis Suarakan Keadilan
![Sejumlah warga mengusung keranda jenazah korban insiden pada Aksi 28 Agustus, Affan Kurniawan di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/29/14017-pemakaman-affan-kurniawan-pemakaman-jenazah-affan-kurniawan-ojol-yang-dilindas-mobil-rantis.jpg)
Mereka jengah dengan kebijakan pemerintah dengan menaikkan pajak, sementara para wakil rakyat di Senayan bergelimang hidup mewah.
Situasi makin tak terkendali saat aparat kepolisian menjawab suara massa rakyat ini dengan tindakan represif.
Kamis malam, 28 Agustus 2025, seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang masih berusia 21 tahun tewas ditabrak lalu dilindas mobil rantis Brimob.
Wafatnya Affan membuat publik semakin marah. Hingga artikel ini diturunkan, Jumat (29/8), aksi berubah jadi kerusuhan di sejumlah titik, seperti di Kwitang, Mapolda Metro Jaya, Bandung, Solo, hingga Surabaya.