Pemain Belanda yang Pernah Berlaga di Indonesia Bilang Sepak Bola Indonesia Banyak Kekurangan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 03 November 2025 | 19:03 WIB
Pemain Belanda yang Pernah Berlaga di Indonesia Bilang Sepak Bola Indonesia Banyak Kekurangan
Hina Indonesia Negara Miskin, Ini Deretan Ucapan Kotor Anco Jansen [Tangkap Layar Youtube]
baca 10 detik
  • Anco Jansen kritik pedas infrastruktur, akademi, dan pelatih sepak bola Indonesia.

  • Mantan pemain PSM itu soroti fokus publik pada popularitas naturalisasi media sosial.

  • PSSI merespons dengan fokus Elite Pro Academy, perbaikan wasit, dan implementasi VAR.

Suara.com - Mantan pemain Belanda, Anco Jansen, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan komentar tajam tentang sepak bola Indonesia.

Dalam sebuah podcast bertajuk Voetbalpraat medio Maret 2025, Jansen menyebut sepak bola Indonesia “tidak ada apa-apanya”.

Pernyataan itu muncul meski kini Timnas Indonesia diperkuat banyak pemain diaspora yang tampil di liga-liga top Eropa seperti Jay Idzes (Sassuolo) dan Kevin Diks (Borussia Monchengladbach).

Menurutnya, kemajuan itu belum cukup mencerminkan perbaikan mendasar dalam sistem sepak bola Indonesia.

“Fasilitas, akademi, dan pelatih di sana terbatas. Itu cukup menjelaskan semuanya,” ujar Jansen.

Ia juga menilai perhatian publik terhadap pemain naturalisasi lebih kepada popularitas di media sosial ketimbang prestasi nyata di lapangan.

Anco Jansen tidak asal berbicara. Ia sempat membela PSM Makassar pada musim 2021–2022 dan tampil dalam 22 pertandingan, mencetak lima gol dan satu assist.

Namun, kritiknya tidak berhenti di situ. Ia juga menyebut Indonesia sebagai “negara miskin” yang warganya justru gemar membeli smartphone mahal.

“Saya bermain di sana saat pandemi. Semua orang punya smartphone dan Instagram sangat populer,” ujarnya.

baca juga

Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia dikenal aktif, bahkan agresif, di media sosial.

“Kalau gagal mencetak gol, saya disarankan untuk tidak membuka media sosial selama dua hari,” tambahnya.

Meski begitu, PSSI di bawah Erick Thohir terus berupaya membenahi sepak bola Tanah Air.

Program pembinaan usia muda lewat Elite Pro Academy (EPA) menjadi fokus utama pengembangan pemain.

Selain itu, peningkatan kualitas kompetisi juga dilakukan dengan memperbaiki sistem wasit dan penerapan VAR.

Meski Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, perjuangan belum berakhir karena masih ada Piala AFF 2026, Piala Asia 2027, dan Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang menanti.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekap Hasil Pertandingan Pemain Keturunan di Eropa, Banyak Aksi Gila

Rekap Hasil Pertandingan Pemain Keturunan di Eropa, Banyak Aksi Gila

Bola | Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:37 WIB

Monchengladbach Bangkit di DFB Pokal, Kevin Diks Jadi Tembok Kokoh di Lini Belakang

Monchengladbach Bangkit di DFB Pokal, Kevin Diks Jadi Tembok Kokoh di Lini Belakang

Bola | Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:50 WIB

3 Bek Tengah Timnas Indonesia yang Konsisten di Level Klub, Siap Terus Jadi Starter?

3 Bek Tengah Timnas Indonesia yang Konsisten di Level Klub, Siap Terus Jadi Starter?

Bola | Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:30 WIB

Terkini

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun

Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:18 WIB

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026

Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya

Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:50 WIB

11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!

11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:46 WIB

×