-
Pemain FC Twente dikritik karena mengenakan kaus dukungan untuk Mees Hilgers yang cedera.
-
Jurnalis Leon ten Voorde dan Ralph Blijlevens menilai gesture itu tidak peka terhadap situasi tim dan suporter.
-
Twente kini krisis bek tengah dan terpaksa mengandalkan pemain muda 17 tahun, Ruud Nijstad.
Suara.com - Keputusan para pemain FC Twente memberikan dukungan kepada bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, justru menuai kritik tajam dari jurnalis lokal.
Dalam laga melawan Telstar, seluruh pemain Twente mengenakan kaus bertuliskan “Mees, semoga lekas sembuh. Kami mendukungmu!”, sebagai bentuk simpati setelah sang bek mengalami cedera ligamen.
Namun, sikap itu dinilai tidak pantas oleh Leon ten Voorde, jurnalis TC Tubantia sekaligus pengamat klub Twente.
“Yang dialami Hilgers memang menyedihkan, tapi saya mulai merasa sinis dengan sikap tim ini,” kata Ten Voorde dalam podcast De Ballen Verstand.
“Twente musim ini punya banyak masalah di posisi bek tengah, tapi dia malah duduk di tribune.”
Hilgers memang tidak bermain untuk FC Twente musim ini.
Klub menolak memainkannya karena kontraknya akan segera habis, sementara sang pemain juga menolak beberapa tawaran perpanjangan kontrak dari manajemen.
Sialnya, hanya sepekan lalu, pemain 23 tahun itu harus menepi lama akibat cedera ligamen lutut yang serius.
Ten Voorde menilai gesture dukungan itu terlalu manis dan tidak peka terhadap situasi klub.
“Saya paham dia bagian dari tim, tapi 30 ribu penonton datang saat tim sedang kesulitan. Lalu mereka mendukung pemain yang menolak bertahan? Rasanya aneh,” ujarnya.
Senada dengan itu, jurnalis Ralph Blijlevens menilai para pemain Twente tidak memahami perasaan suporter.
“Apakah tak ada satu pun yang berpikir, ‘Jangan lakukan ini?’ Rupanya semua setuju dan itu berasal dari mereka sendiri. Saya pribadi merasa ada yang janggal,” katanya.
Sementara itu, Twente sendiri kini tengah berjuang dengan krisis di lini pertahanan.
Dengan absennya Hilgers dan beberapa bek senior lainnya, pelatih harus mengandalkan bek muda berusia 17 tahun, Ruud Nijstad.
Kontributor: Adam Ali