4 Dampak Keluarnya Jepang dari AFC, Timnas Indonesia Turut Kena Imbas

Arief Apriadi

Senin, 20 Oktober 2025 | 10:41 WIB
4 Dampak Keluarnya Jepang dari AFC, Timnas Indonesia Turut Kena Imbas
Gelandang timnas Jepang, Reo Hatate dan gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner bersaing memperebutkan bola pada pertandingan ketiga Grup D Piala Asia 2023 antara Jepang vs Timnas Indonesia di Stadion al Thumama di Doha pada 24 Januari 2024. Giuseppe CACACE / AFP.
baca 10 detik
  • Jepang dikabarkan ingin keluar dari AFC dan membentuk Federasi Asia Timur.
  • Langkah ini bisa memangkas jatah tiket Piala Dunia untuk Asia.
  • Indonesia berpotensi gabung blok Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Suara.com - Rumor Jepang ingin keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sedang ramai diperbincangkan.

Jika benar terjadi, langkah ini bisa mengguncang stabilitas sepak bola di kawasan Asia—termasuk perjalanan Timnas Indonesia di level internasional.

Media asal Irak, UTV, melaporkan bahwa Jepang disebut kecewa dengan sejumlah keputusan AFC belakangan ini.

Salah satu pemicu utamanya adalah kebijakan AFC yang memusatkan seluruh laga perempat final AFC Champions League di kawasan Timur Tengah.

1, Asia Bisa Terbelah Dua

Menurut laporan yang sama, Jepang berencana membentuk organisasi baru bernama Federasi Asia Timur.

Federasi ini kabarnya akan menggandeng negara-negara tetangga seperti Korea Selatan, Australia, China, serta beberapa negara Asia Tenggara—termasuk kemungkinan Indonesia.

Secara geografis, kedekatan wilayah antara Asia Timur dan Asia Tenggara membuat peluang Indonesia untuk bergabung cukup besar.

Namun, pembentukan dua konfederasi ini berpotensi memunculkan persoalan besar di tingkat kompetisi dan distribusi tiket Piala Dunia.

baca juga

2. Jatah Piala Dunia Bisa Terpangkas Separuh

Saat ini, Asia memiliki delapan tiket langsung ke Piala Dunia 2026 dan 2030.

Jika benua ini benar-benar terpecah menjadi dua konfederasi, jatah itu akan terbagi rata—empat tiket untuk Asia Timur, dan empat lainnya untuk Asia Barat.

Dalam skenario tersebut, Timnas Indonesia kemungkinan akan berada di bawah federasi Asia Timur bersama Jepang, Korea Selatan, dan Australia—tiga negara raksasa yang hampir pasti menyapu tiga tiket otomatis.

Kondisi ini membuat peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia menjadi lebih sempit, karena hanya akan ada satu tiket tersisa untuk diperebutkan negara lain.

3. Persaingan Ketat, tapi Lebih Seimbang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Nasib Timnas Indonesia Putra dan Putri di Drawing SEA Games 2025, Kenapa?

Beda Nasib Timnas Indonesia Putra dan Putri di Drawing SEA Games 2025, Kenapa?

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 09:34 WIB

4 Pelatih BRI Super League Calon Pelatih Timnas Indonesia

4 Pelatih BRI Super League Calon Pelatih Timnas Indonesia

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 09:30 WIB

Percuma! Elkan Baggott Mungkin Tak Bisa Kembali Jika STY Jadi Pelatih Timnas Indonesia Lagi

Percuma! Elkan Baggott Mungkin Tak Bisa Kembali Jika STY Jadi Pelatih Timnas Indonesia Lagi

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 09:07 WIB

Alasan Pelatih Jepang Paling Cocok Gantikan Patrick Kluivert, Bukan dari Belanda Lagi

Alasan Pelatih Jepang Paling Cocok Gantikan Patrick Kluivert, Bukan dari Belanda Lagi

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 08:39 WIB

Marselino Ferdinan Tunjukkan Naluri Menyerang dalam Debut 45 Menit di AS Trencin

Marselino Ferdinan Tunjukkan Naluri Menyerang dalam Debut 45 Menit di AS Trencin

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Terkini

Stop Facial Tiap Bulan, Pakai 4 Serum Rekomendasi Dokter untuk Kecilkan Pori-pori

Stop Facial Tiap Bulan, Pakai 4 Serum Rekomendasi Dokter untuk Kecilkan Pori-pori

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:45 WIB

Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT

Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:38 WIB

Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja

Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:37 WIB

Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya

Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya

Jatim | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:33 WIB

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:32 WIB

4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan

4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:31 WIB

Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis

Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:30 WIB

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:28 WIB

Soal Kuntadi Jadi Jampidsus, Dasco: Itu Kewenangan Presiden

Soal Kuntadi Jadi Jampidsus, Dasco: Itu Kewenangan Presiden

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:27 WIB

KPK Dalami Amplop Dolar Raja Juli, Berpotensi Jadi Kasus Baru

KPK Dalami Amplop Dolar Raja Juli, Berpotensi Jadi Kasus Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:26 WIB

×