- Mees Hilgers ingin hengkang dari FC Twente, pelatih menyebut fokusnya sudah terpecah.
- Twente antisipasi dengan mendatangkan Robin Pröpper dan Stav Lemkin di lini belakang.
- Mitchell van Bergen juga jadi sorotan karena mundur akibat tekanan dan kritik dari fans.
Suara.com - FC Twente tengah menghadapi dinamika internal menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2025/2026.
Salah satu pilar utama mereka, Mees Hilgers, dikabarkan sudah menyampaikan keinginan untuk mencari tantangan baru di luar Enschede.
Pelatih FC Twente, Joseph Oosting, mengonfirmasi kabar tersebut.
Menurutnya, Hilgers tidak lagi berada dalam kondisi yang ideal untuk membela klub karena fokusnya sudah terpecah oleh rencana pindah.
![Breaking News! FC Twente Resmi Bekukan Mees Hilgers [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/24/67735-mees-hilgers.jpg)
“Mees punya keinginan untuk pergi. Agennya sedang bekerja untuk mewujudkan itu. Saya hanya ingin bekerja dengan pemain yang benar-benar mau bertahan dan memberikan hatinya untuk klub,” ujar Oosting dalam wawancara dengan Voetbal International.
Situasi ini menjadi sorotan di Belanda karena Hilgers merupakan salah satu pemain penting yang sebelumnya sempat dipercaya sebagai kapten.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir namanya tidak masuk daftar pemain untuk pertandingan FC Twente, sebuah keputusan yang menimbulkan banyak perdebatan di media maupun acara bincang-bincang sepak bola.
“Reaksi publik luar biasa besar, sampai ada banyak pembicaraan di program televisi. Tapi bagi saya sederhana, jika seorang pemain sudah punya niat untuk pergi, maka lebih baik kami menyiapkan tim dengan mereka yang berkomitmen penuh,” lanjut Oosting.
Untuk mengantisipasi kepergian Hilgers, FC Twente sudah lebih dulu bergerak di bursa transfer.
Baca Juga: Mees Hilgers Dapat Ajakan Gabung Mantan Klub Shayne Pattynama, Tertarik?
Klub asal Eredivisie itu mendatangkan Robin Pröpper dan Stav Lemkin sebagai tambahan di sektor pertahanan.
Keduanya diharapkan bisa segera beradaptasi dan menjadi pengganti yang sepadan jika Hilgers benar-benar angkat kaki.
Selain Hilgers, ada juga kasus Mitchell van Bergen yang jadi perhatian.
Meski pelatih masih ingin mengandalkan tenaganya, sang pemain memilih mundur karena merasa kepercayaan dirinya sudah terkikis.
“Mitchell sempat mendapat tekanan besar, bahkan dicemooh oleh suporternya sendiri. Meski terlihat tegar, dia sebenarnya pemain yang sensitif. Situasi itu membuatnya sulit berkembang di sini,” jelas Oosting.
Kontributor: M.Faqih