Baik dan Buruk Pertandingan Timnas Indonesia U-23 vs Laos, Garang Tapi Tumpul

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 04 September 2025 | 11:02 WIB
Baik dan Buruk Pertandingan Timnas Indonesia U-23 vs Laos, Garang Tapi Tumpul
Timnas Indonesia U-23 hanya bermain imbang tanpa gol lawan Laos.
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia U-23 hanya bermain imbang tanpa gol lawan Laos.
  • Indonesia U-23 gagal menang meski menguasai penuh jalannya pertandingan.
  • Lini depan timnas Indonesia U-23 dianggap sebagai masalah utama.

Suara.com - Timnas Indonesia U-23 hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Laos U-23 dalam laga perdana Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Hasil ini terasa mengecewakan karena Garuda Muda tampil dominan sejak awal pertandingan dengan dukungan penuh suporter di kandang sendiri.

Meskipun mendominasi hampir seluruh aspek permainan, skuad besutan Gerald Vanenburg tidak mampu memanfaatkan peluang emas untuk menghasilkan gol.

Situasi ini menegaskan bahwa lini depan Timnas Indonesia U-23 masih menjadi masalah besar yang harus segera dibenahi.

Kesulitan mencetak gol bisa menjadi ancaman serius bagi peluang Garuda Muda untuk lolos dari fase grup.

Dominasi Indonesia U-23 yang Tak Berbuah Hasil

Sejak menit awal, para pemain Timnas Indonesia U-23 langsung mengambil alih kendali permainan.

Statistik mencatat bahwa di babak pertama mereka mampu menguasai bola hingga 70 persen, sementara Laos hanya 30 persen.

Ketika peluit panjang berbunyi, angka penguasaan bola bahkan meningkat menjadi 83 persen untuk Indonesia dan hanya 17 persen untuk Laos.

baca juga

Meski begitu, dominasi permainan tidak berbanding lurus dengan ketajaman penyelesaian akhir di depan gawang.

Hal ini memperlihatkan bahwa efisiensi menjadi pekerjaan rumah penting bagi pelatih Gerald Vanenburg dan anak asuhnya.

Banyak Peluang, Minim Gol

Dalam laga ini, Timnas Indonesia U-23 tercatat melakukan 25 kali percobaan tembakan ke arah gawang.

Sayangnya, hanya dua tendangan yang benar-benar tepat sasaran dan bisa diuji oleh penjaga gawang Laos.

Minimnya akurasi ini membuat berbagai peluang emas terbuang percuma meskipun tim lawan berada dalam tekanan besar.

Sebaliknya, Laos hanya mampu melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan dan itu pun tidak mengarah ke gawang.

Kondisi ini menegaskan betapa timpangnya pertandingan dari segi serangan, tetapi hasil akhir tetap tak berpihak kepada Garuda Muda.

Statistik Peluang Makin Kontras

Selain jumlah tembakan, catatan penciptaan peluang juga memperlihatkan dominasi Indonesia U-23.

Jens Raven dan rekan setimnya mampu mencatat 15 kali chances created atau penciptaan peluang yang berpotensi menjadi gol.

Di sisi lain, Laos sama sekali tidak mencatat peluang berbahaya karena selalu gagal membangun serangan hingga tuntas.

Berkali-kali upaya mereka terhenti akibat kesalahan sendiri dan tekanan tinggi dari barisan pertahanan Indonesia.

Namun, catatan statistik mengesankan ini terasa sia-sia karena tidak ada gol yang tercipta untuk memastikan kemenangan.

Catatan Disiplin yang Berbeda Jauh

Hal menarik lain dari pertandingan ini terlihat pada catatan kedisiplinan kedua tim.

Garuda Muda mampu menjaga emosi dan fokus sehingga tidak mendapat satu pun kartu kuning dari wasit.

Sementara itu, Laos U-23 justru bermain kasar dengan menerima tujuh kartu kuning sepanjang pertandingan.

Jumlah peringatan yang besar ini menunjukkan betapa frustrasinya Laos menghadapi dominasi Indonesia.

Meski demikian, keunggulan dalam aspek disiplin tetap belum bisa membawa Timnas Indonesia U-23 meraih tiga poin.

PR Berat Garuda Muda di Kualifikasi

Hasil imbang tanpa gol di laga perdana membuat jalan Timnas Indonesia U-23 di Grup J menjadi lebih berat.

Mereka dituntut untuk segera meningkatkan kualitas penyelesaian akhir agar peluang lolos tetap terbuka lebar.

Pelatih Gerald Vanenburg dipastikan harus mencari solusi cepat untuk menajamkan lini serang Garuda Muda.

Dukungan publik di laga kandang berikutnya akan menjadi faktor penting dalam mengembalikan kepercayaan diri pemain.

Kegagalan memetik kemenangan melawan Laos menjadi peringatan dini agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Faktor Kehebatan Adrian Wibowo yang Bisa Bikin Timnas Indonesia Tenang di Lini Depan

2 Faktor Kehebatan Adrian Wibowo yang Bisa Bikin Timnas Indonesia Tenang di Lini Depan

Bola | Kamis, 04 September 2025 | 10:57 WIB

Sudah Cukup Bagi Laos Sulitkan Timnas Indonesia U-23, Pelatih Blak-blakan Gagal Tak Masalah

Sudah Cukup Bagi Laos Sulitkan Timnas Indonesia U-23, Pelatih Blak-blakan Gagal Tak Masalah

Bola | Kamis, 04 September 2025 | 10:45 WIB

Imbang Lawan Laos, Peluang Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia Menipis?

Imbang Lawan Laos, Peluang Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia Menipis?

Your Say | Kamis, 04 September 2025 | 10:30 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×