- Lahir di Sabadell, Catalonia, pada 26 April 1973, García merupakan produk akademi La Masia, pusat lahirnya banyak bintang dunia.
- Setelah pensiun pada 2005, ia sempat menjadi asisten Cruyff di tim nasional Catalonia sebelum memulai karier pelatihannya sendiri.
- Oscar kedapatan menendang wasit secara tidak sengaja ketika bermaksud menendang pemain lawan, James Rodríguez, setelah terjadi keributan di pinggir lapangan.
Suara.com - PSSI saat ini tengah berburu calon pengganti Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Salah satu nama yang mencuat ialah pelatih asal Spanyol, Oscar García Junyent.
Mengutip dari cuitan akun X jurnalis senior, Mohammed Ali Mahrus, ia mendapatkan chat dari orang dalam PSSI bahwa ada agen yang menawari sejumlah nama pelatih besar untuk jadi pelatih Timnas Indonesia.
Nama-nama pelatih itu antara lain, Roberto Donadoni, Juan Carlos Osorio dan Oscar Garcia.
Oscar Garcia sama dengan Patrick Kluivert, sama-sama pernah memperkuat klub Catalan Barcelona.
Lahir di Sabadell, Catalonia, pada 26 April 1973, García merupakan produk akademi La Masia, pusat lahirnya banyak bintang dunia.
Setelah pensiun pada 2005, ia sempat menjadi asisten Cruyff di tim nasional Catalonia sebelum memulai karier pelatihannya sendiri.
Perjalanan Karier Oscar Garcia
Sebelum berstatus tanpa klub seperti sekarang, Oscar Garcia sempat melatih di klub Meksiko, Chivas.
Ia hanya bertahan selama 12 pertandingan di klub Meksiko itu. Pada 3 Maret 2025, posisinya dicopot.
Dari perjalanan kariernya di Liga Meksiko, Oscar ternyata sempat tersandung satu skandal tak mengenakkan.
Saat pertandingan Liga Meksiko pada Januari 2025 antara Chivas Guadalajara vs Club Leon, aksi Oscar jadi sorotan.
Dilansir dari La Voz de Galicia, Oscar kedapatan menendang wasit secara tidak sengaja ketika bermaksud menendang pemain lawan, James Rodríguez, setelah terjadi keributan di pinggir lapangan.
Insiden bermula ketika García mendapat dorongan keras dari salah satu pemain León yang hampir membuatnya terjatuh.
Dalam situasi panas dan dikelilingi pemain dari kedua tim, sang pelatih berusia 51 tahun melayangkan tendangan ke arah James Rodríguez.
Namun, akibat kerumunan pemain di tengah situasi kacau, tendangan itu justru mengenai wasit, yang langsung memberikan kartu merah kepada pelatih asal Spanyol tersebut tanpa ragu.
Rekaman insiden tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial, memicu reaksi keras dari publik sepak bola Meksiko dan internasional.
Tak lama setelah kejadian, García mengunggah pernyataan resmi di akun Instagram miliknya. Ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada semua pihak yang terlibat.
“Dalam pertandingan sepak bola, emosi sering kali berada di titik tertinggi. Semangat untuk membela warna tim terkadang membuat kita kehilangan kendali, tapi itu bukan alasan untuk reaksi saya kemarin,” tulis García.
“Saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada seluruh pendukung Chivas, juga kepada tim lawan. Sekarang saatnya fokus kembali bekerja dengan rendah hati dan komitmen penuh untuk mencapai tujuan kami," tambahnya.
Kontributor: Adam Ali
