-
Dewa United versus PSM Makassar berjuang perbaiki posisi klasemen liga.
-
PSM Makassar menjalani laga debut pelatih baru, Tomas Tucha.
-
Dewa United unggul di Asia, namun melempem di BRI Super League.
Suara.com - Pekan lanjutan kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia, BRI Super League musim 2025/2026, akan mempertemukan Dewa United dan PSM Makassar.
Pertandingan menarik ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu sore, 9 November 2025, di Banten International Stadium, yang terletak di Serang.
Kedua kesebelasan memiliki ambisi kuat untuk memetik kemenangan demi meningkatkan peringkat masing-masing di papan klasemen sementara liga.
Melihat tabel posisi terkini, Dewa United, yang dijuluki Banten Warriors, kini menempati urutan ke-13 dengan perolehan total 10 poin.
Tepat di bawah mereka, di posisi ke-14, bercokol PSM Makassar atau dikenal sebagai Pasukan Ramang yang hanya tertinggal satu poin saja.
Materi pemain bintang yang dikumpulkan Dewa United di musim 2025/2026 telah menciptakan ekspektasi publik yang sangat tinggi terhadap performa tim.
Ironisnya, kiprah tim asuhan Jan Olde Riekerink ini di kancah domestik BRI Super League jauh dari harapan yang diproyeksikan banyak pihak.
Tim yang diperkuat Rafael Struick dan rekan-rekan justru kini terperangkap dalam persaingan ketat di area papan bawah klasemen.
Kontras dengan kondisi liga domestik, Dewa United menunjukkan performa memukau di panggung Asia, yakni AFC Challenge League 2025/2026.
Prestasi mereka bahkan sudah mampu memastikan satu tempat di babak perempat final kompetisi klub level ketiga di benua Asia tersebut.
Di kubu lawan, terjadi perubahan signifikan di kursi kepelatihan PSM Makassar menjelang duel penting ini.
Manajemen Juku Eja harus berpisah dengan pelatih legendaris Bernardo Tavares karena adanya isu penunggakan gaji yang berulang kali terjadi.
Klub asal Makassar tersebut lantas bergerak cepat menunjuk juru taktik baru, Tomas Tucha, pelatih berkebangsaan Republik Ceko.
Laga tandang menghadapi Dewa United ini akan menjadi pertandingan debut resmi bagi Tucha bersama tim barunya.
Tucha mengungkapkan perasaannya menjelang pertandingan pertamanya tersebut dengan penuh semangat sekaligus sedikit rasa tegang.
"Saya mungkin sedikit merasa gugup, mungkin karena ini adalah pertandingan pertama," jelas Tucha.
"Jadi, selalu sedikit sulit," lanjutnya menegaskan perasaan campur aduknya.
Namun, Tucha menekankan bahwa antusiasmenya terhadap sepak bola mengalahkan rasa tegang yang mungkin dirasakan.
"Tapi, saya sangat menyukai sepak bola, saya suka melakukan latihan, saya suka berada di tempat pertandingan," tambahnya dengan optimisme.
Pelatih baru PSM Makassar ini juga menyatakan kepercayaannya penuh kepada para pemain yang ia miliki.
"Saya percaya kepada para pemain, jika kita hanya melakukan latihan, itu tidak cukup," ujarnya.
Tucha mengakhiri komentarnya dengan harapan untuk segera melakoni pertandingan kompetitif bersama anak asuhnya.
"Jadi, kami ingin memainkan pertandingan, kami sangat menantikan laga melawan Dewa United," pungkasnya.
Perjuangan kedua tim untuk menjauhi zona berbahaya klasemen BRI Super League dipastikan akan menyajikan pertempuran sengit di Serang.
Pertemuan ini menjadi momen krusial bagi kedua pelatih untuk membuktikan kemampuan mereka di tengah tekanan.
Jan Olde Riekerink wajib menjawab keraguan publik domestik, sementara Tomas Tucha harus meraih hasil positif di awal kepemimpinannya.
Siapakah yang akan berhasil memperbaiki posisi klasemen dan memenangkan duel krusial di Banten International Stadium sore nanti?
